Uniknya Peragaan Busana di 'Mayestik Red Carpet'


  • Uniknya Peragaan Busana di 'Mayestik Red Carpet'
    Mayestik Red Carpet menjadi terobosan event buat para penjahit di Pasar Mayestik, sekaligus memberi kesempatan untuk unjuk kebolehan. (Foto: Dok/IkaWahyuni)


    Peragaan busana karya kolaborasi penjahit Pasar Mayestik dan lima desainer muda menjadi sorotan utama dalam gelaran 'Mayestik Red Carpet' yang berlangsung di lobi barat Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, pertengahan Agustus lalu. Menariknya karya para perancang itu diperagakan bukan oleh model, tapi 24 aktivis perempuan di dunia bisnis dan sosial. 

    Kelima desainer yang turut berpartisipasi di antaranya ada Tommy Yudis, Agus Nelly, Windy Savosa, Yurita Puji, dan Yulia Afandi. Gelaran ini menjadi terobosan baru buat penjahit di pasar Mayestik, karena menyuguhkan sesuatu yang berbeda, dari yang pernah ada sebelumnya.



    JAKmikro, tim penggerak program Oke Oce, sebagai penyelenggara ingin menjadikan Pasar Mayestik sebagai ikon Fashion Jakarta. Di samping itu, dengan gelaran ini diharapkan Pasar Mayestik juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata Jakarta, sekaligus mempromosikan usaha para penjahit Pasar Mayestik sebagai alternatif pembuat baju bagi masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.

    (Baca juga: 45 Desainer Meriahkan Jakarta Modest Fashion Week 2018)

    Disebutkan, untuk ajang ini, JAKmikro mengajak serta partisipasi sejumlah pihak, di antaranya Dekranasda Pemprov DKI, Dekranasda Manajemen Usaha DKI, KADIN UMKM, KADIN Ekonomi Kreatif, KADIN DKI, DPP IWAPI, IWAPI DKI, PPK (Perempuan Peduli Keadilan), DPP PPLIPI, PPLIPI DKI, MPP, LIRA, HIPPI DKI, WITT, LIONS Club Magnolia, Rumah Pesona Kain, Regalia Nusantara dan YAMSA.

    Tidak hanya diperagakan, rancangan busana tersebut kemudian juga dinilai oleh sejumlah juri, yang terdiri dari Inti Subagio (Regalia Nusantara), Ike Bakrie (Rumah Pesona Kain), Bayu Saputra (APPMI) dan Ibu Nur Asia Uno.

    Rangkaian acara ini merupakan kelanjutan program yang sudah dijalankan tim JAKmikro sejak Desember 2017 lalu, berkolaborasi dengan PD Pasar Jaya dan pedagang Pasar Mayestik. 

    (Baca juga: Budaya Timur jadi Gaya Busana di Bali Fashion Trend)

    Sebelumnya, mereka melakukan pembinaan pada sekitar 80 persen pedagang di Pasar Mayestik untuk mampu melakukan transaksi pembayaran dengan uang digital, serta pencatatan stok dan omset secara realtime menggunakan mikroApps lewat smartphone. Sekitar 50 persen pedagang telah melakukan aktivasi mikro Apps serta mentorship mikroBina yang seterusnya diharapkan dapat membuka jalan pada akses modal dan pasar online sehingga usaha mereka terus bertumbuh.

    Di akhir acara, Ibu Nur Asia Uno melelang pakaian rancangan Yulia Afandi dengan kain tenun dari Rumah Pesona Kain yang digunakan untuk menumpulkan donasi bagi korban bencana di Lombok. Seiring dengan penguatan sektor UMKM atau perekonomian rakyat, gelaran Mayestik Red Carpet ini diharapkan dapat maningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia.

    (Teks: Ika Wahyuni)