Indonesian Dance Festival 2020 Beralih ke Panggung Virtual


  • Indonesian Dance Festival 2020 Beralih ke Panggung Virtual
    Para pembicara di press conference IDF2020.zip (Foto: Dok. Indonesian Dance Festival)

    Layaknya berbagai acara lainnya, pelaksanaan Indonesian Dance Festival 2020 (IDF) beralih ke panggung virtual karena pandemi COVID-19. Di tahun kedua puluh delapan ini, IDF diselenggarakan pada 7-14 November 2020 dengan menghadirkan panggung ke rumah masing-masing penikmat seni kontemporer.


    (Baca Juga: Indahnya Kolaborasi Tarian Modern dan Tradisional)




    Dalam press conference yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa (27/10/20), Tim Pengarah IDF 2020, Ina Surya Dewi, menuturkan bahwa pandemi membuka kemampuan eksplorasi di wadah yang baru bagi seni tari.


    “Kami mencari cara agar dapat tetap produktif sebagai individu maupun kolektif untuk dapat berkreasi dengan tetap aman,” lanjutnya.


    Bertransformasi dengan nama IDF2020.zip, sebuah festival tari kontemporer yang berlangsung sejak 1992 ini memposisikan dunia tari sebagai sesuatu yang dapat menyusut dan berkembang dengan adaptif secara dinamis. Meskipun terbatas karena pelaksanaan virtual, tahun ini justru menjadi kesempatan bagi IDF untuk menjangkau publik secara lebih luas tanpa batas. Terdapat beberapa kurator dalam rangkaian program IDF2020.zip, seperti Agnesia Linda Mayasari, Nia Agustina, Rebecca Kezia, hingga Arco Renz dari Belgia.


    Tema acara tahun bernama DAYA: Cari Cara yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. Melalui tema tersebut, IDF 2020 ingin menularkan semangat berkarya dan berkembang kepada seluruh seniman seni pertunjukan dan publik. Festival ini memiliki tiga program utama, yakni Performances, Kampana, dan zip.Conversations


    Dalam program Performances, para penikmat seni dapat menikmati karya seni yang menjadi salah satu titik tolak perkembangan tari kontemporer di Indonesia dan internasional. Sementara di Kampana, terdapat pemberdayaan seniman tari muda dan upaya untuk memberikan mereka akses untuk mengembangkan gagasannya, sedangkan zip.Conversations akan membicarakan dampak pandemi terhadap aktivitas dan eksistensi ketubuhan kita.


    Selama perjalanannya, bukan kali pertama IDF menghadapi sebuah tantangan. Sebelumnya, festival ini dilaksanakan saat resesi ekonomi hingga masa-masa dimana politik Indonesia menjadi isu yang hangat diperbincangkan.


    (Baca Juga: WOTY 2020: Ratri Anindyajati Berdayakan Seni Lewat Identitas)


    “Sekecil apapun, IDF 2020 harus tetap berjalan. Kami menyajikan festival menarik dan tidak membosankan untuk ditampilkan secara online,” ujar Ratri Anindyajati selaku Program Manager.


    Nantinya, festival ini dapat dinikmati melalui situs indonesiandancefestival.id.


    (Penulis: Aurelia Gracia)










 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below