Lulu Lutfi Labibi Rayakan Kenangan 'Sewindu Bercerita'


  • Lulu Lutfi Labibi Rayakan Kenangan 'Sewindu Bercerita'
    Lulu Lutfi Labibi, perancang busana yang berbasis di Yogyakarta menggelar fashion show koleksi Spring/Summer 2020 “Sewindu Bercerita". (Foto: Dok/LuluLutfiLabibi)


    Lulu Lutfi Labibi, perancang busana yang berbasis di Yogyakarta menggelar fashion show koleksi Spring/Summer 2020 bertajuk “Sewindu Bercerita” di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta, pada Sabtu (14/9).

    Fashion show yang disertai pameran karya selama satu pekan ini diselenggarakan untuk merayakan delapan tahun kiprah Lulu Lutfi Labibi dalam industri mode. Dalam delapan tahun ini Lulu berhasil mengangkat lurik dan gaya dekonstruktif ke permukaan, sehingga koleksinya diminati para pencinta mode Nusantara. Bahkan ia pun kerap membawa karyanya dalam pameran-pameran mode mancanegara.



    “Bagi saya, perayaan ‘Sewindu Bercerita’ ini adalah momen syukuran dan doa bersama untuk merayakan rasa syukur, bahwa perjalanan berkarya selama delapan tahun ini telah memberikan banyak sekali pelajaran hidup dengan segala gelap dan terangnya.”

    (Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Desainer Lulu Lutfi Labibi) 


    (Peragaan Sewindu Bercerita karya Lulu Lutfi Labibi. Foto: Dok/LuluLutfiLabibi) 


    Judul “Sewindu Bercerita” dipilih karena dalam tiap koleksinya, Lulu selalu mengangkat cerita sederhana yang dekat dengan kesehariannya, sehingga narasi yang ia angkat menjadi tidak berjarak bagi penikmatnya. Seperti juga pada koleksi-koleksi sebelumnya yang menyerupai rangkaian kisah personal sang perancang, yaitu “Jantung Hati” (2015), “Gedangsari Berlari” (2016); “Hypecyclus”, sebuah kolaborasi dengan Indieguerillas (2017); “Perjalanan” (2017), “Tirakat” (2017), “Persimpangan” (2018), “Tepian” (2019), dan “Murakabi” (2019).

    Koleksi “Sewindu Bercerita” merangkum delapan tahun karir Lulu dalam 70 looks. Seluruh looks menggunakan motif-motif lurik dan batik yang telah Lulu ciptakan, seperti Baur Rupa, Duka Luruh, dan Langit Senja. Ya, setiap motif lurik maupun batik yang diciptakannya selalu diberi nama yang sarat makna. Lulu kerap melempar ide kepada teman-teman terdekatnya untuk ikut menyumbang nama bagi ‘bayi’ lurik dan batik yang dilahirkan.

    Seluruh perca (bahan sisa pakai) dari lurik dan batik yang telah dipakai Lulu selama delapan tahun karirnya, dijalin kembali menjadi sebuah karya baru nan indah dan penuh cerita. “Dalam Sewindu Bercerita, saya mengolah perca lurik dan batik yang tidak pernah saya buang dan saya kumpulkan selama delapan tahun. Perca lurik dan batik dipotong kemudian ditenun kembali dengan benang pakan dan lungsi, yang dikerjakan tangan dalam proses menenun ATBM (alat tenun bukan mesin).”



    (Pameran di Sewindu Bercerita. Foto: Dok/LuluLutfiLabibi) 


    Selain fashion show, Lulu Lutfi Labibi juga menyelenggarakan pameran karya dengan art director Santi Indieguerrillas. Pameran berlangsung di JNM dari tanggal 15 – 20 September 2019. Medium pameran dipilih untuk meruangkan karya-karya Lulu selama delapan tahun yang dibagi ke tiap ruangan di lantai pertama Jogja National Museum. Kolaborasi dengan Indieguerrillas sendiri pertama kali dijalin pada tahun 2015 dalam karya “Petruk Jadi Supermodel” yang dipamerkan di ARTJOG 2015.

    Dari ruang ke ruang, pameran disajikan dalam berbagai bentuk. Ada film pendek yang diputar lewat proyektor ke dinding, bentangan kain panjang membelah ruang yang masih menyangkut pada alat tenun, beberapa display koleksi dengan masing-masing lurik bernama, pameran foto, dan infografis perjalanan Lulu selama delapan tahun. Cerita yang ingin dibagi oleh sang desainer pun tervisualisasi secara apik.

    “Buat saya, menyatukan perca adalah cara menenun kenangan menjadi gulungan kain agar bisa saya bagi kepada semua orang yang memakainya.”

    (Teks: Shantica Warman) 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below