Angga Yunanda, Afgan & 13 Pria Inspiratif Selama Pandemi


  • Angga Yunanda, Afgan & 13 Pria Inspiratif Selama Pandemi
    13 Pria inspiratif di masa pandemi Good Men 2021 (Foto:Dok/Herworld Indonesia)

    Tahun ini, Her World kembali menampilkan 13 profil laki-laki inspiratif dari berbagai latar belakang profesi. mereka terus berkarya meski tengah berada di situasi yang kurang kondusif. Nyatanya, hal inilah yang terus membuat mereka semakin tertantang untuk memberikan yang terbaik bagi negeri.


    Angga Yunanda, Aktor

    (@anggayunandareal16)

    What Angga thinks, "Memberikan 100% dalam setiap karya."



    good men 2021
    (Angga Yunanda Good Men 2021.Foto:Dok/Herworld Indonesia)

    Pandemi tak menghalangi Angga Yunanda untuk menyajikan konten berkualitas bagi penikmat film. Ia justru baru saja selesai berperan dalam web series berjudul Antares, sebuah drama remaja ber-genre action yang disutradarai oleh Rizal Mantovani. Lumayan dikenal “langganan” memerankan anak sekolah, ternyata Angga punya trik khusus untuk membuat perannya selalu berbeda. “Biasanya dari penampilan sudah beda jadi karakter yang ditampilkan juga disesuaikan dengan cerita,” jelas Angga. Meski begitu, Angga mengaku bahwa peran-perannya di proyek mendatang bisa dibilang jauh berbeda dari yang pernah ia mainkan. Salah satunya adalah perannya di film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga, yang sudah tak sabar untuk ia sajikan bagi penonton. 

    Berakting sejak 2018, Angga sudah terlibat dalam cukup banyak genre film. Mulai dari drama, horor, hingga action, Angga bisa memberikan warna yang cukup beragam. Ditanya soal genre film yang paling ingin diperankan, ia menjawab,“Ingin banget main di film horor yang saya sendiri akan takut menontonnya dan jadi susah tidur”. Sibuk dengan banyaknya jadwal shooting, Angga punya cara sendiri untuk relaksasi. Sebagai penyuka alam, ia mengaku bahwa pulang kampung ke Lombok adalah cara terbaik untuk bersantai. “Selain bertemu orang tua dan keluarga besar, saya juga senang bermain ke pantai,” ungkapnya. Namun saat terhalang pandemi, menonton bioskop jadi cara lain bagi Angga untukmenenangkan pikiran.

    Tahun ini, Angga terlibat dalam film yang disutradari Angga Dwimas Sasongko, berjudul Mencuri Raden Saleh. “Saya excited banget dengan film ini karena punya premis yang sangat unik dan dijamin akan bikin gempar,” ujarnya sambil menutup sesi wawancara.


    Daniel Mananta, Content Creator & Entrepreneur

    (@vjdaniel)

    What Daniel thinks, "Belajar untuk patuh."

    good men 2021
    (Daniel Mananta Good Men 2021.Foto:Dok/Herworld Indonesia)


    Tahun baru menjadi awal perjalanan yang baru pula dalam karier seorang Daniel Mananta. Tak disangka, sisi spiritual menjadi alasan di balik perubahan ini. Pada akhir 2019, Daniel mengaku mengalami masa kritis dalam semua aspek bisnis dan finansialnya. “Bahkan saat itu saya harus meminjam uang ke bank dan menjadikan rumah sebagai jaminan demi bisa menggaji karyawan,” kenang ayah dua anak ini. Ketika semua bisnisnya tengah menurun, Indonesian Idol jadi satu-satunya safety net yang bisa membuat kondisi keuangannya stabil. 

