9 Hal yang Patut Kamu Ketahui Seputar MRT Jakarta


  • 9 Hal yang Patut Kamu Ketahui Seputar MRT Jakarta
    Mulai diuji coba hari ini, Selasa (12/3), MRT Jakarta membuka ruang buat publik merasakan pengalaman menaikinya sebelum komersil. (Foto: Dok/MRTJakarta)


    Mulai hari ini, Selasa (12/3), PT MRT Jakarta membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut dalam tahap uji coba publik kereta rel listrik Mass Rapid Transit Jakarta. 

    Uji coba publik ini berlangsung hingga 24 Maret mendatang. Publik yang ingin mencobanya bisa mendaftar melalui pendaftaran daring (online) di situs web perusahaan, www.jakartamrt.co.id, yang nanti akan dialihkan ke www.ayocobamrtj.com. 



    Pendaftaran telah dibuka sejak 5 Maret 2019 lalu hingga 23 Maret 2019 mendatang. Seperti apa dan apa saja ketentuan seputar uji coba MRT Jakarta yang ditungu-tunggu warga ini? 

    (Baca juga: Jakpod, Hotel Kapsul Pertama Hadir di Jakarta) 

    1. Pendaftaran online

    Jika ingin mencoba uji MRT Jakarta dapat mendaftarkan diri melalui https://www.jakartamrt.co.id/ayocobamrtj/. Hingga 12 Maret, sudah terdaftar 190.599 orang dari target 285.600 orang selama 12 hari ke depan, yaitu tanggal 23 Maret.



    2. Rute Bunderan HI-Lebak Bulus

    Dengan rute perjalanan Bunderan HI-Lebak Bulus, MRT Jakarta membuat perjalanan yang awalnya dengan kendaraan pribadi bisa satu setengah jam menjadi setengah jam. Pada jaur ini tersedia 13 stasiun untuk menurunkan penumpang, yakni Stasiun Lebak Bulus - Fatmawati - Cipete Raya - Haji Nawi - Blok A - Blok M - Sisingamangaraja - Senayan - Istora - Bendungan Hilir - Setiabudi - Dukuh Atas - Bunderan HI. Mulai dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Sisingamangaraja adalah stasiun layang. Sedangkan Stasiun Senayan hingga Stasiun Bundaran HI adalah stasiun bawah tanah. 


    3. Beroperasi tanpa masinis 

    MRT Jakarta beroperasi tanpa masinis, karena sudah menggunakan sistem yang terintegrasi satu dengan lainnya. Pergerakan kereta dikendalikan dengan sistem Overhead Contact System (OCC). 



    4. Teknologi CBTC 

    MRT Jakarta disebutkan juga menggunakan teknologi canggih CBTC atau Communications-based Train Control. Ini adalah sistem persinyalan telekomunikasi yang digunakan untuk mengendalikan lalu lintas dan juga infrastruktur. Sistem tersebut memanfaatkan radio komunikasi antara peralatan VOBC (Vehicle On Board Controller) dan perangkat di luar kereta. Dengan menggunakan sistem tersebut, maka posisi kereta bisa diketahui secara akurat sehingga lalu lintas MRT bisa dikendalikan dengan lebih efisien dan aman.


    5. Fasilitas stasiun 

    Stasiun MRT Jakarta menyediakan sejumlah fasilitas, di antaranya eskalator, lift, ruang pertolongan pertama, ruang menyusui, toilet, PSD (Platform Screen Door), tempat duduk, ruang layanan penumpang, fasilitas bagi penyandang disabilitas, dan lainnya. Stasiun bawah tanah juga dilengkap pendingin ruangan, dan sirkulasi udara efektif di stasiun layang. 



    6. Dua jenis tiket 

    Akan ada dua pilihan jenis pendaftar, yaitu dengan kebutuhan khusus dan non-kebutuhan khusus. Hal ini diperlukan karena kondisi dan situasi di beberapa stasiun MRT Jakarta masih dalam tahap uji coba dan penyelesaian. 


    7. Kuota per-hari 

    Selama masa uji coba publik ini, akan diberlakukan kuota per hari yakni 4.000 orang sehingga bila hari yang diinginkan telah penuh, masyarakat dapat memilih hari lainnya.


    8. Jadwal perjalanan 

    Saat uji coba, MRT Jakarta beroperasi mulai dari pukul 08:00-16:00 WIB. Namun, saat beroperasi normalnya nanti akan beroperasi 20 jam sehari dari pukul 05:00-24:00 WIB. 


    9. Tujuan uji coba 

    Diharapkan melalui uji coba ini, masyarakat merasakan pengalaman awal sebelum MRT Jakarta beroperasi secara komersial dan dapat menjadi masukan bagi MRT Jakarta untuk meningkatkan kualitas layanan. Selama dan setelah mengikuti uji coba ini juga, diharapkan masyarakat dapat menceritakan pengalaman tersebut ke lingkungannya dan mengampanyekan budaya bertransportasi yang baik dan benar.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below