A Chat with Lucia Silvestri, Creative Director Bvlgari


  • A Chat with Lucia Silvestri, Creative Director Bvlgari
    Kisah seorang mantan siswi biologi yang jatuh cinta pada keindahan batu permata dan meniti karir di perusahaan perhiasan Bvlgari. (Foto: Dok/Bvlgari)


    Sore itu, langit cerah luar biasa. Di sebuah restoran semi outdoor di lantai teratas Hotel The Ritz Carlton Moscow, herworld Indonesia mendapat kesempatan untuk mengobrol langsung dengan Lucia Silvestri, Bvlgari Jewelry Creative Director di sela-sela kesibukannya pada rangkaian acara pembukaan 'Bvlgari Retrospective Exhibition, Tribute to Femininity' yang diadakan di kompleks museum Kremlin awal September lalu. 

    Wanita paruh baya bertubuh ramping ini terlihat chic dengan balutan atasan satin warna keemasan yang dipermanis untaian kalung panjang pink gold berbandul batu amethyst dan blue topaz dari koleksi Musa. Dalam gaya yang ringan, Silvestri terlihat memiliki personal style yang kuat, khas perempuan Italia. 



    (Baca juga: Menyusuri Pameran Foto 'Timeless Glamour' Bvlgari) 

    Karier impian

    Obrolan bermula dari bagaimana Silvestri memulai kariernya di Bvlgari. Ia sendiri tak pernah menyangka akan berlabuh menjadi seorang direktur kreatif. Biologi adalah jurusan yang ia pilih saat masuk ke perguruan tinggi. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia fashion atau pun desain.

    Saat melamar untuk bekerja paruh waktu menggantikan posisi seorang karyawan yang cuti melahirkan di perusahaan keluarga Bulgari, di situlah ia pertama kali berkenalan dengan dunia perhiasan, termasuk berbagai jenis batu permata.

    “Tugas saya menyortir batu permata yang layak digunakan dan yang tidak. Saya bekerja dengan penuh cinta dan saya benar-benar mengalami ketertarikan khusus dengan batu-batu ini,” ujarnya berkilas balik.

     Rupanya keluarga Bulgari, yang saat itu hanya memiliki 5 butik dan masih sangat konservatif dalam menjalankan bisnisnya, melihat bakat dan passion Silvestri yang luar biasa.

    “Mereka (keluarga Bulgari) banyak menolong saya dalam menyelami pekerjaan ini dan juga sangat percaya terhadap bakat yang saya miliki. Dan mereka menjadi mentor terbaik saya,” tambahnya.


    (Lucia Silvestri. Dok/Bvlgari)


    Silvestri kemudian mengemban tugas sebagai Director of Gem Acquisitions yang sebelumnya hanya dipegang oleh keluarga Bulgari. Dan pada 2013, Silvestri pun diangkat menjadi Direktur Kreatif perusahaan ini.

     “I don’t work, I play with gems!” tuturnya melukiskan kesehariannya.

    Profesi ini mengharuskan Silvestri berkeliling demi menemui para ahli batu permata di pelosok dunia: Geneva, Antwerp, New York, Jaipur, Colombo, Srilanka dan masih banyak lagi. Setiap kota memberikan banyak inspirasi baginya lewat kekentalan budaya masing-masing. Meski demikian, Roma tetap menjadi hometown yang amat fundamental untuk Silvestri.

    “A city of my inspiration,” katanya. Ia mengaku, setiap sudut kota akan memantulkan kesan yang berbeda saat dikunjungi dalam waktu yang berbeda. Roma adalah seperti museum terbuka. “Langit, gedung dan arsitekturnya memberikan warna tersendiri yang sulit tergantikan.” 

    Perempuan Bvlgari

    “Self Confident, Feminine, Proud to be A Woman.”

    Tiga karakter itu yang disebut Silvestri saat melukiskan para perempuan Bvlgari. Walaupun tidak terlibat langsung dalam pemilihan muse atau pun brand ambassador dari brand ini, Silvestri mengaku sangat mengagumi setiap dari mereka. Mulai dari Elizabeth Taylor yang mengenakan sautoir (kalung panjang) dengan bandul batu safir 60 Karat hingga keponakan Putri Diana yang baru-baru ini diumumkan sebagai brand ambassador yaitu Lady Kitty Spencer serta para selebritas Hollywood seperti Bella Hadid dan Lily Aldridge. 

    Seperti juga para muse, Silvestri memilih batu permata tidak hanya dilihat dari segi fisik semata. Berkelana menemui para pengrajin batu di seluruh dunia, ia selalu mencari ‘jiwa’ dari batu-batu tersebut yang akan didapatnya hanya dengan melihat langsung dan menyentuhnya.

    “Cita-cita saya adalah menemukan kembali batu safir terindah dari kalung yang dipakai oleh Elizabeth Taylor. Namun sepertinya sudah tidak mungkin lagi,” tuturnya separuh bercanda.


    (Lucia Silvestri. Dok/Bvlgari) 


    Silvestri sendiri memliki beberapa perhiasan favorit yang selalu dibawa kemanapun pergi. Misalnya kalung panjang pink gold yang ia kenakan pada saat wawancara. Menurutnya, kalung berbandul amethyst dan blue topaz dalam cutting special ini amat mudah dipadupadankan. Dapat dikenakan pada siang maupun malam hari. Ia juga menunjukkan beberapa lapis gelang dari Bvlgari yang dikenakan sekaligus di lengannya. 

    Kecintaannya terhadap profesi dan pekerjaan tak perlu diragukan lagi. Saat ditanya mengenai bagaimana menyeimbangkan pekerjaan dan kariernya dengan kehidupan pribadi, ia menjawab dengan cepat,”Itu tidak mudah, tetapi saya dapat melaluinya. Saat bekerja dengan passion yang besar, Anda tentu tidak menyadari bahwa itu adalah sebuah pekerjaan. It is just your life!” 

    (Teks: Shantica Warman, Foto: Dok/Bvlgari, Dok/ShanticaWarman)