Review Film: 'Captain Marvel'


  • Review Film: 'Captain Marvel'
    Menjadi film superhero perempuan pertama solo dari Marvel Cinematic Universe, Captain Marvel mengusung tema perempuan kuat dan berdaya. (Foto: Dok/marvel.com)


    Menjadi salah satu film paling ditunggu, khususnya bagi fans fanatik Marvel Cinematic Universe (MCU), Captain Marvel memenuhi ekspektasi.

    Film Marvel ini tampil meyakinkan dengan cerita yang kompleks tapi menarik untuk diikuti, laga aksi mengesankan, hingga Brie Larson yang menghidupkan sosok Captain Marvel dengan sangat memukau. 



    Dengan kekuatan superhero yang dimilikinya, karakter bernama asli Carol Danvers itu menampilkan sosok perempuan kuat yang tahan banting, mahir beladiri, dan punya empati tinggi. Menginspirasi sekaligus asik untuk diikuti.

    (Baca juga: Review Film: Alita Battle Angel) 

    Digadang-gadang sebagai jagoan Marvel dalam film superhero perempuan solo pertama, Captain Marvel tak bisa dilewatkan begitu saja karena juga menjadi satu kepingan cerita dari semesta Marvel Cinematic Universe. 


    (Captain Marvel. Foto: Dok/Marvel) 


    Di film yang disutradarai Anna Boden dan Ryan Fleck ini, terungkap jati diri Carol Danvers sebelum menjadi Captain Marvel, superhero yang diyakini memiliki kekuatan tak terkalahkan, bahkan melebihi kekuatan para anggota Avengers. 

    Cerita dibuka ketika Carol Danvers (Brie Larson) berada di planet bernama Hala, sebagai angkatan khusus Star Force Kree yang berada di bawah naungan pelatih Yon-Rogg (Jude Law), dan anggota timnya antara lain Korath (Djimon Hounsou) dan Minn-Erva (Gemma Chan).

    Ia kerap bermimpi yang melemparnya ke masa silam ketika berada di bumi, menjadi pilot angkatan udara dan kenangan bersama ilmuwan Dr Wendy Lawson (Annette Benning). 

    Dalam satu misi mengejar Skrull yang jadi lawan Kree, Carol terjebak. Ia ditawan dan disodori kenyataan masa lampaunya yang selama ini masih samar dalam bayangan, bahwa ia sebenarnya adalah penghuni planet bumi yang telah 'dicuci otak' oleh Kree. 


    (Kree, Yon-Rogg. Foto: Dok/Marvel) 


    Carol bersedia membantu Skrull yang dipimpin Talos (Ben Mendelsohn) mencari tempat hunian baru dan menuju bumi untuk mendapatkan jawaban. Proyek laboratorium Mar-Vell (yang sempat dibangun Lawson) menjadi kunci dari semua pertanyaan. Kembali ke bumi memertemukan Carol dengan agent Nick Fury (Samuel L Jackson), sahabatnya Maria Rambeau (Lashana Lynch), dan anaknya yang pemberani Monica Rambeau (Akira Akbar). 

    (Carol Danvers dan Nick Fury. Foto: Dok/Marvel) 


    Kini dengan kekuatan supernya yang mengeluarkan api, menyerap energi, dan bisa terbang, Carol berada di tengah perang antara Kree-Skrull. Di antara menghadapi pasukan Kree dan menyelamatkan Skrull, Carol mengungkap jati diri yang sebenarnya. 

    (Baca juga: Review Film: Robin Hood)

    Diangkat dari novel komik berjudul sama, ada yang berbeda dari penggarapan film Captain Marvel. 

    Cerita ini menjadi lebih segar dengan mengungkap jati diri Carol Danvers dan sekaligus memperjelasnya. Bahwa ia bukan sepenuhnya alien berkekuatan super, meski ia memiliki kekuatan yang jauh di atas rata-rata. Jika di komiknya Captain Marvel ke bumi untuk satu misi penyerangan, di film ini ia datang ke bumi demi membantu bangsa Skrull mencari tempat hunian baru, dan di sepanjang perjalanan mengungkap jati diri dan sumber kekuatannya. 

    Dengan penggarapan yang matang, cerita yang masih masuk di akal, tidak berlebihan, serta akting Brie Larson yang memukau, Captain Marvel menjadi tontonan yang asik dan menghibur. 

    Ditambah bumbu komedi dengan kehadiran Nick Fury dan rekannya Agent Coulson (Clark Gregg), serta kucing Flerken bernama Goose yang gemas tapi 'berbahaya', semua jadi satu paket yang membuat dua jam berlalu tak berasa. 


    (Goose. Foto: Dok/Marvel) 


    Di luar kisah yang menginspirasi, serta aksi laga yang memanjakan mata, Captain Marvel punya muatan pesan yang inspiratif dan women empowerment yang kentara. Ada shoot berulang yang menunjukkan kekuatan terbesar dari Carol Danvers (bahkan sebelum punya kekuatan super sebagai Captain Marvel) adalah saat dia terus bangkit saat jatuh. 

    Tak hanya keberadaan Carol yang memberi inspirasi buat perempuan, tapi juga sahabatnya Maria Rambeau, dan termasuk anaknya Monica Rambeau (yang memberi Captain Marvel warna seragam merah biru dari awalnya hijau hitam). 

    Dengan penggarapan yang matang dan pesan yang kuat, film Captain Marvel menjadi salah satu film yang sayang dilewatkan begitu saja. Apalgi usai kredit title, ada cuplikan yang menjadi penyambung cerita untuk film Avengers: End Game. 

    Film Captain Marvel mulai tayang di bioskop Indonesia 6 Maret 2019. 





 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below