Budaya Timur Jadi Gaya Busana Di Bali Fashion Trend


  • Budaya Timur Jadi Gaya Busana Di Bali Fashion Trend
    (Foto: Dok. Indonesia Fashion Chamber)

    Indonesia memiliki banyak keindahan, baik budaya maupun kulturnya. Kain tradisional yang khas, menjadi daya tarik yang banyak diburu oleh turis mancanegara. Apalagi kini kain tradisional seperti songket, ikat, hingga batik, diproduksi menjadi busana kekinian bahkan fashionable. Atas dasar hal itulah warisan budaya menjadi aset penting untuk dilestarikan dan diperkenalkan lebih jauh lagi ke internasional.

    (Baca juga artikel: Ragam Budaya Indonesia Di Surabaya Fashion Parade Ke-11)

    Untuk keempat kalinya, Indonesian Fashion Chamber (IFC) kembali menghadirkan Bali Fashion Trend 2019 yang berlangsung pada tanggal 11 – 13 Mei 2018 lalu di TS Suites, Seminyak, Bali. Tema “Look to The East” yang diambil tahun ini, Ketua IFC Denpasar, Dewa Made Weda Githapradana mengatakan “Kami menawarkan identitas budaya yang kami punya tetapi dikemas secara global.” 



    Sedangkan National Chairman of IFC, Ali Kharisma juga mengatakan “Saya berharap bahwa desainer lokal mampu menciptakan tren dan bangga serta cinta dengan budaya ketimuran, bukan terbawa pengaruh dari budaya barat.” Tegasnya, pada saat menggelar press conference (11/5/2018) lalu di TS Suites, Seminyak, Bali. Jadi diharapkan melalui event Bali Fashion Trend 2019 ini, desainer lokal mampu memperkenalkan budaya Indonesia yang dihadirkan dalam koleksi busananya untuk naik ke level kancah internasional.


    Lebih dari 63 desainer dari seluruh penjuru Indonesia yang ikut berpartisipasi, menampilkan koleksi ready to wear, kebaya, lini laki-laki, baju muslim, gaun, hingga berpotongan sporty, yang semua koleksinya menampilkan dengan sentuhan budaya Indonesia.

    Love & O2

    Delia von Rueti pendiri dari Love & O2, berkat panggilan cinta untuk bumi ia memiliki mimpi ingin membuat taman hutan hujan tropis. Maka pada tahun 2016, sebagai wujud untuk melestarikannya, Delia menyumbangkan sekitar 2500 hektar lahan dan mendedikasikan dengan cara melindungi dan memiliki target agar bisa menanam sejumlah satu miliar pohon. Delia von Rueti pun menggerakan label Love & O2 melalui t-shirt sampai kain dengan mengambil konsep alam sebagi inspirasinya melalu desain gambar pepohonan, air terjun, hingga aneka satwa penghuni hutan. Dengan harga terjangkau, semua profit akan disumbangkan untuk beberapa hutan yang sudah didirikan Delia di beberapa pulau di Indonesia, salah satunya Bali dan Kalimantan.

    Elkana Gunawan Tan

    Dihadirkan melalui lini laki-laki, Elkana Gunawan Tan memadukan berbagai kain tradisional Indonesia seperti batik tulis dan memadukan dua budaya dari Indonesia dan Jepang.

    Widya Andhika

    Terinspirasi dari musik yang indah dan tarian yang sederhana dari Tari Janger, Widya Andhika mengambil tema “Rhythm Harmony”.Warna pastel yang segar, koleksi in direpresentasikan melalui kombali rona jingga, kuning, dan putih.




 
Advertisement - Continue Reading Below