Berbicara Seputar Dunia Parfum Bersama Alexia Honig


  • Berbicara Seputar Dunia Parfum Bersama Alexia Honig
    DOK. HERWORLD

     

    Tantangan terbesar dalam proses penciptaan wewangian terbaru ini?



    Mengingat Angel adalah salah satu wewangian klasik dan legendaris yang pertama kali diluncurkan pada tahun '92, saya beserta tim merasakan sebuah tanggung jawab besar untuk menjaga karakteristik utamanya. The challenge was to do something new, but still keeping the roots of Angel. Berangkat dari prinsip tersebut, perfumer Quentin Bisch memberi masukan beberapa notes yang mampu menjadikan wewangian ini terasa lebih modern tanpa menghilangkan nuansa klasiknya.

     

    Lima kata yang mendeskripsikan wewangian ini?

    Adiktif, magnetik, fusing, menggoda, dan modern.

     

    Tren wewangian yang patut diantisipasi untuk tahun depan?

    Saya akan sedikit melihat ke belakang. Saat Angel pertama kali dirilis puluhan tahun lalu, ia merupakan satu-satunya wewangian dengan nuansa oriental gourmand dan menjadi tren secara instan. Sejak saat itu, gourmand family notes masih memegang peranan penting di dunia wewangian bahkan hingga tahun depan. Aroma manis yang mengingatkan kita pada kehangatan rumah dan orang terkasih masih akan menjadi pilihan utama.

     

    Aroma paling digemari di area Asia Tenggara?

    Woody scent terutama aroma patchouli. Daerah Asia Tenggara didominasi oleh iklim tropis, sehingga notes yang tahan lebih lama di kulit cukup digemari. Kemudian aroma manis atau yang biasa kami sebut gourmand notes dan amber notes juga mulai disukai oleh pecinta wewangian di area Asia Tenggara.

     

    Cara terbaik memakai wewangian?

    The clouds technique. Semprotkan wewangian ke udara dan melangkah masuk ke semprotan tersebtu hingga partikel parfum menempel mulai dari rambut dan tubuh. Cara ini mencegah partikel parfum rusak akibat gesekan pada kulit dan membuat aromanya tahan lebih lama.