    Alangkah mengejutkan jika akhirnya Daniel memutuskan untuk keluar dari Idol demi mengikuti suara hatinya. “Saat itu saya dengar suara Tuhan dan entah bagaimana, saya pun yakin untuk keluar dari Indonesian Idol. Mungkin terdengar gila, tapi itulah yang terjadi,” jelas Daniel. Tantangan dan keraguan tetap ia rasakan, khususnya saat tawaran menarik untuk terus menggawangi Idol pun datang. “Di situ saya berpikir, Tuhan sudah meyakinkan saya, masa saya enggak mau dengar? Kita hidup mencari berkat, tapi lupa dengan yang memberikan berkat,” ungkap lelaki berlesung pipi ini. Satu lagi yang meyakinkan Daniel dengan keputusannya adalah dukungan sang istri, Viola. “She’s my wise lady. Saya bersyukur banget punya life companion seperti dia,” ungkap Daniel sambil tersenyum. 

    Akhirnya, dengan keputusan bulat, Daniel mengucapkan farewell pada Indonesian Idol. Seperti tak masuk logika, kehidupan Daniel pun berubah pesat. Semua bisnis yang sempat turun, tiba-tiba mendapat titik terang. Bermula dari keputusannya untuk membuka usaha restoran Padamu Negeri yang bertempat di Gandaria City. Ramainya antusias pengunjung membuat Daniel harus membuka empat cabang baru di beberapa kota besar di Indonesia. Selain itu, ia juga berencana membuka Damn! I Love Indonesia hotel dalam waktu dekat. Bahkan ia mengaku bahwa pendapatannya dulu dalam setahun kini bisa didapat hanya dalam waktu tiga bulan. “Kalau dulu ada orang yang bilang bahwa saya akan buka empat restoran dan satu hotel tahun ini, saya akan bilang ‘Ah, enggak mungkin’, tapi ini buktinya. Bukti karena saya sudah mengikuti keinginan Tuhan,” jelas Daniel. 

    Kini, ia pun tengah sibuk membangun channel Youtube miliknya bernama Daniel Mananta Network di mana dirinya kerap membagikan cerita- cerita inspiratif bersama deretan narasumber ternama.


    Peter Lydian, Country Head Facebook Indonesia

    (@pieterlydian)

    What Peter thinks, “Pemberdayaan UKM perempuan yang menyeluruh Pebisnis warung menjadi Jutawan."

    good men 2021
    (Peter Lydian Good Men 2021.Foto:Dok/Herworld Indonesia)


    Suaranya menggebu saat membahas soal perkembangan UKM di Indonesia yang mayoritas dimotori perempuan. Sebagai kepala Facebook Indonesia, laki-laki penyuka olahraga outdoor ini menekankan soal bagaimana ia dan Facebook Indonesia mendukung komunitas dan bisnis di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi. Semua orang mengenal Facebook sebagai sarana menemukan sahabat lama, menghubungkan orang dan meng-upload foto-foto yang akan menjadi kenangan bersama. Terlebih dari itu, tidak banyak orang yang mengetahui, apa saja yang dilakukan Facebook di Indonesia dalam hal mengembangkan komunitas dan bisnis, sebagai payung strategi utamanya. Facebook punya peran yang sangat besar dalam pemberdayaan perempuan. Salah satu contohnya program She Means Business. “Program ini sudah berjalan lima tahun, di mana kami melakukan pelatihan dan pendampingan pada pelaku usaha yang dipimpin dan dipelopori oleh perempuan,” ujar Pieter.

    Bermitra dengan berbagai pihak yang memiliki aspirasi sama, Facebook Indonesia telah melakukan pelatihan literasi keuangan, digital marketing, dan lain sebagainya kepada lebih dari 30 ribu pelaku usaha. Malang melintang di dunia teknologi finansial, Pieter memiliki passion yang besar dalam memajukan UKM Indonesia yang jumlahnya mencapai 60 juta. Menurutnya, teknologi finansial dapat melakukan banyak hal untuk memecahkan masalah tersendatnya perkembangan UKM di Indonesia.

