Jangan Malas Olahraga, Ini Yang Bisa Terjadi Pada Tubuhmu!


  • Jangan Malas Olahraga, Ini Yang Bisa Terjadi Pada Tubuhmu!
    (Photo by Tim Samuel/ Pexels)

    Bukan rahasia lagi jika berolahraga secara rutin dapat memberikan efek positif bagi kesehatan, baik fisik maupun mental. Bahkan, berolahraga selama lima menit saja sudah cukup untuk mendapatkan manfaatnya. Namun sayangnya, masih banyak orang yang abai akan pentingnya berolahraga. 


    Inilah yang bisa terjadi pada tubuhmu saat malas berolahraga, antara lain:




    1. Mengalami lonjakan gula darah

    akibat malas berolahraga, malas berolahraga

    (Lonjakan gula darah. Foto: Dok. PhotoMIX Company/ Pexels)


    Dari studi tahun 2012 dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise, malas berolahraga dapat membuat tubuh tidak mampu memproses karbohidrat, yang bisa mengakibatkan lonjakan kadar gula darah. 


    “Melewatkan olahraga selama beberapa waktu dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes,” kata John Thyfault, asisten profesor di Departemen Nutrisi dan Fisiologi di University of Missouri. 


    Akan tetapi, dari studi tahun 2013 yang dipublikasikan di jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology, menemukan bahwa melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki, dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe dua. 


    2. Menambah berat badan


    Selain kebiasan makan yang buruk dan berlebihan, malas berolahraga juga berkontribusi terhadap penambahan berat badan. Seperti yang ditunjukkan dalam studi besar yang dilakukan oleh para peneliti dari Stanford University, orang dewasa yang malas berolahraga mengalami penambahan berat badan yang signifikan daripada orang dewasa yang rajin berolahraga. 


    Berdasarkan studi tahun 2017 dalam International Journal of Obesity, malas berolahraga dapat mengurangi total kalori yang dibakar. Itulah yang bisa mengakibatkan penambahan berat badan dan memperbesar lingkar pinggang. 


    3. Sulit tidur di malam hari

    akibat malas berolahraga, malas berolahraga

    (Kesulitan tidur di malam hari. Foto : Dok. Karolina Grabowska/ Pexels)


    Secara efektif, melakukan latihan fisik atau berolahraga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur di malam hari. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Advances in Preventive Medicine, berolahraga dapat meningkatkan durasi dan kualitas tidur, sehingga terhindar dari berbagai masalah kesehatan akibat kurang tidur, ini termasuk diabetes, penambahan berat badan, melemahnya sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko penyakit jantung, dan memengaruhi suasana hati (mood).


    (Baca Juga: Coba Lakukan 4 Olahraga Mengecilkan Paha Sebelum Tidur)

    4. Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular


    Sebuah riset yang dipublikasikan di International Journal of Obesity, menunjukan bahwa malas berolahraga telah dikaitkan dengan peningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. 


    Dan, satu penelitian lain yang dilakukan oleh para peneliti dari Korea Selatan, juga menemukan bahwa orang yang tidak berolahraga memiliki risiko hingga 72% lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi daripada orang yang berolahraga. 


    Sementara itu, menurut Health Harvard, latihan aerobik secara teratur dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik dan mengurangi kadar kolesterol jahat. Itu artinya, latihan aerobik secara teratur dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. 


    5. Meningkatkan risiko penyakit kanker

    akibat malas berolahraga, malas berolahraga

    (Risiko penyakit kanker akibat malas berolahraga. Foto: Dok. Anna Tarazevich/ Pexels)


    Selain meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, tidak berolahraga juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko jenis kanker tertentu. Berdasarkan National Cancer Institute, banyak penelitian observasional yang telah memberikan bukti adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan risiko kanker yang lebih rendah. 


    Dari satu ulasan tahun 2016 terhadap 126 studi, menemukan bahwa orang yang melakukan aktivitas fisik, termasuk berolahraga, memiliki risiko yang lebih rendah terkena kanker usus besar dan kanker payudara. 


    Di sisi lain, sebuah ulasan lain yang diterbitkan dalam Sedentary Behaviour Epidemiology, mengaitkan antara kurangnya aktivitas fisik dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker endometrium, kanker ovarium, kanker payudara, kanker kolorektal, dan kanker paru-paru. 


    6. Mudah depresi


    Olahraga dikenal sebagai salah satu pengobatan terbaik untuk mengurangi gejala stres, depresi, dan gangguan kecemasan. Hal ini dibuktikan dalam sebuah analisis tahun 2008 dalam jurnal Preventive Medicine, yang menunjukan bahwa melakukan olahraga intensitas rendah hingga tinggi sama-sama efektif dalam mengurangi depresi, stres, dan gangguan kecemasan berlebihan. 


    Sebaliknya, pada tahun 2018, sebuah studi yang diterbitkan dalam Preventive Medicine Report, menemukan bahwa tidak banyak melakukan aktivitas fisik atau berolahraga telah dikaitkan dengan penurunan kesehatan mental. Jadi, itu artinya tidak berolahraga sama dengan risiko depresi yang lebih tinggi. 


    (Baca Juga: 4 Olahraga Mengecilkan Perut Agar Kamu Lebih Percaya Diri)


    Itulah beberapa akibat jika kamu malas berolahraga. Semoga bisa jadi referensi untuk segera mulai kebiasaan yang menyehatkan tubuh secara rutin ya!





  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Bunga Citra Lestari Cover Mei 2022
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below