7 Hal Menarik Seputar Peringatan 'Hari Buku Nasional'


  • 7 Hal Menarik Seputar Peringatan 'Hari Buku Nasional'
    Sejarah tercetusnya 17 Mei menjadi Hari Buku di Indonesia.Foto:Dok/Pixabay


    Hari ini, 17 Mei, Indonesia memeringati Hari Buku Nasional. Ini bukan kali pertama, tapi sudah diperingati sejak 2002 lalu.

    Bicara soal Hari Buku, sebelumnya UNESCO menetapkan 23 April (sejak 1995) sebagai Hari Buku Sedunia dengan tujuan mempromosikan penerbitan dan hak cipta buku ke dunia. Lalu, kenapa 17 Mei dipilih menjadi tanggal untuk memperingatinya di Indonesia? Ternyata hal ini berkaitan dengan hari lahirnya Perpustakaan Nasional.



    Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 7 hal menarik seputar peringatan 'Hari Buku Nasional': 

    (Baca juga: Menyelami Indonesia, 7 Buku Klasik yang Patut Dibaca) 


    1. Asal usul

    Adalah Menteri Pendidikan dari Kabinet Gotong Royong Bersama, Abdul Malik Fajar yang mencetuskan tanggal tersebut menjadi hari ulang tahun untuk buku di Indonesia. Sebab, tanggal tersebut bersamaan dengan lahirnya Perpustakaan Nasional yang berdiri sejak 17 Mei 1980. 


    2. Peringatan ke-17 tahun 

    Diperingati sejak 2002, tahun ini Hari Buku Nasional menjadi peringatan yang ke-17 tahun. Ditengarai, rendahnya produksi buku di tahun 2002, yang hanya mencapai 18.000 judul per tahunnya, juga menjadi latar belakang dari peringatan hari buku di 17 Mei.


    3. Minat baca

    Namun, sayangnya meski memiliki perpustakaan tertinggi di dunia, ternyata tidak membuat Indonesia menjadi negara yang memiliki minat baca tertinggi, justru sebaliknya. Data dari kajian Most Littered Nation in the World pada 2016 menempatkan negara Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara, satu peringkat di atas Botswana.


    4. Pengiriman buku gratis 

    Pemahaman literasi memang belum seutuhnya menjamur  di berbagai wilayah Indonesia. Pada tahun 2017, Najwa Shihab selaku Duta Baca Indonesia bersama dengan presiden Joko Widodo pun pernah mengusung untuk menyalurkan buku-buku ke pelosok negeri. Kini, sejak 2017 PT Pos Indonesia membuka layanan pengiriman gratis setiap tanggal 17 bulan Januari-Desember. 


    5. Potongan harga 

    Sebagai peringatan hari besar Nasional, sejumlah toko buku pun turut merayakannya dengan menghadirkan potongan harga untuk pembelian buku di hari ini. Gramedia misalnya memberi potongan harga hingga 30persen, dan turut membuat Stack Book Challenge untuk memeringati Hari Buku Nasional. 


    6. Nasib penerbit  

    Minat baca buku dan penerbit tak bisa dihindari saling berkaitan. Minat baca yang rendah di Indonesia dapat menghambat perkembangan distribusi penjualan buku di tanah air. Di tahun 2015, Ikatan Penerbit Indonesia atau IKAPI menyebutkan bahwa hanya terdapat 54 persen penerbit yang aktif dari total penerbit sebanyak 1.328. Untuk menjadi penerbit yang aktif, setidaknya terdapat 10 judul buku yang harus diterbitkan setiap tahunnya.


    7. Pameran buku 

    Di luar problem minat baca, setiap tahunnya Indonesia hampir selalu mengikuti pameran buku internasional di beberapa perhelatan. Di antaranya Frankfurt Book Fair, Bologna's Children Book Fair, Sharjah International Book Fair, hingga Maret lalu menjadi fokus pasar di London Book Fair 2019. 

    So, di peringatan hari Buku Nasional ini, apa yang jadi harapanmu terhadap dunia buku dan minat baca?