Life & health

Kolaborasi Mercedes-Benz Indonesia untuk Sustainability

By : Vanessa Masli - 2023-02-02 12:10:01 Kolaborasi Mercedes-Benz Indonesia untuk Sustainability

Isu sustainability mungkin tak lagi asing di telingamu. Mulai dari fashion hingga otomotif, banyak industri yang mulai menekankan pentingnya sustainability dalam menjalankan bisnis masing-masing. Sebuah bisnis yang ramah, tak hanya bagi konsumen tapi juga lingkungan, menjadi salah satu esensi penting yang diperhatikan Mercedes-Benz Indonesia.

Dengan kehadiran kendaraan full electric pertamanya yaitu Mercedes-EQ, Mercedes-Benz menyadari pentingnya membangun lingkungan dan kehidupan yang lebih ramah terhadap Bumi. Selain dari lini tersebut, Mercedes-EQ Space yang berlokasi di Ground Floor Senayan City. Kata 'SPACE' sendiri merupakan singkatan dari Showcasing Progressive luxury, sustainable Art, Collaborative Experience. Sebuah ruang yang menjadi representasi komitmen Mercedes-Benz untuk membangun industri otomotif yang lebih ramah bagi lingkungan, termasuk melalui peluncuran The new EQS dan The new EQE tersebut.


Selain membangun industri yang turut memerhatikan sustainability di dalamnya, Mercedes-Benz pun juga menekankan pentingnya peran wanita untuk menggerakkan masyarakat agar mau terlibat dalam isu sustainability ini. Itulah alasan Mercedes-Benz berkolaborasi dengan Her World Indonesia dan Harper’s Bazaar Indonesia untuk menghadirkan sebuah talkshow yang membahas lebih dalam tentang peran wanita dalam membangun kehidupan lebih bersahabat dengan Bumi.


Dengan nama “She’s Mercedes: How Women are Leading the Sustainability Movement”, sebuah talkshow yang membahas lebih dalam tentang isu sustainability dan peran wanita di dalamnya, kali ini fokus dalam bidang fashion. Dua wanita yang sudah lama bergelut di dalam industri sustainable fashion – Azalea Ayuningtyas (co-founder Du Anyam) dan Intan Anggita Pratiwie (co-founder Setali Indonesia) – membagikan pengalamannya membangun bisnis fashion yang sustainable hingga saat ini.


Acara dibuka oleh sambutan hangat dari President Director PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Choi Duk Jun lalu dilanjutkan dengan product knowledge yang dibawakan oleh Top End Vehicles Manager PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Michael Purba.


(Editor in Chief Her World Indonesia, Mita Soedarjo berfoto dengan Presiden Director PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Choi Duk Jun. Foto: Dok. Insan Obi/Her World Indonesia)


(President Director PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Choi Duk Jun memberikan kata sambutan. Foto: Dok. Insan Obi/Her World Indonesia)


Kemudian, pada acara puncak, moderator, Neea Elvira pun duduk bersama Azalea Ayuningtyas dan Intan Anggita Pratiwie untuk berbincang lebih dalam tentang industri fashion dan sustainability yang sudah lama digeluti.


(Tamu undangan yang menghadiri acara She's Mercedes: How Women are Leading the Sustainability Movement. Foto: Dok. Insan Obi/Her World Indonesia)
(Para tamu berpose di depan produk line-up Mercedes-EQ, keluaran terbaru Mercedes-Benz. Foto: Dok. Insan Obi/Her World Indonesia)


Bisnis dengan sebuah misi


Keduanya memulai bisnis fashion ini dengan misi masing-masing. Azalea mendirikan Du Anyam dengan misi untuk memberdayakan ekonomi dan meningkatkan kondisi kesehatan wanita di pedesaan seluruh Indonesia. Dengan dua rekannya, Hanna Keraf dan Melia Winata, Azalea pun memberdayakan wanita Flores, Nusa Tenggara Timur untuk mengerjakan kerajinan tangan anyaman.


Saat Du Anyam didirikan, co-founder sekaligus CEO jenama lokal ini pun menekankan tiga pilar yang menjadi dasar bisnis tersebut dibangun. Mulai dari memberdayakan wanita, mempromosikan budaya, dan meningkatkan kesejahteraan di desa-desa seluruh Indonesia. Teknik menganyam dengan tanaman lontar jadi awal perjalanan Du Anyam di tahun 2014. Sudah hampir sembilan tahun berjalan, Du Anyam kini sudah bekerjasama dengan lebih dari 1200 wanita.