    Facebook memberi akses para penggunanya kepada market yang lebih luas. “Kalau misalnya seseorang bisa jualan di lingkungan RT, bisa diperluas ke tingkat kabupaten lalu pulau sebelah dan luar negeri.” Apa pesan Pieter bagi pengguna Facebook yang katanya mencakup hampir 100% pengguna internet di Indonesia? “Jangan tanggung punya mimpi, karena situasi yang kita capai hari ini adalah bentuk doa kita 5-10 tahun yang lalu. Di zaman digital ini, banyak sekali tools. Jangan takut bereksplorasi dengan teknologi dan jangan takut susah.” Facebook menyajikan berbagai tulisan, video tips finansial dan menjalankan bisnis, serta laporan penelitian yang dapat dibaca secara gratis.

    Pieter juga menekankan pentingnya melihat dan menjadi inspirasi. “Sukses itu bukan lomba. Tidak penting siapa yang sampai di garis finish duluan. Yang terpenting adalah semua bisa berhasil melewati garis finish pada waktunya.


    Aldrich Gopal, Head of Marketing P&G Indonesia

    (@aldrich887)

    What Aldrich thinks, “Berjuang untuk standar kecantikan yang lebih beragam di Indonesia."

    good men 2021
    (Aldrich Gopal Good Men 2021.Foto:Dok/Herworld Indonesia)


    Dalam persaingan yang semakin tinggi, digital marketing jadi salah satu teknik pemasaran yang harus dikuasai para pemegang brand. Salah satunya adalah Aldrich Gopal selaku Head of Marketing P&G Indonesia. Lelaki asal Filipina-Malaysia ini mengaku bahwa awalnya digital marketing hanyalah sekadar hobi. “Dulu kami belum punya website, bahkan belum tahu bahwa layout mobile dan desktop bisa berbeda. Tapi kini, teknik itu wajib dikuasai,” jelas Aldrich. Ia mengakui bahwa tidak mudah mengetahui berhasil atau tidaknya suatu campaign. “Namun kita harus awali dengan sebuah powerful insight. Percuma kalau campaign-nya keren tapi tidak punya makna yang kuat dan relatable,” lanjutnya.

    Sebagai laki- laki kelahiran Filipina, Aldrich punya banyak cara untuk mempelajari industri kecantikan di Indonesia. “Pertama, sadari untuk siapa suatu produk ditujukan. Lalu kita coba ‘hidup bersama’ mereka. Ketahui apa yang mereka lakukan sejak bangun tidur, siapa saja temannya, hingga apa yang dilakukan kala waktu luang. Intinya, berusaha mengerti gaya hidup mereka secara keseluruhan, bukan sekadar untuk menjual produk,” jelasnya. Salah satu contoh nyata adalah campaign rambut lepek yang digaungkan oleh Pantene justru berasal dari pengalaman temannya yang menyiasati rambut lepek dengan roll rambut setiap sore.

    Ingin membuat industri kecantikan yang lebih sustainable, Aldrich mengungkapkan bahwa P&G punya tiga poin penting. Pertama, keberagaman di tempat kerja, image dalam iklan yang menampilkan kecantikan asli perempuan Indonesia, dan merepresentasikan standar kecantikan yang menyeluruh dari depan kamera hingga belakang layar. Salah satu contohnya adalah kerja sama dengan para sutradara perempuan. Bicara soal kesetaraan, Aldrich sendiri mengaku bangga dengan lingkungan kerja di P&G Indonesia. “Lebih dari 50% manajer P&G adalah perempuan. Begitu juga dengan 35% teknisi kami di Pabrik Karawang di mana umumnya hanya 10%,” jelas Aldrich. Ia juga mengungkapkan tunjangan seperti paid maternity leave selama 6,5 bulan dan paid paternity leave selama 2 bulan. Ditambah, fasilitas daycare yang biasa dibuka selama Lebaran bagi para ibu bekerja. “Pada akhirnya, kami ingin meringankan beban pikiran sang ibu. Those are simple things but it can make a difference,” tutupnya.


