Rinaldy A. Yunardi Kembali Raih Penghargaan 'WoW'


  • Rinaldy A. Yunardi Kembali Raih Penghargaan 'WoW'
    Rinaldy A. Yunardi (Foto: Dok. Herworld Indonesia)


    Desainer aksesori ternama Rinaldy A. Yunardi kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang penghargaan bergengsi seni wearable, yaitu 'World of Wearable (WoW) Arts 2019'. Ini merupakan kali kedua sang desainer berhasil dianugerahi penghargaan di ajang tersebut.

    Pada 2017 lalu, ia menerima penghargaan untuk kategori 'Open Section', 'David Jones Avant Garde Section', dan 'Supreme WoW Award'. Pada tahun ini, pria yang memiliki nama panggilan Yungyung bersaing dengan 114 desainer lainnya dari 22 negara. Ia pun berhasil mendapatkan penghargaan untuk kategori 'Avant Garde Section', 'International Awards: Asia', dan yang paling bergengsi 'Supreme WoW Award'.



    (Baca juga artikel: Perayaan Ulang Tahun Keenam Aidan and Ice)

    Berbeda dengan dua tahun lalu yang mana ia tidak bisa menghadiri acara tersebut secara langsung, penghargaan tahun ini memberikan kesan emosional yang dalam baginya.

    Berlangsung di Wellington, Selandia Baru, kompetisi yang diselenggarakan setiap tahun ini telah menarik lebih dari 40 negara dari seluruh dunia. Kompetisi 'World of Wearable Arts' sendiri pada tahun ini memasuki tahun ke-31. 



    Kompetisi ini sengaja dirancang agar para desainer yang menciptakan karya dengan kreativitas tanpa batas dan tetap mengedepankan nilai-nilai inovasi dan orisinalitas. Selain itu, setiap karya diwajibkan terimplementasi dengan standar pengerjaan berkualitas tinggi dan mengedepankan nilai-nilai fungsional, serta menginspirasi. 

    Pada panggung kompetisi tahun ini, Rinaldy A. Yunardi menghadirkan tema 'Lady Warrior' yang proses persiapannya memakan waktu hingga enam bulan. Ia mengungkapkan, "Tema ini terinspirasi dari personalitas ibu saya. 'Lady Warrior' dihadirkan khusus untuk para wanita yang selalu dituntut untuk menjadi sosok yang kuat, yang dapat menyelesaikan persoalan dan polemik sehari-hari, dengan mengandalkan kelembutan, ketenangan, dan intelektualitas mereka."


    View this post on Instagram

    . ???????? AKU UNTUKMU INDONESIA ???????? @rinaldyyunardiofficial @rinaldy_chiu Wellington.NZ 27 September 2019 . Berbagi kebahagian dan kemenangan bersama Pak @tantowiyahyaofficial , Ibu @dewi.t.yahya dan @fayefliu , membawa pulang 3buah penghargaan untukku dan Indonesia. Thank You @worldofwearableart . #karyaindonesia Aku mengenakan jas karya dari @agusslim dan celana sarung kain batik @iwantirta_batik private collection karya design @erasoekamto Terimakasih. . #WorldOfWearableart #WOW #WOW2019 #WearbleArt #Wellington #NewZealand #THECLIQUE #THECLIQUEDesigner #rinaldyyunardi #rinaldyyunardiofficial #accessories #millinery #fashion #fashiondesigner #art #couture #hautecouture #indonesia #indonesiabangga #proudindonesian #indonesiandesigner

    A post shared by Rinaldy Yunardi (@rinaldyyunardi) on


    Melalui 'Lady Warrior', Rinaldy juga secara implisit menyebarkan pesan untuk melestarikan lingkungan dengan menggunakan material kertas daur ulang. Dalam menjelaskan karya ini, sang desainer menggambarkan sosok wanita seperti keras yang rapuh, mudah robek namun ketika dipilin mampu menjadi pengikat yang menguatkan. 

    (Baca juga artikel: Kilau Magis Koleksi Terbaru Swarovski)

    Teknik memilin ini membutuhkan keterampilan yang didapat melalui belajar. Dari tahap belajar itu diibaratkan bagaimana wanita belajar untuk bertahan di dalam kehidupannya. Diitambah juga dengan elemen logam besi yang saling menopang dan menghadirkan kekuatan warrior, yang terukir dengan feminin, yang menggambarkan karakter kekuatan seorang wanita. 

    "'Lady Warrior' saya dedikasikan untuk para perempuan, terutama untuk para pencinta karya-karya saya, sekaligus apresiasi saya bagi mereka. Para perempuan yang tampil menjadi pemeran utama dalam berbagai aspek kehidupan," tambah sang desainer.