Kiprah Desainer Indonesia di Asia NewGen Fashion Award


  • Kiprah Desainer Indonesia di Asia NewGen Fashion Award
    Iwet Ramadhan, Ria Lirungan, Andandika Surasetja, Michael Pondaag, dan Ria Juwita (Foto: Gustama Pandu)


    Desainer Indonesia kembali meraih prestasi di kompetisi internasional. Kali ini, perancang busana muda Andandika Surasetja berhasil menjadi runner-up di kompetisi mode Asia NewGen Fashion Award (ANFA) tingkat regional. Pria yang juga merupakan direktur kreatif dari label Moral tersebut merupakan salah satu pemenang ANFA Indonesia tahun ini.

    Kompetisi ANFA sendiri telah rutin diselenggarakan oleh ajalah Haper's Bazaar sejak tahun 2013 di Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.



    Deretan pemain penting di industri mode Tanah Air pun terpilih untuk menjadi juri ANFA Indonesia, seperti Ria Lirungan selaku Editor in Chief Haper's Bazaar Indonesia, Michael Pondaag selaku Fashion Director Harper's Bazaar Indonesia, Mira C. Setiady dan Iwan Kurniawan dari PT Sri Rejeki Isman, Tbk (Sritex), Ria Juwita selaku Senior Manager Event and Promotions Plaza Indonesia, hingga desainer ternama seperti Didi Budiardjo dan Sebastian Gunawan.

    (Baca juga artikel: Pertarungan Desainer Muda Di ANFA 2018)

    Lomba ANFA telah berhasil melahirkan sejumlah nama besar di dunia mode Indonesia saat ini, seperti Peggy Hartanto, Sheila Agatha Wijaya, Cynthia Fransisca, Audrey Chairunissa, Wilsen Willim, dan William utama.

    "Sebagai platform calon desainer muda, Asia NewGen Fashion Awards memberikan ruang bagi mereka yang lolos sebagai finalis untuk bertransformasi selama penjurian dengan proses mentoring dan pembekalan yang diberikan," ungkap Ria Lirungan di Jakarta, baru-baru ini. 

    Salah satu perancang busana ternama Indonesia yang juga menjadi juri ANFA, Didi Budiardjo, mengungkapkan, "ANFA adalah sebuah kompetisi yang berbeda karena saya sebagai juri diminta untuk memberikan saran serta membantu para finalis untuk menemukan karakteristiknya dalam dunia mode. Ini merupakan proses awal yang saya alami 30 tahun lalu untuk mencapai posisi saya sekarang. Semoga finalis ANFA dapat meramaikan dunia mode di tahun-tahun mendatang."

    "ANFA sangat penting agar kita bisa melihat standarisasi perkembangan generasi muda di bidang mode, di Asia khususnya. Kita juga bisa melihat kompetitor di pasar global. Para finalis ANFA memang perlu di-grooming di event ini agar bisa bersaing dan diterima di industri fashion," ujar Sebastian Gunawan. 

    Salah satu pemenang ANFA 2013, Peggy Hartanto, mengungkapkan bahwa ia sangat terbantu dengan relasi yang terbentuk dan terjalin baik sejak ANFA.

    "Menjadi pemenang ANFA pada tahun 2013 lalu merupakan tonggak penting dalam perjalanan karier saya di dunia mode Indonesia maupun internasional. ANFA memberikan kesempatan untuk berkenalan dengan orang-orang penting di industri tekstil serta perancang ternama di Asia Tenggara," ujarnya.

    (Baca juga artikel: Madeind x Moral, Kolaborasi Label Lokal yang Berani)

    Tahun ini, dua nama kembali terpilih untuk menjadi pemenang ANFA, yaitu Andandika Surasetja dan Frederika Cynthia Dewi. Mereka berkesempatan untuk maju ke tingkat regional Asia yang berlangsung di Singapura pada Oktober lalu dan bertanding melawan para pemenang ANFA dari India, Singapura, dan Thailand.

    Walaupun sudah menjadi pemenang di negara masing-masing, mereka kembali dibimbing oleh para editor dan perancang mode tersohor. Tidak hanya menyempurnakan rancangan, tetapi juga mengajarkan cara kerja dan mengembangkan bisnis di dalam industri mode global. 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below