Nostalgia 'Biar Klasik Tapi Asik' Bareng Sheila On 7


  • Nostalgia 'Biar Klasik Tapi Asik' Bareng Sheila On 7
    Sheila on 7 menggelar konsernya bertajuk Harmonia: Classic Story yang melempar para penggemar setia pada lagu-lagu klasik era 90-an. (Foto: Dok/IkaWahyuni/herworldIndonesia)


    Setelah dua dekade sejak kemunculannya, band Sheila On 7 membawa penggemar setianya bernostalgia ke era emas musik 90-an lewat lagu-lagu klasik yang hit dan seolah abadi di telinga. 

    Dari mulai 'Dan', 'Pejantan Tangguh', 'Kisah Klasik Untuk Masa Depan', 'Sephia' hingga 'Seberapa Pantas'. Tak hanya itu saja, bertahan selama dua puluh tahun, band yang kini digawangi Duta (vokal), Eross (gitar), Adam (bass), Brian (drum) dan Ferry (additional keyboard) itu juga membawakan lagu-lagu mereka di era 2011-2018, seperti 'Berlayar', 'Musim yang Baik', 'Lapang Dada' hingga 'Film Favorit'.   



    Sheila On 7 hadir melepas rindu dan juga menjadikan momen tak terlupakan bagi siapa saja yang hadir di Livespace, SCBD Jakarta di konser bertajuk 'Harmonia: Classic Story' yang berlangsung akhir pekan lalu. Seperti apa riuhnya? 

    (Baca juga: Sheila On & Rilis Album 'Musim yang Baik') 

    Sebelum tampil di atas panggung, The Soulful hadir sebagai band pembuka. Beberapa lagu klasik dan lawas dibawakan hingga penonton sedikit pemanasan menuju penampilan Sheila On 7. 

    Begitu Duta dan kawan-kawan muncul dengan kesederhanaan atribut khasnya, ratusan penonton yang sudah memadati ruang konser tak kuasa berteriak kencang. Lagu 'Pejantan Tangguh' dan 'Seberapa Pantas' menjadi pembuka yang mendapat teriakan paling kencang dan sing along tak tertahankan. 


    (Konser Harmonia: Classic Story Sheila On 7. Foto: Dok/IkaWahyuni/herworldIndonesia) 


    Setelah menggebrak lewat beberapa lagu, Duta memberi sapa, mengenalkan para personil dan mengingatkan bahwa malam itu akan menjadi malam bersama lagu-lagu hit Sheila On 7. 

    Maka mengalirlah kemudian lagu-lagu yang diambil acak dari album-album mereka, dari mulai Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki di 1999, hingga Musim yang Baik di 2014. Seperti Kita, Dan, Itu Aku, Melompat Lebih Tinggi, Pria Kesepian, dan Jadikanlah Aku Pacarmu. 

    Lagu Sephia, dengan gubahan yang sedikit lebih ngebeat mendapat reaksi lebih besar dari lagu-lagu lainnya. Dan SO7 memberi sedikit gubahan yang membuat lagu ini menjadi lebih asik untuk dinikmati. 

    Konser nostalgia 

    Sebagai salah satu band yang naik daun di akhir 90-an, dan laris manis di tiga album pertamanya, yakni Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki (1999), Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000) dan 07 Des (2002), SO7 tak pelak punya fans setia yang bakal selalu ada. 


    (Konser Harmonia: Classic Story Sheila On 7. Foto: Dok/IkaWahyuni/herworldIndonesia) 


    Ketika satu persatu band 90-an rontok, bubar jalan, dan tak lagi bertahan, SO7 terus berkarya. Bahkan, setelah kontrak dengan Sony Music berakhir di 2014, mereka terus membuat lagu, seperti keluarnya single Film Favorit tahun lalu.

    Jika melacak jejak, total mereka telah menelurkan delapan album, dan dua album soundtrack dan kompilasi terbaik. Di samping tiga album di atas, diikuti Ost 30 Hari Mencari Cinta (2003), Pejantan Tangguh (2004), The Very Best of Sheila On 7: Jalan Terus (2005), 507 (2006), Menentukan Arah (2008), Berlayar (2011), dan Musim yang Baik (2014). 

    Perjalanan dua dekade dan terus mempertahankan genre musik dan kekhasan bukanlah perkara mudah. Dan dapat menyaksikan kembali bagaimana band ini menyanyikan lagu-lagu terbaiknya tak bisa dipungkiri menjadi momen yang mungkin tak akan berulang setiap hari. Dan oleh karenanya, tak heran juga ruang konser begitu riuh dan padat. Semua ingin mengenang yang baik. Semua ingin merasakan momen terbaik. 

    Lagu Kisah Klasik Untuk Masa Depan dan Sahabat Sejati dengan tempo cepat menjadi penutup yang bakal menempel di ingatan. Duta dan kawan-kawan mungkin akan terus berkarya dan mengeluarkan album baru, tapi bagaimanapun Kisah Klasik telah menjadi cerita yang bakal terus ada di kepala, dan terngiang-ngiang di telinga.