Review Film: 'Spiderman: Far From Home'


  • Review Film: 'Spiderman: Far From Home'
    Film Spiderman: Far From Home melanjutkan kisah Peter Parker remaja, dan juga menjadi kelanjutan dari seri Avengers: Endgame. (Foto: Dok/SonyPictures/imdb)


    Menjadi salah satu film paling ditunggu tahun ini, 'Spiderman: Far From Home' memenuhi semua ekspektasi akan lanjutan kisah 'Spiderman: Homecoming' (2017), dan juga kelanjutan cerita 'Avengers: Endgame' (2019) dari seri Marvel Cinematic Universe (MCU). 

    Disutradarai Jon Watts (Spiderman: Homecoming), 'Spiderman: Far From Home' menghadirkan kisah Peter Parker aka Spiderman (Tom Holland) dengan latar delapan bulan usai kembali dihidupkannya orang-orang akibat jentikan jari Thanos. 



    Peter remaja kembali ke sekolah, menjalani darmawisata bersama teman-temannya, dan berniat untuk mengungkapkan perasaannya pada MJ (Zendaya). Namun, di sela-sela itu, ia dihadapkan pada persoalan bagaimana nasib Avengers setelah Iron Man tiada, dan bagaimana jika seseorang dari Multiverse muncul dan membahayakan orang-orang di sekitarnya? 

    (Baca juga: Review Film: Avengers: Endgame) 

    Sebelum pengenalan akan latar tempat dan waktu serta background cerita, film 'Spiderman: Far From Home' dibuka dengan adegan Agent Nick Fury (Samuel L Jackson) dan Maria Hill (Cobie Smulders) di tengah Meksiko yang luluh lantak. Elemental, monster penghancur bumi muncul diikuti pahlawan Mysterio yang menjadi juru selamat. 


    (Peter Parker dan Nick Fury. (Foto: Dok/SonyPictures) 


    Cerita kemudian kembali ke New York, di mana Peter sedang mengungkapkan rencana pada sahabatnya Ned (Jacob Batalon) saat darmawisata sekolah ke Eropa yang akan datang. Salah satunya adalah mendekati MJ. Namun, semua tak semudah yang dibayangkan. Bagaimanapun, Peter adalah Spiderman, salah satu dari pahlawan Avengers, dan seseorang yang dipercayai Tony Stark (Iron Man) untuk melanjutkan peran sebagai pahlawan bumi. 

    Happy Hogan (Jon Favreau), kaki tangan Stark muncul memberinya clue. Tak lama kemudian muncul Quentin Beck aka Mysterio (Jake Gyllenhaal) yang diyakini berasal dari bumi belahan lain, atau multiverse yang tercipta akibat jentikan jari dari Infinity Stone. Peter dan Quentin mesti bekerjasama untuk menaklukkan monster Elemental Api (yang tersisa setelah Tanah, Angin, dan Air) yang muncul merusak dan membahayakan makhluk bumi. Sebelumnya, Elemental Air hampir membuat teman-teman sekolah Peter menjadi korban saat mereka berada di Venesia. 

    Peter dihadapkan pada pilihan apakah menghindar dari tanggungjawab sebagai Spiderman atau kembali mengenakan kostum dan menerima kepercayaan yang sudah diberikan? Dari sini, cerita mengalir dengan humor di sana-sini yang mengaduk emosi, serta aksi yang heroik mengesankan. 

    Peter Tingle 

    Cerita Spiderman: Far From Home dibangun duo penulis naskah Chris McKenna dan Erik Sommers (Spiderman:Homecoming). Selain melanjutkan kisah Spiderman sebelumnya, mereka juga mesti menjaga kelanjutan dari seri MCU, di mana film ini juga menjadi seri penutup Fase ke-3, sebelum MCU masuk ke tahap cerita selanjutnya. 


    (Spiderman. Foto: Dok/SonyPictures) 


    Makanya kemudian akan muncul Agent Nick Fury, dan Happy Hogan. Adanya tribut khusus untuk Iron Man, serta bagaimana orang-orang di kehidupan Peter masih muda, termasuk bibi May (Marisa Tomei) karena gap lima tahun yang 'hilang'. 

    Yang menarik adalah ketika film ini mengalir dengan penceritaan yang asik, penuh humor, menggugah emosi, sekaligus menghadirkan berbagai aksi superhero yang membuat takjub. 

    Tom Holland memerankan Peter Parker dengan menyenangkan, dan menampilkan chemistry yang kuat saat beradu akting dengan Zendaya dan juga Jake Gyllenhaal. Sementara, Jacob Batalon mencuri perhatian di setiap kemunculannya. 

    Seperti halnya Avengers: Endgame yang mengaduk emosi, terdapat beberapa momen yang juga hampir sama menggugahnya. Khususnya ketika Peter Parker berada di titik terendah dan berupaya untuk bangkit. Momen-momen penting ini digarap dengan detail mengesankan. 

    Insting Peter atau Peter Tingle menjadi simbol yang menyimpan banyak makna. Dari remaja 16 tahun yang ingin kehidupan normal seperti remaja lainnya, Peter Parker mengalami perubahan signifikan, dan menyaksikannya berubah menjadi pengalaman tersendiri yang turut menjadikan film ini spesial. 

    Dua adegan bonus di mid-credit title dan end credit title tampil menjanjikan untuk kelanjutan kisah Spiderman berikutnya, dan juga kisah untuk seri MCU fase-empat yang akan datang. Untuk bocoran adegan ini, melengkapi kepuasan tersendiri saat beranjak pulang. 

    Film Spiderman: Far From Home tayang di bioskop Indonesia mulai 3 Juli 2019. 





 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below