A Chat With Pevita Pearce: Antara Film dan Fashion


  • A Chat With Pevita Pearce: Antara Film dan Fashion
    Pevita Pearce mengungkap kesibukannya dari mulai film Rumah Merah Putih hingga rencana peluncuran label busana siap pakainya, PV. (Foto: Dok/HerworldIndonesia)


    Ditemui di sela-sela pemotretan untuk sampul majalah Herworld Indonesia edisi April 2019, Pevita Pearce (26) mengungkapkan kesibukannya usai syuting film Rumah Merah Putih. 

    Ia juga merambah dunia mode lewat peluncuran koleksi ready-to-wear barunya bertajuk PV. Kata dia, fashion selalu jadi perhatiannya, karena ia juga sempat mempelajari fashion business.  



    Bagaimana menggeluti dua dunia berbeda ini, dan dari mana inspirasinya berasal? Simak interview eksklusif Herworld Indonesia dengan Pevita berikut ini: 

    (Baca juga: A Chat With Velove Vexia: Menyoal Kesehatan Mental) 


    Hai, Pevita! Kabarnya akan ada film baru yang segera tayang, bisa diceritakan?

    Film baru saya berjudul Rumah Merah Putih akan segera tayang bulan Juni ini dan menceritakan tentang kisah persahabatan anak-anak di perbatasan. Bisa dibilang karakter saya di film ini adalah sesuatu yang berbeda dari biasanya.


    (Pevita Pearce. Foto: Wong Sim, Stylist Bimo Permadi, Assistant stylist Yolanda Deayu, Makeup Bubah Alfian, Hairdo Rangga Yusuf, Busana dan aksesori Longchamp)


    Bagaimana proses shooting-nya?

    Kami shooting di Atambua, NTT yang menjadi perbatasan antara Timor Leste dan Indonesia. Proses shooting-nya sendiri kurang lebih selama 1 bulan. Saya memerankan seorang gadis Timur bernama Maria, seorang tante dari Oscar yang tumbuh tanpa orang tua. Kesulitannya mungkin lebih dari segi bahasa dan bagaimana saya harus mengadaptasi attitude serta behavior orang asli di sana. Ini adalah tantangan yang menarik karena saya belum pernah mengalami experience ini sebelumnya. Selain itu, pendalaman emosi antara Maria dan Oscar juga cukup menantang. 


    Baru-baru ini Pevita juga baru jadi tante, apakah hal ini membantu pendalaman karakter?

    Iya, saya baru punya keponakan. Saat proses shooting, keponakan saya baru berusia 1 bulan. Bisa dibilang saya benar-benar terbantu walaupun umur keponakan saya berbeda dengan karakter Oscar. Saya juga punya adik berusia 8 tahun dan untungnya kehadiran mereka ini bisa membantu saya memerankan emosi ini. Selain itu, pemain-pemain film Rumah Merah Putih yang kebanyakan anak-anak ini juga sangat profesional dan saya sangat terkejut.



    (Pevita Pearce. Foto: Wong Sim, Stylist Bimo Permadi, Assistant stylist Yolanda Deayu, Makeup Bubah Alfian, Hairdo Rangga Yusuf, Busana dan aksesori Longchamp)


    Kamu juga baru meluncurkan PV by Pevita, apa yang menginspirasi?

    Ini adalah koleksi ready-to-wear saya dengan harga yang affordable. Dari awal saya memang tertarik dengan fashion. Dulu pun sempat menekuni pendidikan di jurusan fashion business. Saya ingin membuat koleksi pakaian yang mencakup semua tipe gaya perempuan Indonesia yang mandiri dan memiliki lebih dari satu profesi.


    Seperti apa style yang ingin ditampilkan?

    Menurut saya, setiap orang memiliki beberapa karakter dalam dirinya dan saya ingin menunjukkan karakter tersebut. Koleksi PV by Pevita cukup basic tapi bahannya cukup beragam, ada yang shiny, ada juga yang berwarna cerah seperti biru neon dan pink. Intinya saya ingin menantang para pembeli untuk bisa mix ‘n match sesuai dengan kepribadian mereka.


    Kesulitan yang paling dirasa saat memulai bisnis?

    Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana kita bisa menyatukan ide dalam kepala hingga menghasilkannya ke dalam bentuk fisik. Apalagi saya bekerja dengan banyak tim, jadi untuk bisa menyatukan isi kepala semua orang tentu sulit. Ditambah saat proses pengerjaan waktu itu saya masih shooting di Atambua sehingga sempat ada kesulitan berkomunikasi dengan tim. Untungnya sekarang waktu saya sudah cukup bebas sehingga bisa lebih membagi waktu dan fokus.


    Ada tip bisnis yang dilakukan?

    Yang pasti kita harus fokus. Kedua, kita harus tahu apa yang diinginkan karena ini akan menjadi tulang-tulang yang membentuk bisnis tersebut di masa depan. Ibaratnya semacam visi dan misi. Kita juga harus meyakinkan bahwa pekerjaan ini long term, sustainable, dan bisa dikembangkan. Sejauh ini label ini masih bergerak secara online tapi tidak menutup kemungkinan adanya offline store di luar Jakarta.


    (Pevita Pearce. Foto: Wong Sim, Stylist Bimo Permadi, Assistant stylist Yolanda Deayu, Makeup Bubah Alfian, Hairdo Rangga Yusuf, Busana dan aksesori Longchamp)


    Seberapa besar antusias Anda dengan makeup?

    Saya orang yang menikmati bermain dengan makeup tapi bukan tipe yang wajib ke luar rumah pakai makeup. But it’s really fun, it feels like you’re drawing but in your face. Awalnya saya sama sekali tidak bisa mengaplikasikan makeup tapi berkat banyaknya informasi yang ada, saya jadi mulai suka mencoba dan ternyata seru. Malah rasanya seperti self-therapy, bukan untuk orang lain melainkan untuk diri sendiri. 

    Punya produk makeup andalan?

    Maskara dan lipstik! Hal simpel tapi bisa mengubah keseluruhan tampilan secara instan. Warna lipstik favorit saya sekarang adalah earthy tones.

    Banyak orang yang memilih belanja makeup atau skincare secara online, punya tip khusus saat belanja?

    Wah, ini memang tricky. Kita harus jadi smart consumer, apalagi saat membeli produk online. Pertama, cari tahu ingredients dalam produk tersebut. Apakah memang sesuai dengan apa yang kulit kita butuhkan atau hanya karena hype saja. Kedua, perbanyak baca atau menonton product review. Hal ini mencegah kita dari salah beli yang justru akan merugikan.

    Simak wawancara lengkap dan foto Pevita Pearce di Herworld Indonesia edisi April 2019. 

    (Teks: Kiki Riama Priskila) 




 
Advertisement - Continue Reading Below