'Prada Re-Nylon': Mewah dan Ramah Lingkungan


  • 'Prada Re-Nylon': Mewah dan Ramah Lingkungan
    (Koleksi kapsul 'Prada Re-Nylon'. Foto: Dok. Prada)


    Rumah mode Prada membuat gebrakan baru dengan mengadakan proyek 'Re-Nylon'. Proyek ini merupakan upaya label yang telah berdiri sejak 1913 tersebut untuk lebih melestarikan lingkungan dengan mengganti material nilon yang biasa mereka gunakan menjadi yang lebih ramah lingkungan. 

    "Saya sangat semangat untuk mengumumkan peluncuran koleksi 'Prada Re-Nylon'. Tujuan utama saya adalah untuk mengganti seluruh nilon murni Prada menjadi 'Re-Nylon' pada akhir tahun 2021," ujar Lorenzo Bertelli selaku Head of Marketing and Communication dari Prada Group.



    (Baca juga artikel: 'Staple': Koleksi Batik yang Ramah Lingkungan)

    Prada berhasil membawa material utilitarian tersebut ke dunia mode dan menjadi bentuk baru kemewahan. Material nilon pun menjadi elemen penting bagi brand tersebut dalam memasuki dunia mode kontemporer. 

    Berbagai tas ikonis Prada kini dihadirkan kembali dalam koleksi 'Re-Nylon' yang menggunakan material tersebut. Terdiri dari shoulder bag, tas pinggang, tas tote, tas duffle, dan dua jenis tas ransel, koleksi bergaya klasik ini bisa dikenakan oleh pria ataupun wanita.




    (Koleksi kapsul 'Prada Re-Nylon'. Foto: Dok. Prada)


    "Prada menandai langkahnya dengan proyek ini, mengambil peran utama dalam kelestarian lingkungan di antara berbagai label Italia. Kami senang untuk berkolaborasi dalam koleksi kapsul mereka, tetapi yang terpenting, untuk mendukung mereka sebagai rekan dalam proses konversi seluruh produksi nilon," ungkap Giulio Bonazzi selaku Chairman dari Aquafil.

    Sejumlah persentase dari penjualan koleksi kapsul 'Prada Re-Nylon' juga akan disumbangkan untuk proyek yang berhubungan dengan keberlanjutan lingkungan. 

    (Baca juga artikel: Mengenal Lebih Dalam Gerakan 'Green Carpet Challenge')

    Prada juga berkolaborasi dengan UNESCO untuk mengembangkan aktivitas edukasi yang melibatkan murid-murid dari berbagai negara untuk mengimplementasikan rencana pelajaran menggunakan plastik, serta topik circular economy untuk menginspirasi mereka.

    Program edukasi ini dibuat menyelimuti dua poin, yaitu belajar dan mengambil tindakan. Salah satu hasil dari program ini nantinya adalah berupa kampanye meningkatkan kesadaran yang dirancang oleh para murid tersebut. 




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below