    Afgan, Musisi

    (@afgan__)

    What Afgan thinks,"Berani keluar dari zona nyaman dan menunjukkan jati diri."

    good men 2021
    (Afgan Syahreza Good Men 2021.Foto:Dok/Herworld Indonesia)


    Kedewasaan musikalitas dan penampilan sungguh terasa dalam album baru milik Afgan yang berjudul Wallflower. Nyatanya, ini adalah sebuah pembuktian dari perubahan karakter seorang Afgan sejak tiga tahun terakhir. “Saya ingin keluar dari comfort zone dan bisa bebas berekspresi dalam musik. Jadi diri sendiri sepenuhnya,” jelas Afgan. Ini juga yang jadi alasannya memilih nama Wallflower sebagai judul album. Wall flower sendiri mendefinisikan seseorang yang introver, pemalu, awkward, tapi observer. “Ini sebenarnya mirip banget dengan pribadi saya, tapi belum banyak yang tahu. Semoga dengan adanya album ini, para pendengar bisa lebih mengenal diri saya seutuhnya, bukan hanya sebatas penyanyi,” lanjutnya. Ketakutan terhadap penerimaan dari publik pasti ada. Namun Afgan mengaku bahwa ia hanya bisa berserah. Inilah yang sempat membuatnya terkejut ketika para penikmat musik justru sangat mengapresiasi album terbarunya. Berada di bawah naungan label asal Amerika, Empire, juga jadi pengalaman pertama bagi Afgan. “It’s definitely an eye-opening experience. Sebagai seniman, saya merasa sangat didukung oleh mereka.

    Rasanya enggak ada batasan dalam berkarya,” ungkap Afgan. Bicara soal video klip dari single M.I.A yang berkolaborasi dengan penyanyi Jackson Wang, Afgan mengaku bahwa dirinya harus benar-benar bisa keluar dari comfort zone. “Jujur, selama proses shooting rasanya cringe banget karena saya enggak terbiasa menunjukkan sensualitas seperti itu. Namun berkat bantuan Jackson dan setelah lewat proses editing, hasilnya sangat memuaskan,” kenang Afgan sambil tersenyum. Perjalanan evolusi Afgan nyatanya juga diabadikan dalam lagu berjudul Hurt Me Like You. Dalam lagu ini, Afgan mengisahkan secara personal perjuangan yang dialaminya dalam melewati depresi dan anxiety serta berharap bahwa setiap orang yang mengalami mental health issue bisa mendapat dukungan dan keyakinan bahwa mereka tidak sendiri. “Tak ada yang bisa menyakiti kita selain diri sendiri,” tutupnya.


    Giulio Parengkuan, Aktor

    (@giulioparengkuan)

    What Giulio thinks, "Berakting jadi passion yang punya makna dalam."

    good men 2021
    (Giulio Parangkuan Good Men 2021.Foto:Dok/Herworld Indonesia)


    Sosok Jim Carrey dalam film Eternal Sunshine of the Spotless Mind nyatanya jadi inspirasi bagi Giulio dalam meraih passion-nya sebagai aktor. “Saya langsung bilang ke Papa kalau saya mau main film,” ingatnya. Meski baru terjun secara serius dalam dunia akting pada 2017, Giulio ingin membuktikan bahwa dirinya tidak main- main. Deretan film seperti Pertaruhan, Dilan 1990, Dilan 1991, dan Ratu Ilmu Hitam jadi saksinya. Bahkan, pada film pertamanya, Pertaruhan, Giulio dinominasikan sebagai Pemeran Pendatang Baru Terfavorit dan Pemeran Pendatang Baru Terbaik di Indonesian Movie Actors Awards serta Aktor Pendatang Baru Terpilih di Piala Maya 2017.

    Sebagai pendatang baru, Giulio mengaku dirinya sempat mengalami overworked. “Dulu saya bisa sibuk mendalami skrip selama dua bulan lebih. Untungnya sekarang sudah punya metode baru yang lebih efektif dan efisien,” kenangnya. Bukan hanya serius dalam berakting, Giulio juga tampak serius mengulik film. Salah satu film favoritnya adalah Schindler’s List yang mengisahkan penyelamatan ribuan pengungsi keturunan Polandia-Yahudi dari Holocaust. “Itulah kenapa saya tertarik dengan sinema. Karena dalam film, kita bisa menangkap apa yang terjadi di masa lampau dan menggambarkan yang mungkin terjadi di masa depan,” ungkap Giulio.

