UFF 2019: Rempah dan Rahasia Enaknya Makanan Aceh


  • UFF 2019: Rempah dan Rahasia Enaknya Makanan Aceh
    Aceh punya sejarah panjang dalam perjalanan kulinernya. Kaya akan rempah membuat kuliner Aceh selalu tak pernah gagal menggugah selera. (Foto: Dok/RahmanIndra/herworldIndonesia)


    Bicara soal makanan Aceh, ingatan selalu membayangkan enaknya mi Aceh, martabak atau kopinya. Tak banyak yang tahu kalau di Aceh, yang kaya rempah dan bumbu masak, ada 100 lebih varian kari atau gulai yang tak kalah menggugah selera. 

    Hal itu disampaikan Irmayani, kepala bidang sejarah dan budaya Kementerian Pariwisata Aceh di sela diskusi Food for Thought, Ubud Food Festival 2019 Presented by ABC, pada Jumat (26/4). Dalam presentasinya ia juga mengungkapkan cengkeh, lada dan pala adalah beberapa dari rempah yang terkenal di sana. 



    "Merunut sejarahnya, Aceh adalah pusat perdagangan rempah, yang dilalui para pedagang dari Arab, China, Eropa dan juga India," ujar dia menambahkan. Dari pengaruh budaya yang datang inilah lahir makanan Aceh yang bercita rasa kuat dan lezat. 

    (Baca juga: Ubud Food Festival 2019 Resmi Dibuka) 

    Bicara tentang makanan selalu menggairahkan. Dan makin banyak dibicarakan, makin bikin penasaran. Ini juga yang kemudian berlaku ketika mengulas makanan Aceh. 


    (Wan Windi Lestari, Ade Putri, Irmayani dan Janet Deneefe dalam sesi Food for Thouht. Foto: Dok/herworldIndonesia) 


    "Salah satu jenis makanan khas Aceh, adalah kari. Ada lebih dari 100 jenis kari dari 23 kawasan di Aceh, dari mulai kari ayam, sapi, seafood, hingga durian," ujar Irmayani. 

    Dalam memasak kari, diperkirakan ada sekitar 20-an rempah yang digunakan. Di antaranya uneuleuh sebagai pengganti coconut milk, pilek u atau fermented coconut sebagai pengganti sour cream, daun salam dan daun pandan. 


    (Aceh Culinary Festival booth di UFF 2019. Foto: Dok/herworldindonesia) 


    Apakah benar orang Aceh menggunakan ganja dalam masakannya? Menjawab ini Wan Windi Lestari, direktur kreatif Aceh Culinary Festival mengatakan anggapan itu tak sepenuhnya benar. Ada juga yang karena alasan strategi marketing yang bikin orang penasaran. Kalaupun ada, tak berlaku pada semua makanan. 

    Untuk membuktikan itu, Windi mengundang publik untuk membuktikannya di gelaran Aceh Culinary Festival yang dijadwalkan berlangsung dari 5-7 Juli 2019. Meski tak sebesar UFF, kata dia, festival ini menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi lebih jauh akan keunikan dan kelezatan makanan Aceh. 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below