'Forward', Inisiasi Gerakan Mengejar Ketertinggalan


  • 'Forward', Inisiasi Gerakan Mengejar Ketertinggalan
    Demi mengejar ketertinggalan Indonesia, financial planner Jouska mengusung inisiasi gerakan bertajuk 'Forward'. (Foto: Dok/Forward)


    Demi mengejar ketertinggalan Indonesia, financial advisor independen Jouska Indonesia mencetuskan FORWARD, gerakan independen untuk mengajak orang-­orang untuk bergerak maju dan menciptakan suatu perubahan untuk membuat Indonesia yang lebih baik.

    Forward ditandai dengan kick-off atau peluncuran perdananya pada 9 Maret 2019 di Main Hall Kota Kasablanka. 



    "Ini bukan event seperti seminar atau talkshow yang satu kali selesai, Forward akan diikuti oleh berbagai aktivitas lainnya sepanjang tahun," ujar Aakar Abyasa, founder dan CEO Jouska Indonesia sekaligus penggagas Forward dalam kesempatan jumpa pers di Wayang Bistro, Kota Kasablanka, Jakarta, pada Jumat (8/3).

    Turut hadir bersamanya, Andandika Surasetja pemilik Studio Moral, Farah Dini Project Manager Forward, Timothy Hendrawan Associate Creative Director Makna Creative, dan Vikra Ijas, Co­founder Kitabisa.com.

    (Baca juga: Branding Diri Sendiri? Bisa)

    Lebih jauh, Aakar mengungkapkan Forward bukanlah konferensi, seminar, atau konser, melainkan gerakan memulai suatu perubahan dengan menghadirkan berbagai inspirasi dan ide-­ide segar.

    "Setelah Forward, akan banyak lagi gerakan lanjutannya yang akan dilakukan di tahun yang sama, karena bergerak maju tidak cukup dengan satu tindakan, tetapi membutuhkan sebuah proses yang berkesinambungan," ujarnya menambahkan.

    "Indonesia akan moving forward ketika masyarakatnya kuat secara finansial. Kuat secara finansial akan terwujud jika secara bersamaan masyarakat melakukan upgrade skill dan knowledge secara simultan dan diimbangi dengan paham finansial," ujar Aakar.

     Oleh karenanya, kata dia, tujuan dari Forward movement adalah mencetak the real agents of change. Gerakan ini bukan sekedar tagline atau basa-­basi, karena mencetak masyarakat yang memiliki global talent with the right financial knowledge is a must.” 


    (Gary Vaynerchuk. Foto: Dok/Forward) 


    Berlangsung selama tiga jam, kick-off pertama Forward turut menghadirkan pembicara utama Gary Vaynerchuk, CEO dan pendiri Vayner Media. Gary merupakan global talent yang bukunya termasuk buku terlaris versi New York Times, bisnisnya berhasil mempekerjakan banyak orang, dan kata­-katanya berpengaruh besar di media sosial.

     “Salah satu alasan saya memutuskan untuk berbicara di Forward karena ada banyak energi di sini. Saya sangat terdorong dengan kesempatan yang ada di kota ini. Saya sangat senang bisa berbicara di hadapan publik dan memberikan sesuatu yang bermanfaat," ungkap Gary Vaynerchuck, mengutip pernyataan resmi Forward.

    Mengejar ketertinggalan 

    Selain Gary Vaynerchuk, Forward juga menghadirkan Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan 2014 dan seorang pemimpin muda yang diakui berpengaruh dalam The World Economic Forum’s Young Global Leaders, yang akan membahas tentang Indonesia outlook hingga 2045/ di tahun ke­100 Indonesia merdeka. 

    Project Manager Forward, Farah Dini mengatakan dirinya dan tim telah memimpikan event ini begitu lama.

    "Membuat sebuah event yang juga menjadi awal suatu movement untuk membuat perubahan yang berarti untuk Indonesia,” ujarnya. 

    Dini menjelaskan, untuk mewujudkan Forward, ia menggabungkan lebih dari 100 orang­-orang muda berbakat dari berbagai latar belakang ilmu.

    “Setiap orang harus paham bahwa mereka memiliki peranan penting untuk turut berkontribusi terhadap perekonomian negara, dan itu semua diawali dari perubahan pada diri sendiri. Event ini ditujukan untuk masyarakat yang ingin terus bergerak maju bersama, dan selalu mengupgrade diri untuk menjadi Global Talent. Inilah salah satu sebabnya kenapa kami mengundang seorang international guest speaker di event Forward. 


    (Andandika dari Moral, Farah Dini Project Manager Forward, Aakar Abyasa Founder Jouska, Vikar Ijas dari Kitabisa.com dan Timothy Hendrawan dari Makna Creative. Foto: Dok/Forward) 


    Bergerak maju 

    Selain itu, dalam gelaran Forward turut tampil berbagai cerita inspiratif atau pengalaman orang­-orang muda yang bergerak maju. Salah satunya adalah Andandika Surasetja, pemilik Studio Moral.

    "Sebagai seorang creative director di industri fashion saya melihat potensi yang begitu besar di Indonesia. Kita punya talent luar biasa dari berbagai industri ­ musik, film, teater, IT, fintech, apapun itu! Soal inspirasi kita bisa gali dari tradisi dan identitas budaya Indonesia, dan saat kita bicara soal masa depan kuncinya adalah inovasi," katanya.   

    Dan untuk memulai kesuksesannya, Andandika memilih berkolaborasi ­ lintas industri, lintas disiplin. Sehingga semua yang tak mungkin bisa menjadi nyata. 

    Timothy Hendrawan, Associate Creative Director Makna Creative menyambut positif gerakan Forward. Bersama Jouska, ia mengupayakan bagaimana Forward menjadi sebuah gelaran yang tak hanya sekadar seminar tapi juga diiringi dengan konser dan keterlibatan peserta di dalamnya.

    Tak berhenti sampai di sana, Vikra Ijas, Co­founder Kitabisa.com, ikut bersuara di Forward.

    "Kami percaya bahwa kemajuan dapat dicapai lebih cepat jika kita bergerak bersama. Karenanya saya sangat apresiasi dengan gerakan Forward yang tidak hanya mengajak kita melangkah ke depan menjadi versi terbaik diri, namun juga melangkah bersama untuk membangun Indonesia."



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below