    Namun akting bukan satu-satunya hal yang ia gemari. Dilihat dari akun Instagram-nya yang sangat aesthetic, nyatanya Giulio juga punya hobi memotret yang ditekuni selama tujuh tahun. “Akhir-akhir ini, saya mencoba berkreasi menggunakan kamera film. Ternyata hasilnya lebih keren dan punya karakter yang berbeda,” jelasnya. Meski pandemi sedang menghadang, Giulio sendiri kini masih sibuk shooting untuk web series dan film terbarunya yang akan segera tayang.


    Danang Wisnu, Dentist & Skincare Influencer

    (@danangwisnu)

    What Danang thinks, “Berani untuk terlihat berbeda."

    good men 2021
    (Danang Wisnu Good Men.Foto:Dok/Herworld Indonesia)


    Berawal dari sebuah hobi mencoba skincare, Danang pun menjadi rutin mengunggah soal skincare pada channel Youtube pribadinya, “Banyak teman yang bertanya dan akhirnya saya rutin mengunggah skincare yang saya gunakan.” Dalam channel ini Danang suka mengulas berbagai macam produk perawatan wajah. Meski sosok laki-laki yang suka dengan skincare tergolong jarang dikarenakan skincare influencer pada umumnya identik dengan perempuan, Danang lebih fokus pada penjelasan bahan dan manfaat yang detail. Sebagai lelaki yang gemar dengan skincare, Danang mengaku dirinya sempat di-bully. Meski begitu, ia berusaha untuk tetap positif. “Yang paling penting adalah bagaimana cara kita menyampaikan pesan pada publik, termasuk image branding yang perlu dilakukan. Walau ada beberapa bully-an, saya tak pernah memikirkannya.

    Masih lebih banyak orang yang mendukung daripada yang bully,” jelasnya. Berprofesi sebagai dokter gigi sekaligus skincare influencer bukanlah hal yang mustahil bagi Danang. Menurutnya, setiap orang wajib merawat kulitnya dengan tepat, baik laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu, penting bagi seorang laki-laki untuk merawat dirinya dari luar. “Bukan hanya dari sisi penampilan saja, tapi juga dari sisi kesehatan pasti akan ada efeknya,” tutup Danang.


    Pamungkas, Musisi

    (@pamunqkas)

    What Pamungkas thinks, “Berkarya dalam keterbatasan."

    good men 2021
    (Pamungkas Good Men 2021.Foto:Dok/Herworld Indonesia)


    Kecintaan Pamungkas dengan musik bermula saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Bersama ayahnya, Pamungkas atau yang biasa disapa dengan Pams mengikuti tur bersama label ayahnya. Hingga akhirnya lagu To the Bone sukses memecahkan rekor Spotify dan menjuarai tangga lagu Indonesia selama dua bulan, Pamungkas sama sekali tidak pernah menyangka. “I did not expect this karena sebagai penulis lagu, saya tidak pernah tahu lagu mana yang would be on the map. It’s a huge thank you for the people who listened.”


    Bukan hanya penyanyi, Pamungkas juga seorang penulis lagu dan produser. Ketika kecil ia sempat les alat musik drum dengan tujuan memulihkan telinga dengan suara instrumen yang kencang. “Sebenarnya saya tidak tahu bahwa saya half-deaf sampai saya normal. Karena tekanan udara ketika naik pesawat.” Ia juga mengaku bahwa teknologi sangat membantu dalam karier musiknya. “Bisa dibilang sekarang lebih efisien secara waktu. Lebih cepat dan mudah. Tapi kita juga harus pintar dalam menggunakannya sebaik mungkin,” ujarnya. Pandemi yang menyebabkan semua orang untuk berdiam di rumah jelas berpengaruh pada kreativitas Pamungkas dalam bermusik. Ia mengaku menjadi lebih produktif, “Saya jadi lebih banyak menulis lagu karena "Berkarya dalam keterbatasan." di rumah saja”. Untuk kedepannya ia berharap dapat terus menulis lagu dan berkolaborasi dengan seorang penyanyi muda Rayssa Dynta. Hingga saat ini, Pamungkas telah merilis empat album di antaranya adalah Walk the Talk (2018), Flying Solo (2019), Solipsism (2020), serta Solipsism 0.2 (2021).


