WOTY 2020: Ratri Anindyajati Berdayakan Seni Lewat Identitas


  • WOTY 2020: Ratri Anindyajati Berdayakan Seni Lewat Identitas
    Ratri Anindyajati berdayakan seni saat pandemi (Foto: Dok. Instagram/ratrianindyajati)

    Memiliki mimpi untuk berkontribusi dalam memajukan seni pertunjukan di Indonesia membawa Ratri Anindyajati melebarkan sayapnya hingga berprofesi sebagai produser seni independen di Amerika Serikat. Bahkan, Ratri tetap berdayakan seni lewat identitas diri saat pandemi.


    (Baca Juga: WOTY 2020: Denica Flesch Kembangkan Bisnis Saat Pandemi)




    Ia mendukung ekosistem seni tari di Indonesia dengan menjadi duta program Saweran Online yang diselenggarakan oleh Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta dan bekerja sama dengan Indonesia Dance Network, Yayasan Eksotika Karmawibhangga Indonesia, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, OVO, dan DOKU.



    Alumnus California Institute of the Arts ini menjembatani seniman dan penikmat seni tari dengan upaya menjangkau orang-orang untuk memberikan donasi bagi para seniman yang mengunggah karyanya dalam program tersebut.

    Ratri mengharapkan agar program tersebut dapat membuat masyarakat lebih mengenal talenta seni tari dari Indonesia dan menjadi ruang bagi para seniman untuk terus berkarya.

    Selain membantu ekosistem seni tari, sebagai salah satu pasien yang sembuh dari COVID-19, Ratri juga membantu penanganan pandemi dengan mendonorkan plasma darah yang dapat membantu pemulihan pasien yang terpapar. Ia juga mengunggah konten-konten positif di media sosial dan menggaungkannya melalui Instagram live untuk menginspirasi orang lain di tengah kondisi ini.

    Namun, di balik hal-hal positif yang dilakukan, Ratri justru sempat mengalami keterpurukan akibat tudingan yang diberikan warganet di media sosial karena dirinya dan ibu serta adiknya menjadi warga Indonesia pertama yang terinfeksi virus corona. Ia bangkit secara perlahan untuk melawan hal negatif dengan menanamkan pemikiran positif.


    (Baca Juga: WOTY 2020: Kesibukan Happy Salma Selama Pandemi)

    "Jadi saat tiba-tiba identitas saya terekspos, yang saya pikirkan hanya satu, kalau memang tereksposnya identitas saya bisa digunakan untuk memajukan dunia seni pertunjukan Indonesia dan saya bisa digunakan sebagai platform teman-teman seni pertunjukan untuk membantu produksi karya mereka, jadi saya akan fokus di situ saja," ujarnya saat diwawancarai Her World Indonesia,  

    Ratri dibesarkan dalam keluarga seniman dan banyak menyaksikan pertunjukan seni selama hidupnya. Meninggalkan teater setelah menyaksikan karya seni memunculkan banyak perasaan dalam benaknya dan membuatnya terinspirasi.


    Selama kariernya, ia telah membantu seniman Tanah Air untuk tampil di luar negeri, seperti Didik Nini Thowok dan Darlene Litaay. Sebagai salah satu cara untuk memberdayakan wanita dalam pekerjaannya, Ratri memberikan kesempatan lebih besar untuk para wanita jika posisi yang dibutuhkan memiliki kualifikasi yang sama antara wanita dan pria.



    (Penulis: Aurelia Gracia)





 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below