(Azalea Ayuningtyas berbagi cerita perjalanan membangun Du Anyam. Foto: Dok. Insan Obi/Her World Indonesia)


Sedangkan Intan Anggita Pratiwie sudah gemar mendaur ulang pakaian, sebuah kecintaan yang diturunkan dari kedua orang tuanya. Hingga pada 2004, Intan pun mulai giat mendaur ulang pakaiannya. Namun, ada dua faktor utama yang menjadi motivasinya untuk mendirikan Setali Indonesia bersama rekannya, Andien Aisyah.


Ia melihat adanya masalah limbah tekstil jadi salah satu isu lingkungan yang perlu diatasi, ditambah kecintaannya pada budaya Indonesia Timur, termasuk wastra di wilayah tersebut. Dua alasan inilah yang membuat Intan tertarik untuk memadukan kain tenun dengan bahan-bahan tekstil bekas sekaligus mengatasi isu limbah tekstil melalui proses upcycling.



(Intan Anggita Pratiwie berbagi kecintaannya mendaur ulang pakaian hingga akhirnya membangun Setali Indonesia. Foto: Dok. Insan Obi/Her World Indonesia)


“Cukup berkarya dan fokus (menjalankannya),” ungkap Intan. Akhirnya, pada 2018, sebuah social enterprise bernama Setali Indonesia pun ia dirikan. Dengan menerapkan model bisnis koperasi, Setali menjadi wadah penerimaan donasi pakaian bekas secara cuma-cuma, lalu diolah kembali menjadi jaket, sepatu, atau denim baru yang layak pakai dan jual. Dalam perjalanannya, Setali Indonesia juga banyak berafiliasi dengan wanita.


(Baca Juga: Mercedes-Benz Luncurkan Mercedes-EQ)


Sustainability bisa diawali oleh wanita


“Perubahan kecil-kecil, lama kelamaan menjadi besar,” ungkap Ayu saat ditanya tentang peran wanita dalam penerapan sustainability. Sebuah kata yang terus dikumandangkan, bagi setiap orang untuk bisa membangun kebiasaan dan kehidupan yang lebih bersahabat dengan Bumi.


Bagi Azalea, wanita memiliki peran yang penting dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan atau sustainability, melalui perannya sebagai pendidik pertama di rumah tangga. Lalu, dalam penerapan bisnisnya, Du Anyam memanfaatkan keterampilan warga lokal dan memanfaatkan bahan baku yang ada di wilayah tersebut sebagai langkah untuk membangun bisnis berkelanjutan sekaligus ramah bagi lingkungan.


“Kembali ke zaman saat semua kembali (mengandalkan) ke alam,” jelas Ayu. Baginya, dengan membangun pasar yang lebih paham akan isu sustainability, mengembangkan bisnis ke arah tersebut menjadi sebuah kewajiban.



(Acara talkshow yang digelar di Mercedes EQ Space. Foto: Dok. Insan Obi/Her World Indonesia)


Selaras dengan Azalea, Intan pun merasa penting membangun gaya hidup sustainable yang inklusif bagi semua orang. Setali Indonesia, yang juga fokus pada edukasi dan advokasi, pun berusaha memanfaatkan bahan alami untuk perwarnaan sekaligus memetakan seniman wastra di seluruh Indonesia sebagai langkah untuk menerapkan nilai sustainability dalam bisnisnya.


“Menarik kembali apa yang leluhur lakukan, meregenerasinya lagi,” ungkap Intan. Baginya, sebuah bisnis yang sustainable perlu mempertimbangkan empat komponen penting, antara lain People – menumbuhkan rasa kepemilikan bagi tim yang terlibat; Planet – belajar untuk merasa cukup sehingga dapat mengurangi eksploitasi; Profit – mengambil keuntungan secukupnya dan berikan pada riset, serta Purpose – menemukan tujuan lebih dalam saat mendirikan bisnis tersebut.


(Baca Juga: Jual Fashion Preloved Melalui Tinkerlust Cash Up)


Bincang-bincang Neea bersama dua wanita luar biasa dalam acara “She’s Mercedes: How Women are Leading the Sustainability Movement” ini jadi bentuk komitmen Mercedes-Benz Indonesia untuk membangun bisnis yang juga ramah bagi Bumi melalui line-up Mercedes-EQ yang sudah resmi diluncurkan. 



Life & health