    Peter Shearer, CEO Wahyoo

    (@petershearer)

    What Peter thinks, “Merangkul pebisnis warteg menjadi jutawan."

    good men 2021
    (Peter Shearer Good Men 2021.Foto:Dok/Herworld Indonesia)


    Melihat peliknya alur kerja warung tradisional di Jabodetabek yang mengalami tantangan dari segi waktu, Peter Shearer menciptakan aplikasi Wahyoo untuk membantu alur kerja yang efisien. Saat ini, pemilik warung didominasi oleh para perempuan yang mengurusi banyak hal. “Seorang ibu harus mengurusi keluarganya tapi di satu sisi juga harus ikut berwirausaha. Menjadi ibu rumah tangga saja sudah cukup banyak pekerjaannya dan ditambah dengan memiliki warung, hal inilah yang membuat mereka cukup struggle,” ungkap Peter setelah mengamatinya. Lewat aplikasi ini Peter ingin menjadi sahabat warung makan dengan menghadirkan fitur-fitur yang bisa memudahkan

    bisnis kecil. Seperti membeli bahan baku, pencatatan keuangan, kalkulator impian dan lainnya. Sejak hadir tahun 2017, terdaftar lebih dari 16.000 warung makan kecil yang sudah bergabung dengan Wahyoo. “Dengan berbincang bersama pemilik warung yang berkeinginan untuk maju sehingga kita mau bantu,” jelas Peter saat melakukan kurasi tempat makan yang bisa tergabung atau tidak. Alasan ini juga erat kaitannya dengan merekayang memiliki jiwa berbisnis. Bahkan, dengan menghadirkan Wahyoo Academy, para pebisnis dilatih untuk mengatur keuangan, melayani pelangganan, dan menjaga kebersihandapur terutama dalam menyajikan makanan. “Setiap orang bisa jadi pengusaha, tapi apakah mereka memiliki jiwa pengusaha itu yang terpenting,” ungkapnya. Dengan cara ini Peterbersama tim Wahyoo mendorong setiap pemilik warung menjadi jutawan yang merupakan singkatan dari Jujur, Tangguh, dan Menawan. Tanpa melupakan hiburan untuk para mitra, Wahyoo sempat mengadakan gathering bersama ribuan pemilik warung makan untuk berlibur bersama sebelum pandemi tiba, “Saya bersyukur banget ada Wahyoo, mendengar itu buat saya terharu,” kenangnya


    Hamish Daud Wyllie, Co-Founder Octopus

    (@hamishdw)

    What Hamish thinks, "Plastik bukanlah masalah asalkan digunakan dengan bijak dan bisa ditanggulangi."

    good men 2021
    (Hamish Daud Good Men 2021.Foto:Dok/Herworld Indonesia)


    “Saya ingin sekali terlibat dalam menjaga ekosistem Indonesia. Saya sudah mendapatkan banyak dari alam jadi saya harus mengembalikan the best I can,” terang Hamish Daud Wyllie, Pendiri digital platform circular economy pertama di Indonesia bernama Octopus. Dengan berkolaborasi bersama generasi muda Indonesia, hadirnya Octopus juga membantu mengatasi produksi sampah yang jadi permasalahan bagi alam. Salah satu aksinya adalah bermitra dengan Kimberly- Clark Softex yang juga bagian dari National Plastic Action Partnership untuk meningkatkan pengumpulan popok bayi bekas dan mendaurulangnya.

    Sampai saat ini, PT Softex Indonesia telah berhasil mendaur ulang sebanyak 17,4 Ton popok bayi bekas pakai. Membentuk platform ini tentu dibutuhkan waktu yang panjang. Setelah 12 bulan melakukan brainstorming, Octopus ternyata hadir lebih dari itu. Selain membantu setiap masyarakat menanggulangi sampah dan mendaur ulangnya, aplikasi ini juga menciptakan lapak pekerjaan baru bagi siapapun yang tergerak untuk melestarikan alam Indonesia. Pengumpulan barang bekas pakai ini juga melibatkan para pekerja satgas kebersihan seperti pemulung dan pekerja paruh waktu yang disebut sebagai pelestari Octopus.

