Gebrakan Peragaan Pembuka 'Bali Fashion Trend SS 2020'


  • Gebrakan Peragaan Pembuka 'Bali Fashion Trend SS 2020'
    Sepuluh desainer dan siswa sekolah mode Instituto di Moda Burgo Indonesia membuka Bali Fashion Trend SS 2020 di Inaya Putri Bali. (Foto: Dok/herworldindonesia)


    Dua belas desainer dan siswa sekolah mode Instituto di Moda Burgo Indonesia membuka gelaran Bali Fashion Trend SS 2010, yang berlangsung di hotel Inaya Putri Bali, Nusa Dua, Bali pada Kamis (7/11). 

    Karya Ali Charisma menjadi pembuka yang dramatis dengan aksi teatrikal serta koleksi yang cukup mencuri perhatian. Ali tak hanya menghadirkan koleksi busana untuk wanita, tapi juga pria. 



    Memasuki gelaran di tahun ke-empatnya, Bali Fashion Trend yang diusung Indonesian Fashion Chamber (IFC) menghadirkan peragaan busana dari 35 desainer, siswa sekolah mode, dan sejumlah desainer internasional. Berlangsung tiga hari berturut-turut hingga 9 November 2019, gelaran kali ini turut didukung Viva Cosmetics, Asia Pacific Rayon, Epson Indonesia dan APLF Events untuk trade exhibition. 

    (Bacajuga: Singularity: Mengupas Trend Forecasting 2019/2020) 

    “Sebagai destinasi wisata yang telah dikenal secara internasional, Bali merupakan pintu paling dekat dengan dunia internasional, selain kota lain di Indonesia, sehingga lebih potensial untuk mengangkat potensi industri fashion dalam negeri. Kami berharap Bali memiliki event fashion yang sejajar dengan turisme yang telah mencapai skala internasional,” papar Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) di sela pembukaan.

    Berlangsung selama tiga hari, Bali Fashion Trend tahun ini memboyong koleksi sejumla desainer. Di hari pertama, selain Ali Charisma turut tampil Sav Lavin, Eny Ming, Yon Yulizar, Dewi Fashion by Dewi Suarjani, Saffana, Adhikari Kebaya, Angeliqa Wu, Asti Kaleta, dan sejumlah siswa dan instruktur dari sekolah mode Instituto di Moda Burgo Indonesia. 

    Sementara di hari berikutnya, akan tampil juga karya-karya, diantaranya Angga Sari, Momo Batik by Ronny, Weda Githa, Syukriah Rusydi, Yenli Wijaya, Alphiana Chandrajani, Hannie Hananto, Ayu Dewi, Nuniek Mawardi, Phillip, Mahdeeya, Lia Hastuti Davies, Arief, Parapohon by Rossy Rahmadi, Tufiana, Dimas Dwitanto, Neli Gunawan, Kumala, dan Velika Hartono. 

    Lalu, ada juga Tricia Nataliza, Emy Thee, Asia Flow by Anindra Novitasari, Dekranasda Mojokerto represented by Irma Lumiga, Yuliana Wu, Dwico by Dwi Iskandar, Gingersnap Bali, dan Oka Diputra.



    (Pembukaan Bali Fashion Trend 2020. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia) 


    Selain itu, beberapa siswa dari sekolah mode lainnya turut ambil bagian, seperti Italian Fashion School, dan FDP Universitas Ciputra. IFC juga turut berkolaborasi dengan Perth Fashion Festival untuk menghadirkan karya label ternama dari Australia, yaitu En pointe dan 33 poets. 

    Selain peragaan busana, tahun ini Bali Fashion Trend juga bekerjasama dengan APLF yang merupakan penyelenggara trade exhibition dan virtual trade fair bergengsi skala internasional yang berbasis di Hong Kong. Mereka kali ini turut menghadirkan koleksi dari Wannasu, label tas dari Thailand; Kitsilver, label aksesori dan clutch dari Filipina; Leaves, label tas dari Jepang; Artphere, label tas dari Jepang; Zambezi Grace, label tas eksotis dari Afrika Selatan; label sepatu dari Meksiko; dan Gdesignaire, label tas dan aksesori. 

    Sustainable Fashion 

    Dengan kecintaan terhadap kekayaan alam dan kepedulian terhadap pelestarian alam, Bali Fashion Trend 2020 mengangkat pesan tentang pentingnya sustainable fashion yang tengah menjadi perhatian dunia, melalui konsep “We Love Earth”. 

    Sejalan dengan konsep tersebut, Bali Fashion Trend 2020 bersinergi dengan Asia Pacific Rayon (APR), produsen viscose rayon terintegrasi dan terbesar di Asia Tenggara dengan keunggulan produk serat viscose yang mudah terurai dan lebih ramah lingkungan. APR akan mempersembahkan gelaran karya dari desainer Sav Lavin dan Eny Ming. 

    Direktur Asia Pacific Rayon (APR), Basrie Kamba mengatakan bahwa sektor fashion merupakan salah satu potensi bisnis Indonesia untuk bisa bersaing di domestik dan kancah dunia. Dengan begitu, target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar pada 2030 semakin dekat. Bali Fashion Trend, menggabungkan pengembangan industri kreatif, fashion, dan sekaligus pariwisata di Indonesia. 

    “Sehingga semangat ‘Everything Indonesia’ tidak hanya kita bawa untuk kejayaan industri fashion dalam negeri, namun penggunaan bahan baku lokal yang sustainable juga bisa menjadi stimulus untuk pengembangan industri fashion Indonesia sebagai industri masa depan," tutupnya.

    Perhelatan fashion trend show kali ini turut didukung hotel Inaya Putri Bali, Epson Indonesia dan juga Viva Cosmetics. Turut hadir dalam pembukaan I Made Merta, General Manager Inaya Putri Bali dan Yusuf Wiharto, Direktur Distribusi Viva Cosmetics Indonesia Timur. 


    Peragaan pembuka 

    1. Ali Charisma 


    (Ali Charisma. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)


    2. Eny Ming


    (Eny MIng. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)


    3. Sav Lavin 


    (Sav Lavin. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)


    4. Migi Rihasalay


    (Migi Rihasalay. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)


    5. Adhikari kebaya


    (Adhikari Kebaya. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)


    6. Angeliqa Wu


    (Angeliqa Wu. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)


    7. Yon Yulizar / Yon Studio


    (Yon Studio. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)


    8. Dewi Suarjani


    (Dewi Suarjani. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)


    9. Wastra Bali


    (Wastra Bali. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)


    10. Asti Kaleta


    (Asti Kaleta. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)


    11. En Pointe


    (En Pointe. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)


    12. Saffana 


    (Saffana. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)



    13. Sekolah mode Instituto di Moda Burgo Indonesia 

    Instruktur; Amelia lau, Melanie Setiawan, Jesslyn Santoso, dan Amot Syamsuri Muda. Sejumlah siswa; Arini Nainggolan, Esh, Sekar Anindita, Hanny Francisca, Duntsh, Bella Shen, Pranintya, Howard Laurent, Dade Early, Vaerell, dan Tanisia Bella. 



    (Amot Syamsuri Muda. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)



    (Arini Nainggolan. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)



    (Hanny Francisca. Foto: Dok/RahmanIndra/herworldindonesia)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below