Kenali 7 Perbedaan Cinta Dan Obsesi Yang Harus Kamu Ketahui


  • Kenali 7 Perbedaan Cinta Dan Obsesi Yang Harus Kamu Ketahui
    Inilah perbedaan cinta dan obsesi yang harus diketahui. (Foto:Dok. Lucas/Pexels)

    Meskipun telah beberapa kali menjalani hubungan dengan seseorang, tak bisa dielak terkadang diri kesulitan untuk membedakan apakah pasangan benar-benar memiliki perasaan cinta atau sekedar obsesi. Setuju? Pertanyaan ini timbul dari rasa khawatir karena cinta dan obsesi dapat terlihat serupa walau muncul dari arah yang berbeda. Persamaan antara cinta dan obsesi ini seringkali membuat perbedaan antara keduanya sulit untuk dianalisis sehingga banyak orang yang salah mengartikannya.

    Sebelum terjun ke dalam sebuah hubungan penting bagimu untuk mengetahui perbedaan antara cinta dan obsesi. Tidak hanya mengenali perbedaannya pada pasangan kamu, tetapi juga apa yang kamu rasakan kepadanya demi hubungan yang harmonis. Dirangkum dari Bustle, berikut adalah perbedaan cinta dan obsesi yang harus kamu ketahui!


    (Baca Juga: Cara Memaafkan Suami Yang Selingkuh)


    1. Cinta mengalir seiring waktu, obsesi didorong oleh rasa cemas

    Perbedaan Cinta Dan Obsesi

    (Hubungan terobsesi menimbulkan rasa cemas. Foto: Dok. cofotoisme/iStock)


    Cinta yang terjadi dengan sendirinya akan semakin berkembang seiring dengan waktu. Ketika seseorang mencintai pasangannya, cinta itu hanya akan membesar ketika hubungan mereka semakin erat. Sedangkan, seseorang yang terobsesi biasanya akan terburu-buru untuk memasuki fase lainnya sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi satu pihak.

    dr. Mark B. Borg, Jr, psikolog klinis dan penulis buku Relationship Sanity mengungkapkan alasan dari fenomena ini, "dalam obsesi, kita mengambil campuran emosi kecemasan yang bercampur atau antisipatif dan mengalihkannya ke dalam pemikiran kita." Pada obsesi, seseorang yang takut kehilangan akan memastikan tidak ditinggalkan dengan salah satu caranya meminta ikatan komitmen yang terlalu cepat dalam hubungan. 


    2. Cinta menjadi diri sendiri, tapi obsesi melakukannya demi mendapatkan pesetujuan

    Menurut Marni Kinrys, pendiri The Wing Girl Method , pakar hubungan, dan YouTuber, cinta terjadi secara timbal balik. Cinta hadir tanpa diminta atau disadari, serta aksi memberi dan menerima akan memiliki kadar yang sama di dalam hubungan. Tetapi hal ini berbeda saat seseorang menjalaninya hanya karena obsesi.  Obsesi biasanya akan memberikan lebih dari yang diterima. Walaupun terbaca menyenangkan bagi pasangannya, namun hal ini dilakukan tak semata karena cinta, tetapi hanya karena ingin menjadi pusat perhatianmu. Dalam kata lain, obsesi juga berarti meminta validasi.


    3. Cinta bisa bertahan dengan jarak, sementara obsesi tidak bisa

    Komunikasi berperan penting dalam membangun suatu hubungan. Komunikasi juga bisa menjadi pembeda yang jelas antara cinta dan obsesi dari pasanganmu. Meskipun berbincang sepanjang siang dan malam dengan pasangan adalah hal yang wajar, namun jika dia tak bisa memberimu jarak sedikitpun, ini bisa disebut sebagai obsesi. Katie Leikam, terapis klinis, dan pemilik True You Southeast, menjelaskan hal ini lebih lanjut, "sangat mudah untuk salah mengira cinta sebagai obsesi, tetapi perbedaannya adalah seberapa jauh kamu menaruh minat pada orang lain saat hubungan menjadi tidak sehat." Hal ini juga bisa terlihat dari sikapnya yang tidak rasional. Orang yang terobsesi akan mudah sekali terpancing emosi ketika jauh atau tak bisa berbincang denganmu.


