5 Tanda 'Bahaya' Pekerjaan Kamu Sedang Terancam


  • 5 Tanda 'Bahaya' Pekerjaan Kamu Sedang Terancam
    Mendapat pengawasan penuh dan mulai diabaikan tim bisa jadi tanda bahaya yang sedang mengancam pekerjaan yang sedang digeluti. (Foto: Dok/energepic/pexels.com)

     

    Bagaimanapun, mempertahankan kinerja sangat penting untuk menjaga masa depan kamu di perusahaan, jika tidak, kamu mungkin mulai melihat tanda-tanda bahwa atasanmu ingin kamu pergi.

    Seringnya banyak yang berasumsi bekerja di perusahaan multinasional atau perusahaan mapan sama dengan mendapat pekerjaan yang stabil, tapi nyatanya hal itu tidak selalu terjadi. Bisnis yang beroperasi di lingkungan yang sangat kompetitif cenderung sangat ketat dan berusaha mempertahankan tenaga kerja yang berkinerja tinggi.



    Perusahaan seperti ini tidak mudah puas. Satu atau dua kesalahan kecil mungkin tidak disadari oleh perusahaan, tetapi kegagalan yang terus-menerus atau menjadi kebiasaan dalam mencapai target atau mengikuti aturan perusahaan dapat membuat posisi dan pekerjaan kamu terancam.

    Oleh karenanya, kamu mesti jeli untuk melihat tanda-tanda peringatan itu cukup awal, sehingga bisa lebih waspada. Dirangkum dari laporan JobStreet.com, berikut lima tanda yang jelas bahwa pekerjaan kamu berisiko. Jika melihat tanda-tanda di bawah ini, saatnya untuk bertindak.

    (Baca juga:  7 Hal Kecil yang Berdampak Besar pada Karier)

    1. Atasan selalu mengawasi sangat dekat

    Apakah atasan sering mengawasi belakangan ini? Jika atasan melakukan hal tidak biasa seperti micromanage (manajemen mikro: atasan sangat mengontrol dan mengawasi pekerjaan tiap karyawan), tetapi tampaknya dia selalu menyalahkan semua yang kamu lakukan akhir-akhir ini, saatnya untuk bangkit dan bertindak. Cobalah memulai dialog dengan atasan untuk mengetahui aspek kinerja yang tidak dia sukai.


    2. Gagasan dan saran diabaikan

    Apakah kamu menghadapi penolakan terhadap ide dan saran tanpa alasan yang jelas? Apakah atasan tampaknya memiliki bias berlebihan terhadap pandangan sambil menunjukkan preferensi atau ketertarikan terhadap saran dari anggota lain di tim? Demikian juga dengan hal ini, melakukan percakapan terbuka dengan atasan tentang situasi tersebut dapat membantu meredakan ketegangan dan memberi klarifikasi tentang kesalahan yang dilakukan.

     

    (Ilustrasi karier. Foto: Dok/rawpixel/pexels.com) 


    3. Tak diikutsertakan dalam pertemuan atau diskusi penting

    Apakah kamu sedang dikesampingkan dari pertemuan penting atau diskusi tentang proyek utama? Apakah kamu sibuk dengan pekerjaan yang biasanya bukan tugasmu, sementara anggota tim lainnya mengerjakan proyek menantang yang kamu sukai? Jika hal itu terjadi terus menerus, itu adalah tanda yang jelas bahwa pekerjaanmu sedang terancam dan hari-hari di perusahaan mungkin akan segera berakhir.

     

    4. Anggota tim mulai mengabaikan 

    Apakah kolega menghindarimu secara tiba-tiba? Apakah kamu merasakan ketegangan yang aneh ketika berjalan ke dalam ruangan seolah-olah kamu masuk tanpa izin, meskipun kamu adalah bagian dari tim? Ketika mencoba berbicara dengan mereka tentang hal itu, apakah mereka berpura-pura sibuk untuk menghindari topik pembicaraan?

     

    (Ilustrasi karier. Foto: Dok/startupstockphotos/pexels.com)


    5. Tidak ada pelatihan atau pengembangan profesional dalam 12 bulan terakhir

    Kamu belum disetujui untuk pengembangan atau pelatihan profesional apa pun dalam 12 bulan terakhir, berbeda dengan kolega yang tampaknya mengikuti kursus pelatihan berbeda setiap kuartal. Kamu telah menyampaikan hal ini kepada atasan pada beberapa kesempatan tetapi tidak berhasil. Kamu mungkin seperti berbicara pada tembok (atasan tidak mendengarkan).

    Jika sudah melakukan semua yang kamu bisa untuk memperbaiki segalanya tetapi masih mendapat kesan bahwa atasan ingin kamu berhenti, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan untuk membuat perubahan karier. Ketika tandanya sudah sejelas itu, akan lebih baik untuk karier kamu dalam jangka panjang untuk berhenti sekarang daripada menunggunya reda.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below