Review Film: 'Star Wars: The Rise of Skywalker'


  • Review Film: 'Star Wars: The Rise of Skywalker'
    Menjadi film kesembilan sekaligus penutup dari saga Star Wars, The Rise of Skywalker menyuguhkan petualangan luar angkasa yang asik. (Foto: Dok/LucasFilm/Disney)


    Menjadi film ke-sembilan sekaligus penutup dari saga 'Star Wars', 'The Rise of Skywalker' menghadirkan petualangan yang menarik untuk diikuti sekaligus berpotensi menjadi salah satu yang terbaik. 

    Disutradarai JJ Abrams, film ini mencoba memenuhi ekspektasi publik, khususnya para penggemar fanatik Star Wars. Diantaranya dengan menghadirkan kembali para karakter utamanya seperti Rey, Finn, Poe dan juga Kylo Ren, serta para tokoh lama yang di film sebelumnya bisa jadi telah tiada, seperti Luke Skywalker. 



    Film 'Star Wars: The Rise of Skywalker' menyuguhkan perang antar light-saber, petualangan luar angkasa, dan drama keluarga yang menegangkan sepanjang film. Menjadi finale yang memuaskan untuk saga Star Wars. 

    (Baca juga: Review Film: Captain Marvel) 


    (Adegan Star Wars: The Rise of Skywalker. Foto: Dok/LucasFilm/Disney) 


    Film Star Wars: The Rise of Skywalker fokus pada kisah untuk mengungkap siapa sebenarnya Rey (Daisy Ridley). Film ini dibuka dengan adegan Kylo Ren (Adam Driver) yang sedang dalam perjalanannya mendapatkan akses ke planet antah berantah demi bertemu The Emperor Palpatine. Ia mendapat tugas untuk menemukan Rey, dan sekaligus mengungkap jati dirinya sebenarnya. 

    Di sudut planet lain, Rey sedang berlatih dan telah meningkat pesat kekuatannya. Sementara, teman-temannya Finn (John Boyega) dan Poe (Oscar Isaac) sedang dalam misi luar angkasa. Mereka kembali dipertemukan ketika Princess Leia (Carry Fisher) memberi satu misi penting. Misi yang menjadi final dari apa yang sudah mereka perjuangkan sebelumnya. Misi yang jika gagal, maka semua yang telah diperjuangkan menjadi sia-sia. Ini sekaligus menjadi tagline yang juga simbol untuk finale Star Wars sendiri. 

    Diantara misi penting tersebut, Ren dan Rey terhubung lewat kekuatan telepati. Diantara keduanya ada rahasia yang belum terungkap sepenuhnya. Ren inginkan Rey menjadi sosok di sampingnya yang memimpin Dark Side of the Force. Sementara Rey, inginkan sebaliknya. Keduanya saling tarik ulur. 

    Kondisi makin sulit ketika Emperor Palpatine menyiapkan rencana menguasai galaksi dengan pasukan the Final Order. Perang tak terelakkan. Dark side of the Force dengan pasukannya melawan the Resistance. Perang antara dua sisi, yakni yang baik melawan yang jahat, sekaligus menjadi simbol antara harapan melawan rasa putus asa. 


    (Adegan Star Wars: The Rise of Skywalker. Foto: Dok/LucasFilm/Disney) 


    Finale Star Wars

    Menjadi penutup atau finale dari saga Star Wars, khususnya 2015 Star Wars: The Force Awakens dan 2017 Star Wars: The Last Jedi, The Rise of Skywalker menjadi padat oleh jalinan cerita. Saking padatnya, film ini bisa jadi merupakan dua film yang dikompilasi jadi satu. Fokusnya adalah mengungkap identitas Rey. Di samping itu sekaligus menuntaskan perang melawan Dark Side of the Force yang selama ini dipimpin oleh the Emperor Palpatine. 

    Dengan naskah yang ditulis JJ Abrams bersama Chris Terrio, film ini menjawab hampir semua pertanyaan dari seri sebelumnya. Yang menarik tentu saja hubungan kedekatan Rey dan Ren yang selama ini selalu menjadi tanda tanya. Apakah mereka saling menyukai atau mereka sebenarnya bersaudara? Setiap spekulasi bisa jadi benar adanya. Di bagian inilah yang membuat Star Wars menarik untuk diikuti. 

    Di samping tentunya suguhan visual yang memanjakan mata. Perang antar light-saber, petualangan luar angkasa dengan teknologi yang sudah maju, serta keberadaan karakter droid seperti C-3PO, RD2D dan BB-8 yang menggemaskan, serta Chewbacca yang ikonis. 

    Kembalinya Princess Leia yang diambil dari footage Carry Fisher dari film sebelumnya juga menjadi nostalgia yang asik. Kehadirannya menjadi penting dan sekaligus membuat film ini menyentuh dengan caranya sendiri. 

    Deretan para pemeran, khususnya Daisy Ridley dan Adam Driver sebagai Rey dan Ren bermain sangat baik. Menghidupkan karakter utama dengan chemistry yang menegangkan. Begitu juga dengan John Boyega, Oscar Isaac dan lainnya. 

    Musik pengiring menjadi pelengkap kisah saga Star Wars yang membangun mood sejak awal dan sepanjang film. Membuatnya tegang, dramatis, sekaligus juga emosional. 

    Film 'Star Wars: The Rise of Skywalker' tayang di bioskop Indonesia mulai 18 Desember 2019. 








 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below