    (Baca Juga: Perbedaan Cinta Dengan Kagum yang Patut Diketahui)


    4. Cinta penuh kepercayaan, obsesi penuh kecurigaan

    perbedaan cinta dan obsesi
    (Perbedaan cinta dan obsesi adalah rasa curiga dan kepedulian yang terlihat kasat mata. Foto:Dok/Freepik)


    Memiliki pasangan yang peduli untuk mengetahui detail kecil meneganimu merupakan tanda yang baik. Tetapi ada garis tipis antara peduli dan kecurigaan. Misalnya, jika mereka perlu tahu di mana kamu setiap saat dan dengan siapa kamu, itu bisa menjadi perilaku obsesif. Katie Leikam kembali menjelaskan, "ini adalah cinta ketika mereka memperhatikan kebutuhanmu. Namun jika 'kepedulian' mereka mulai terasa sombong, itu mungkin obsesi, dan pasti sesuatu yang harus kamu bicarakan dengannya."


    5. Cinta pasti mendukung, obsesi terkadang tidak

    "Ketika seseorang terobsesi denganmu, mereka [mungkin tidak] menyukai gagasan bahwa kamu tumbuh sebagai pribadi atau memiliki kemandirian," jelas Rori Sassoon, pakar hubungan dan CEO layanan perjodohan elit VIP Platinum Poire. Misalnya, jika kamu mendapatkan promosi di tempat kerja, mereka mungkin tidak tampak senang dan bersemangat karena dia memikirkan bagaimana hal tersebut bisa berpengaruh pada hubunganmu. "Tetapi dalam cinta yang sehat, masing-masing pasangan saling memberdayakan untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri," jelas Rori Sassoon. Pasangan kamu akan bersemangat untukmu dan akan mendukung saat dirimu tumbuh sebagai individu.


    (Baca Juga: Pasanganmu Benar Cinta, Atau Hanya Nafsu? Ini Perbedaannya!)


    6. Cinta memperbaiki, obsesi tidak berani menyalahkan

    Ketika seseorang terobsesi denganmu, semua yang kamu lakukan akan "benar" bahkan jika mereka sebenarnya tidak setuju denganmu. Menurut Rori Sassoon, mereka mungkin hanya setuju dengan semua yang kamu katakan dan lakukan hanya untuk membuatmu tetap bertahan dengan mereka. Saat itu cinta, pasanganmu akan jujur denganmu tentang perasaannya sendiri. Mereka tidak akan khawatir apakah mereka akan kehilanganmu karena mengatakan yang sebenarnya. Kesalahan harus diperbaiki, dan kritik yang membangun perlu untuk didengarkan, begitulah jika seseorang mencintaimu.


    7. Cinta memiliki ruang, obsesi hanya berpusat pada satu poros

    Perbedaan Cinta Dan Obsesi

    (Hubungan terobsesi yang tidak memberi ruang untuk berkembang. Foto: Dok. Eleganza/iStock)

    "Ketika seseorang dikendalikan oleh hasratnya, itu benar-benar lebih merupakan obsesi," kata Rori Sassoon. Hal ini berarti mereka akan melupakan kehidupan mereka sebelumnya dan beralih fokus padamu.  Pada dasarnya, kamu akan menjadi pusat alam semesta mereka. Tapi seperti yang dikatakan Rori Sassoon, ini bukan hal sehat, dan tentu bukan cinta. "Jika seseorang memikirkan setiap gerakanmu, memisahkan kata-kata dan tindakanmu, dan terus-menerus menganalisis segalanya, ini tidak normal atau sehat," jelasnya. Dalam dinamika yang sehat, kamu dan pasangan akan cukup aman untuk melakukan mimpi sendiri dan kembali bersama tanpa masalah sama sekali.


    Itulah perbedaan cinta dan obsesi yang harus diketahui berdasarkan para pakar yang dirangkum dari Bustle. Wajar jika kamu masih merasa bingung, namun perlu diketahui bahwa obsesi hanya datang dari rasa cemas, sementara cinta akan hadir secara alami. Perasaanmu akan mengenali mana obsesi dan cinta yang sesungguhnya, kamu hanya perlu mengakuinya. 

 

Related Articles