Menyusuri 7 Museum Bersejarah di Indonesia


  • Menyusuri 7 Museum Bersejarah di Indonesia
    Museum bersejarah di Indonesia (Foto: Pixabay/Pexels)


    Hari Kemerdekaan setiap 17 Agustus selalu diiringi dengan berbagai selebrasi, yang sekaligus untuk merayakan perjuangan para pahlawan Indonesia dalam merebut dan mempertahan kemerdekaan Indonesia. 



    Di balik semarak perayaan Hari Kemerdekaan yang dirasakan sekarang, ternyata banyak cerita yang belum diketahui banyak orang. Cerita yang mungkin hanya bisa dipelajari di museum.

    Beberapa museum di Jakarta pun termasuk yang menyimpan banyak cerita. Salah satunya museum bersejarah di tugu Monumen Nasional, atau bisa juga ke museum Fatahillah dengan cerita dan peninggalan bersejarah yang berbeda.

    Jika kamu tertarik untuk mengetahuinya, berikut adalah tujuh museum bersejarah yang bisa dikunjungi untuk merayakan HUT RI yang ke-73 tahun ini:


    (Baca juga artikel: Menyelami Indonesia, 7 Buku Klasik yang Patut Dibaca)


    1. Museum Kebangkitan Nasional

    Peristiwa kebangkitan Nasional di mana masyarakat Indonesia pada awal abad ke-20 mulai tumbuh rasa kesadarannya sebagai 'orang Indonesia' menjadi salah satu momen penting yang perlu diingat. Selain ada Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap 20 Mei, ada juga Museum Kebangkitan Nasional untuk mengenangnya.

    Terletak di jalan Abdurahman Saleh 26, Jakarta Pusat, gedung museum yang dulunya merupakan bangunan sekolah kedokteran 'School tot Opleiding van Inlandsche Artsen' (STOVIA) ini terbagi menjadi tujuh ruangan yang menceritakan tentang sejarah kebangkitan nasional, yaitu ruang Pengenalan, ruang Awal Pergerakan Nasional, ruang Kesadaran Nasional, ruang Pergerakan Nasional, ruang Propaganda Studi Fonds, ruang Memorial Budi Utomo, dan Ruang Pers. 



    2. Museum Fatahillah

    Dikenal juga sebagai Museum Sejarah Jakarta, museum Fatahillah menjadi salah satu museum paling populer di Jakarta. Gedung bangunan museum ini pun menjadi salah satu yang tertua karena sudah berdiri sejak tahun 1700-an dan dulunya merupakan gedung balai kota yang menyerupai Istana Dam di Belanda.

    Sesuai dengan namanya, para pengunjung bisa mempelajari perjalanan sejarah Jakarta, melihat berbagai keramik, gerabah, batu prasasti, hingga benda arkeologi lainnya. 



    3. Museum Konferensi Asia Afrika

    Kesuksesan Konferensi Asia Afrika yang berlangsung pada 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung, akhirnya menjadikan tempat bersejarah tersebut sebagai Museum Konferensi Asia Afrika demi mengabadikannya.

    Tidak hanya menampilkan koleksi seputar peristiwa Pertemuan Tugu, Konferensi Kolombo, Konferensi Bogor, dan Konferensi Asia Afrika tahun 1955 saja, museum ini juga dilengkapi dengan perpustakaan dan ruang audio visual bagi pengunjung yang ingin mempelajarinya lebih dalam.



    (Baca juga artikel: 13 Lagu Nasional yang Wajib Kamu Ketahui)


    4. Museum La Galigo

    Terletak di dalam benteng Fort Rotterdam di Makassar, museum ini menyimpan koleksi benda penuh sejarah, seperti fosil bebatuan dan senjata kuno masyarakat Sulawasi Selatan, serta sejarah hidup mereka. Meskipun sudah dibangun sejak abad ke-17, bangunan ini tetap dirawat dengan baik sehingga para pengunjung pun bisa menikmatinya dengan santai sembari mempelajara sejarah yang ada.



    5. Museum Sejarah Nasional

    Siapa yang tidak tahu Monumen Nasional (Monas)? Tugu setinggi 132 meter ini sukses menjadi destinasi wisata di kalangan para wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.

    Selain menjadi monumen peringatan untuk mengenang perjuangan Indonesia untuk merdeka dari penjajah, tugu ini juga menjadi rumah bagi Museum Sejarah Nasional yang menampilkan diorama nenek moyang negara Indonesia, perjuangan melawan para penjajah dan mempertahankan kemerdekaan, hingga masa pembangunan Orde Baru. 



    6. Museum Taman Prasasti

    Jangan heran jika kamu berkunjung ke Museum Taman Prasasti dan menemukan banyak batu nisan di sana. Hal tersebut karena museum ini awalnya memang dibangun sebagai tempat pemakaman umum bagi bangsawan dan tokoh Belanda.

    Tidak perlu takut untuk mengunjungi tempat ini, karena Museum Taman Prasasti justru menyimpan banyak benda seni indah dan bersejarah yang sudah berumur ratusan tahun, seperti patung dan kaligrafi.



    7. Museum Sandi

    Tertarik dengan kriptografi? Sempatkan diri kamu untuk mengunjungi Museum Sandi, museum kriptografi satu-satunya yang ada di Indonesia, ketika berada di Yogyakarta. Museum ini sengada didirikan untuk melestarikan nilai-nilai sejarah persandian di perjuangan kemerdekaan Indonesia.



    Berbeda dengan museum bersejarah lainnya yang cenderung menampilkan berbagai prasasti, museum ini menampilkan koleksi peralatan untuk mengirimkan pesan rahasia dari masa lampau hingga modern.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below