5 Cara Millennial agar Bisa Menabung Lebih Banyak


  • 5 Cara Millennial agar Bisa Menabung Lebih Banyak
    Generasi milenial tak mesti selalu boros dan ikut arus. Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk menabung lebih banyak. (Foto: Dok/Though.co)


    Generasi milenial selalu disebut sebagai generasi yang selalu memikirkan materi. Mereka merasa harus memiliki gadget, mengikuti tren fashion terkini, makan di tempat yang lagi ramai dikunjungi orang, bahkan liburan di tempat-tempat yang sedang viral. Semata-mata karena ingin apa yang mereka kenakan membentuk penilaian yang baik dari orang lain.

    Namun di balik gaya hidup yang serba kekinian itu, sebenarnya ada pengorbanan yang mereka lakukan. Tidak sedikit dari mereka yang rela hidup irit selama seminggu demi bisa makan enak saat akhir pekan dan memamerkan foto-foto kerennya di media sosial. Dan, hal ini sebetulnya tidak perlu dipandang negatif. Sebab, mereka tahu apa yang mereka butuhkan dan mengorbankan hal lain yang mereka anggap tidak penting.



    Pengorbanan ini pun bisa dilihat dari cara milenial mengelola pengeluarannya. Banyak yang mengatakan mereka boros dan tidak mampu menabung, tetapi sebenarnya mereka hanya berusaha cermat dalam menggunakan uangnya. Tidak percaya? Hal-hal berikut ternyata menjadi cara milenial menabung lebih banyak. Kalau Anda termasuk milenial yang masih meraba-raba mengenai cara berhemat dan menabung, cara ini bisa Anda tiru.

    (Baca juga:  Lebih Hemat dengan Mengubah Kebiasaan Ini)

    1. Mencari teman berbagi tempat tinggal

    Mengubah gaya hidup adalah salah satu cara untuk berhemat. Karena itu, milenial akan mencari teman agar bisa patungan membayar uang kos, kontrakan, atau sewa apartemen berikut perlengkapan rumah tangganya. Kadang-kadang mereka rela tidur berdempet-dempetan di apartemen mungil demi menghemat pengeluaran. Untuk makan sehari-hari mereka memilih memasak bersama atau membeli makanan di warung sekitar apartemen. Dengan menghemat seperti ini tanpa disadari mereka bisa menabung sedikit-sedikit.

    2. Memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan diskon

    Entah itu dari promo layanan pesan antar makanan, rate hotel yang lebih murah dari aplikasi perjalanan, workshop startup separuh harga dari situs-situs best deals, dan lain sebagainya. Mereka juga rajin mencatat hari-hari di mana restoran favorit mereka memberikan penawaran buy 1 get 1, mengambil jatah free upsize jika membeli kopi memakai kartu member, juga lebih banyak berbelanja barang di toko online yang harganya jauh lebih murah.


    (Foto: Freepik.com)

    3. Tidak membayar dengan kartu kredit

    Studi dari Bankrate menyebutkan bahwa 67% milenial tidak mempunyai kartu kredit -jumlah terendah orang tanpa kartu kredit dalam demografi manapun. Kalaupun ada, kartu kredit lebih dipakai untuk membeli tiket pesawat untuk liburan. Sedangkan untuk pengeluaran sehari-hari, mereka lebih memilih memakai uang elektronik seperti Flazz, Brizzi, e-Money, OVO, JakCard, dan lain sebagainya. Sisanya, membayar secara tunai. Ini tindakan cerdas karena mencegah mereka melakukan pembelian yang tidak perlu dan menjerumuskan diri ke dalam utang kartu kredit.

    4. Menabung seluruh penghasilan dari side job

    Bertambahnya bidang pekerjaan saat ini membuat mahasiswa pun sudah bisa mencari peluang kerja kecil-kecilan. Kebiasaan ini berlanjut ketika sudah bekerja, dan karyawan milenial giat mencari side job yang bisa menambah penghasilan sekaligus kesempatan mengejar passion. Entah itu menulis konten, mendesain web, menjadi private buyer, menjadi relawan untuk event-event olahraga, dan lain sebagainya. Penghasilan dari pekerjaan sampingan inilah yang mereka tabung, oleh karena gaji bulanan mereka mungkin sudah habis untuk membiayai keperluan sehari-hari.


    (Foto: Pexels.com)

    5. Menghindari kemapanan tradisional

    Dulu, kehidupan seseorang dianggap sudah lengkap jika sudah bekerja, punya kendaraan dan rumah pribadi, lalu menikah. Namun generasi milenial saat ini tidak tergoda untuk membeli kemapanan tersebut. Mereka lebih suka mengandalkan taksi online, mengontrak rumah atau apartemen bersama teman-teman (jika belum menikah), atau tetap tinggal di rumah orangtua. Dengan demikian, mereka bisa mengejar target untuk liburan dan terhindar dari utang pada bank dalam waktu lama. Selain lebih menghemat pengeluaran, cara milenial mengelola uangnya membuat mereka bisa menabung lebih banyak tanpa kehilangan kesempatan untuk bersenang-senang.

    (Editor: Rahman Indra)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below