Ulasan Seni Pertunjukan Hairspray: The Broadway Musical


  • Ulasan Seni Pertunjukan Hairspray: The Broadway Musical
    Usai menghadirkan 'Into the Woods' tahun lalu, Teater Musikal Nusantara (TEMAN) menggelar pertunjukan drama musikal 'Hairspray'. (Foto: Dok/Instagram @morganoey)


    Usai menghadirkan 'Into the Woods' tahun lalu, Teater Musikal Nusantara (TEMAN) menggelar pertunjukan drama musikal 'Hairspray: The Broadway Musical' beberapa waktu lalu di Ciputra Artpreneuer, Jakarta. Meski mengalami sedikit masalah teknis khususnya bagian suara, secara keseluruhan pertunjukan musikal ini tampil mengesankan. 

    Brandon Bieber dari Broadway menjadi sutradara untuk pertunjukan yang beranjak dari karya Marc Shaiman, lirik Scoot Wittman, serta diadaptasi dari buku Mark O'Donnell dan Thomas Meehan ini. Dengan produksi yang dibuat persis mirip pertunjukan aslinya, Hairspray berlangsung sekitar tiga jam. 



    Venytha Yoshiantini dan Morgan Oey sebagai pemeran utama, serta para pemain lainnya menghadirkan musikal yang asik dengan dominasi tarian, nyanyian dan akting yang hampir semua stand-out. Sebuah pertunjukan musikal yang asik dan sangat menghibur. 

    (Baca juga: Hairspray: The Musical Broadway Hadir di Jakarta) 


    Pertunjukan 'Hairspray: The Broadway Musical' dibuka dengan adegan Tracy Turnblad (Venytha) kala menonton TV dengan latar cerita Baltimore, AS era 1960-an. Kegemarannya pada show The Corny Collins dengan host Corny Collins (Gusty Pratama) dan lead actor sosok tampan Link Larkin (Morgan), mendorongnya untuk ikut audisi menjadi salah satu pemeran di show TV tersebut. 


    (Morgan Oey sebagai Link Larkin. Foto: Dok/Instagram @morganoey) 


    Ditemani teman baiknya Penny (Putri Indam Kamila), Tracy mendapat perlakukan tak enak dan diskriminatif dari produser Velma von Tussle (Lea Simanjuntak), serta putrinya yang ambisius Amber (Andrea Miranda). 

    Di sela audisi, Tracy mendapat pelajaran menari dari temannya Seaweed (Damien Jonathans) yang mengenalkannya pada komunitas warga kulit hitam termasuk ibunya Motormouth Maybelle (Tina Simanjuntak), serta adiknya Little Inez (Ayasha Davierra). 

    Namun, situasi tak mudah buat Tracy. Awalnya kedua orangtuanya Wilbur (Renno Krisna) dan Edna (Peter Ong) enggan memberi izin karena khawatir ia gagal. Usai beberapa rintangan, keduanya membantu Tracy mewujudkan impiannya. 

    Berhasilkah Tracy masuk dalam tv show dan menarik perhatian Link sang idaman? Berlangsung dua babak, kisah Tracy yang mengupas isu diskriminasi era 60-an yang kental di Baltimore AS ini dibalut aksi tarian dan nyanyian yang menghibur. 

    Pertunjukan Musikal 

    Tampil di panggung Ciputra Artpreneur yang cukup besar, Hairspray benar-benar tampil persis seperti apa yang digambarkan dalam musikal Broadway. Dari mulai kostum, makeup, tata rambut (dengan sasakan tinggi ber-hairspray), serta latar dan property yang glamor penuh warna. Penonton diajak masuk dalam siaran tv khas masa silam. 

    Dari awal kemunculannya, nuansa kental 60-an dan gemerlap show tv kala itu sudah terasa. Hanya di beberapa scene latar yang diusung tampak tidak begitu pas, dan sedikit unik ketika tiga latar dihadirkan jadi satu di atas panggung. Selebihnya sangat memukau. 

    Dengan dialog berbahasa Inggris, hampir semua jajaran cast tampil stand out dan mencuri perhatian. Venytha sebagai leading lady tampil sangat mengesankan. Gerakan tarinya luwes dengan energi meluap, sedangkan suaranya kala menyanyi juga tak kalah mengagumkan. Tampil enjoy di atas panggung membuat karakter Tracy menjadi lebih hidup karenanya. 

    Pemeran lain yang tak kalah mencuri perhatiannya adalah Putri sebagai Penny, Lea Simanjuntak sebagai Velma yang jahat, Gusty Pratama sebagai Corny Collins, dan tentu saja Peter Ong sebagai Edna yang selalu menggelitik dan penuh humor di setiap kemunculannya. 

    Dari jajaran cast itu, Ayasha Davierra juga tak bisa diabaikan begitu saja. Penampilannya sebagai Little Inez kerap jadi kejutan menyenangkan sepanjang pertunjukan. 

    Sementara bagaimana dengan Morgan Oey? Dengan pengalamannya di musik dan juga film, Morgan tampak berusaha tampil all-out di atas panggung. Dan usahanya berhasil. Sosok idola Link Larkin tampil memesona dan sangat enerjik. Morgan, jika menjadikan langkah ini serius, bisa jadi seorang pemain teater musikal pria yang diperhitungkan. 

    Secara keseluruhan, drama musikal Hairspray: Broadway Musical kali ini menuai sukses dan cukup menghibur. Hanya saja catatan sedikit terjadi pada kendala suara, ketika mikrofon para pemain kerap mengalami masalah, seperti ada suara dan dialog yang hilang atau ketutup dengan karakter lain yang bervolume lebih besar. 

    Lewat Hairspray, TEMAN kembali berhasil menghadirkan sebuah pertunjukan musikal dan panggung yang asik untuk ditonton.