Studio 133 Biyan Hadirkan Siluet dari Berbagai Era


  • Studio 133 Biyan Hadirkan Siluet dari Berbagai Era
    (Peragaan busana koleksi spring summer 2020 Studio 133 Biyan. Foto: Dok. Zeno Group)


    Dengan menggabungkan berbagai potongan inspirasi yang ditemukan di dalam keseharian dan pengalaman hidup, desainer ternama Indonesia Biyan Wanaatmadja menghadirkan koleksi spring summer 2020 Studio 133 Biyan yang cantik, trendi, sekaligus menyegarkan. Koleksi ini merupakan sebuah pelarian dari ritme yang monoton dan idup yang berlalu semakin cepat. 

    (Baca juga artikel: 'Believe': Peragaan Busana Terbaru Ivan Gunawan)



    Beragam variasi corak dan material tekstur serta kain, dipadukan dengan referensi siluet dan volume dari berbagai era yang menjadi favoritnya untuk menciptakan busana pria maupun wanita.



    (Foto: Dok. Zeno Group)


    Koleksi ini seakan membawa kita menelusuri butik wallpaper dan toko antik furnitur Eropa. Ia lalu melempar kita kembali ke masa kini, memperlihatkan desain yang mengandung relevansi kepraktisan zaman kini namun kaya dengan latar cerita.

    Motif organik dan geometris dipasangkan dengan bahan katun eyelet, bordir renda, jacquard, dan taffeta. Motif bunga mawar dan floral kecil dihadirkan dalam berbagai interpretasi, bersanding dengan garis-garis yang membentuk motif anyaman.



    (Foto: Dok. Zeno Group)


    Warna menjadi instrumen penting untuk koleksi spring summer 2020 Studio 133 Biyan. Mulai dari warna netral seperti dirty white dan beragam nuansa biru, hingga warna cerah yang ceria seperti kuning, shades of pink, koral, celadon, hijau, dan poppies red. 

    Koleksi ini juga memadukan siluet dari berbagai dekade. Contohnya adalah '20s flapper silhouette, '40s tie blouse, '60s shift dress dan bucket hat, '70s palazzo pants, bow blouse dan kaftan, serta '80s puff sleeves.



    (Foto: Dok. Zeno Group)


    Era Bloomsbury menjadi muse dari koleksi kali ini, di mana sebuah kolektif berisikan seniman, penulis, filsuf, dan intelektual asal Inggris memberi pengaruh besar pada kultur pertengahan abad 20-an.

    'Full of surprise yet very pleasant' menjadi ciri khas dari gerakan Bloomsbury Group. Lukisan abstrak, impresionisme, semangat kebebasan, interior dengan banyak koleksi antik, motif eksotis dari berbagai negara, dan kenyamanan desa yang disusun secara spontan.

    (Baca juga artikel: Gebrakan Peragaan Pembuka 'Bali Fashion Trend SS 2020')

    Walaupun baru ditampilkan pada Kamis (7/11), koleksi terbaru Studio 133 Biyan mengusung konsep see now, buy now sehingga sudah bisa didapatkan di aplikasi serta situs e-commerce jd.id.