5 Motif Sapto Djojokartiko Ini Resmi Memiliki Hak Cipta


  • 5 Motif Sapto Djojokartiko Ini Resmi Memiliki Hak Cipta
    #SAPTOJOPattern yakni Perlindungan Hak Cipta yang diberikan kepada motif khas sang brand. (Foto: Dok. Sapto Djojokartiko)

    Lebih dari 10 tahun berkarya merupakan sebuah pencapaian dan juga kebanggan bagi seorang Sapto Djojokartiko. Dalam perjalanannya berkarir di industri fashion tanah air, Sapto Djojokartiko memiliki visi untuk terus berkembang dan menghasilkan desain-desain yang klasik, elegan dan juga sarat akan visual yang identik dengan estetika yang telah dibangun selama ini.


    Berbicara mengenai inspirasi, Sapto Djojokartiko memulai kariernya dengan misi untuk mengembangkan motif-motif nusantara dan juga negara-negara Asia dengan sentuhan modern yang di kemudian hari berkembang menjadi sebuah gaya yang identik dengan karya-karya besar sang desainer. Beberapa motif yang lahir dari proses berkembangnya sang desainer cukup dikenal dengan sebutan Saptojo Candi, Saptojo Melati Sangkar, Saptojo Penara, Saptojo Penara Yayi dan Saptojo Chinoiserie.




    Seiring dengan berjalannya waktu dan juga potensi berkembangnya brand Sapto Djojokartiko kedepannya, sang desainer berupaya untuk mencatatkan motif-motif karyanya agar mendapatkan Perlindungan terhadap Kekayaan Intelektual (KI), dalam hal ini dalam bentuk perlindungan Hak Cipta. Hal ini ditempuh sebagai bagian dari tanggung jawab Sapto Djojokartiko kepada pengrajin, karyawan yang bekerja untuknya dan juga untuk pelanggan yang sudah mengapresiasi karya-karyanya selama ini.


    Pada press conference yang dilaksanakan di Fairmont Hotel, Jakarta, Desainer Sapto Djojokartiko menjelaskan, “Semakin kesini, brand kami sudah semakin dikenali dari sisi estetika dan juga visualnya. Tentunya itu adalah hasil yang tidak terjadi dalam satu malam. Dalam proses mendesain saya banyak bekerja dengan pengrajin dan juga penjahit dan desainer in house kami yang kerap berinovasi untuk mewujudkan visi kami bersama. Semua kami lakukan bersama dalam mengembangkan brand ini. Di sisi lain, ada pelanggan setia kami yang selalu datang mengapresiasi hasil kerja keras kami, membeli dan juga membagikan foto-foto mereka mengenakan busana yang kami desain. Hal tersebut tentunya sangat membanggakan bagi kami karena apresiasi yang tulus dan dukungan yang selalu kami dapatkan terus memotivasi kami agar menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi dari hati.”


    Kedua hal tersebut adalah komponen penting bagi Sapto Djojokartiko dalam berkarya dan berinovasi. Sebagai brand, memperjuangkan hak cipta adalah bentuk hak dan kewajiban akan karya yang sudah dihasilkan. Sapto Djojokartiko ingin memastikan bahwa kepuasan konsumen dan kepercayaan yang telah diberikan dapat dipertanggungjawabkan dan karya yang dibeli juga dapat dipakai sebagai sebuah kebanggan yang tak lengkang oleh waktu.


    HKI dapat melindungi pelaku industri kreatif untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran atas Hak Kekayaan Intelektual yang dimiliki. Selain itu, perlindungan ini juga dilakukan untuk mendorong para pencipta untuk terus berkarya dan berinovasi dengan lebih tenang dan memfokuskan diri pada karya mereka secara lebih leluasa.


    “Untuk menghindari kerugian bagi para pencipta maka pelindungan Hak Cipta saat ini sangat diperlukan oleh para pencipta baik sebagai pelindung ataupun sebagai jaminan kepastian hukum terhadap karya yang telah dihasilkan," ungkap Khurnia Hudewi, Industrial Design & Copyright Department Head Law Firm AMR Partnership menjelaskan lebih lanjut.


    Berikut 5 motif karya Sapto Djojokartiko mendapat Perlindungan Hak Cipta:


    1. Saptojo Penara


    (Motif Saptojo Penara. Foto: Dok. Sapto Djojokartiko)


    Saptojo Penara adalah detail motif dari Sapto Djojokartiko yang pertama kali diperkenalkan pada koleksi Spring/Summer 2013 dengan keistimewaan inspirasi diambil dari alat batik cap Jawa yang disebut Penara pada sulaman, yang dikembangkan oleh tim Research and Development (RnD) kami.


    2. Saptojo Candi


    (Motif Saptojo Candi. Foto: Dok. Sapto Djojokartiko)


    Saptojo Candi adalah detail motif dari Sapto Djojokartiko yang pertama kali diperkenalkan pada pagelaran show tunggal pertama Sapto Djojokartiko untuk koleksi Spring/Summer 2019 dengan keistimewaan inspirasi warisan Asia Tenggara dan journey of human culture menuju modernity berupa architecural lines dari pagoda bercampur dengan circuit panel sebuah mesin menjadi inspirasi pada sulaman, yang dikembangkan oleh tim Research and Development (RnD) kami.


    3. Saptojo Penara Yayi


    (Motif Saptojo Penara Yayi. Foto: Dok. Sapto Djojokartiko)


    Saptojo Penara Yayi adalah detail motif dari Sapto Djojokartiko yang pertama kali diperkenalkan pada koleksi Spring/Summer 2020 dengan keistimewaan modifikasi dari motif penara yang sudah ada dengan dijadikan motif berulang yang digunakan untuk borders dan details pada sulaman, dikembangkan oleh tim Research and Development (RnD) kami.


    4. Saptojo Chinoiserie


    (Motif Saptojo Chinoiserie. Foto: Dok. Sapto Djojokartiko)


    Saptojo Chinoiserie adalah detail motif dari Sapto Djojokartiko yang pertama kali diperkenalkan pada koleksi Holiday 2020 dengan keistimewaan inspirasi dari kehidupan sehari-hari petani dari daratan Cina pada sulaman, yang dikembangkan oleh tim Research and Development (RnD) kami.


    5. Saptojo Melati Sangkar


    (Motif Saptojo Melati Sangkar. Foto: Dok. Sapto Djojokartiko)


    Saptojo Melati Sangkar adalah percampuran detail motif dari Sapto Djojokartiko yang pertama kali diperkenalkan pada koleksi Raya 2021 dengan keistimewaan inspirasi bunga melati dan sangkar Indonesia pada sulaman, yang dikembangkan oleh tim Research and Development (RnD) kami.


    Saat ini untuk dapat membeli rangkaian produk Sapto Djojokartiko, pelanggan dapat langsung mengunjungi Flagship Store yang terletak di Plaza Senayan. www.masarishop.com maupun situs resmi www.saptodjojokartiko.com. 




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Bunga Citra Lestari Cover Mei 2022
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below