Women of the Year 2019: Hannah Al Rashid


  • Women of the Year 2019: Hannah Al Rashid
    Aktris Hannah Al Rashid memberi perhatian pada isu kesetaraan gender. (Foto: Dok/herworldIndonesia)


    Hannah Al Rashid, 33, Aktris & Penggerak Perubahan

    Meski mengaku pengetahuan dan perjuangannya masih sangat dini dibandingkan teman-teman aktivis lain tentang feminisme, namun Hannah tetap menjalankan niatnya dengan serius. Panggilan ini pun sudah dirasakannya sejak kecil di mana ia merasa punya ‘a very high sense of awareness’ terhadap ketidakadilan terutama yang berhubungan dengan ketimpangan gender.



    Menghabiskan masa kecil di Inggris dan kembali ke Indonesia saat mulai dewasa, yang ia temukan justru kasus-kasus pelecehan terhadap perempuan yang jauh lebih parah. Ia sendiri pun sempat menjadi korban perlakuan kurang menyenangkan di ruang publik.

    Sejak itu lah ia merasa harus melantangkan perlawanan dan ketidaknyamanannya. Mulai dari tulisan yang ia buat di majalah online, keterlibatannya dalam Social Development Movement bersama UNDP yang mengurusi kesetaraan gender, hingga turun ke jalan dalam event Women March sejak tahun 2017, semua ia lakukan demi bisa mengubah persepsi mengenai women’s pride di seluruh lapisan masyarakat.

    (Baca juga: 10 Sosok Women of the Year 2019 Herworld Indonesia)


    “Isu kekerasan di Indonesia sudah lama dianggap tabu dan aib yang sulit bahkan tak bisa diungkapkan. Ini yang membuat banyak perempuan tak berani buka suara. Di kalangan upper class, middle class, maupun lower class, semua bungkam. Saya ingin mengubah cara pikir itu."

    "Semakin sering dibicarakan, semakin saya mau orang sadar, mulai terbuka, dan menentang pelecehan supaya bisa sama-sama mencari solusi terbaik. Kenapa? Sebab membuka ruang dialog adalah sesuatu yang sangat penting. Dari situ kita tahu apa yang harus dilakukan. Itulah sebabnya kita ingin RUU PKS segera disahkan agar para perempuan bisa memperoleh perlindungan yang lebih formal dari Negara.”

    Jelas Hannah yang meyakini bahwa tindak kekerasan terjadi akibat adanya relasi kuasa di mana satu pihak merasa lebih kuat dibandingkan yang lain.

    “Laki-laki dan perempuan harus saling menghargai. Jangan hanya minta untuk dihormati, sebab perempuan pun harus respek pada laki-laki. This is the real definition of equality. Karena kesetaraan adalah hak semua gender meski perempuan memang jauh lebih rentan dan marjinal."

    "Pesan saya, siapa saja yang mengalami segala bentuk harassment, segera cari support system atau lari ke LSM seperti Hollaback! Jakarta, Lentera, atau Yayasan Pulih yang memang peduli terhadap isu ini. Jangan diam!” ujarnya mengakhiri pembicaraan.


    Awarding Night 'Women of the Year 2019' herworld Indonesia berlangsung Selasa, 22 Oktober 2019, pukul 18:30 WIB di Hotel Sultan Jakarta.

    (Teks: Rengganis Parahita. Foto: Hadi Cahyono. Pengarah gaya Yolanda Deayu. Tata rias wajah Kunsoo Makeupartist, Tata rias rambut Erick Latief)




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below