    Tersebar di tiga wilayah, di antaranya adalah Bandung, Bali, dan Makasar, kini Octopus memiliki kurang lebih 9.500 pelestari. Bahkan banyak orang, terutama perempuan yang memilih menjadi pelestari Octopus. Masing-masing dari mereka juga diberikan fasilitas berupa seragam hingga insentif sampai 10 juta rupiah sejak November 2020. Upaya ini juga bertujuan untuk mengubah stigma tentang pekerja yang bisa membantu menanggulangi sampah. Sekaligus membuat setiap orang merasa senang dan mendapatkan manfaat dari apa yang mereka kerjakan dalam menyelamatkan alam. Dengan bekerjasama bersama mitra bank sampah, hal ini juga memudahkan para pelestari untuk mengambil kemasan bekas pakai. “Buat kami idak ada sampah, semuanya kemasan bekas pakai karena tidak ada yang kita sentuh ke TPA. Semua yang kita sentuh bisa hidup lagi, karena didaur ulang. untuk dijual ke pasar lagi,” jelas Hamish. Menurutnya, plastik bukanlah masalah karena diciptakan dengan kekuatan yang long-lasting dan membantu perdagangan. Namun, yang terpenting adalah bagaimana cara menanggulanginya.


    Sean Gelael, Pebalap & Entrepreneur

    (@gelaelized)

    What Sean thinks, "Memahami pentingnya impian dan tanggung jawab yang dipegang."

    good men 2021
    (Sean Gelael Good Men 2021.Foto:Dok/Herworld Indonesia)


    Membuka gerai pertama Taco Bell di Indonesia dan sibuk berkompetisi di lapangan balap berhasil dilakukan Sean Gelael meski pandemi masihmenghadang. Terus berkarya ternyata jadi cara Sean untuk tetap termotivasi selama pandemi. “Setiap orang punya kebiasaan yang berbeda tapi saya selalu berusaha untuk jadi lebih baik dari kemarin. Pasti rasanya susah dan wajar banget kalau seseorang merasa lelah sama situasi ini, tapi kita juga harus bisa menyemangati diri lewat passion yang kita cintai,” ujar Sean soal kesibukannya.

    Pada Februari lalu saja, Sean berhasil mengukir prestasi di ajang Asian Le Mans Series (ALMS) 2021 seri tiga yang berlangsung di sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, UAE. Podium pertama yang diraih Sean di ajang Yas Marina ini jadi ajang perdana setelah ia menduduki posisi kedua di kompetisi sebelumnya. Keberhasilan yang dimiliki Sean bukan berarti bisa dilewati tanpa beban. Sebagai penanggung nama besar keluarga, Sean harus bisa memberikan yang terbaik. “Ini adalah sebuah privilege besar. Jadi mimpi yang saya inginkan sejak kecil harus bisa diseimbangkan dengan tanggung-jawab yang saya miliki juga. Harapannya, selama saya bisa menyampaikan ekspektasi dari keluarga, saya juga bisa terus merealisasikan impian ini,” ungkap Sean. Tentunya tekanan besar pernah ia rasakan di awal, hingga akhirnya Sean bisa menemukan working formula yang tepat untuk menyeimbangkandua dunia yang dicintainya.


    Bill Satya Pratama, Fotografer

    (@Billsatya)
    What Bill thinks, "Fotografi membangun kesadaran tentang sekitar kita."
    good men 2021
    (Bill Satya Pratama Good Men 2021.Foto:Dk/Herworld Indonesia)


    “Setelah saya capture dan menambahkan narasi, saya langsung terdiam. Rasanya seperti diberi tahu bahwa realita yang kontras itu memang benar adanya. Dari foto itu juga menjadi pencapaian sekaligus membuktikan bahwa lewat sebuah foto kita bisa membangun banyak opini, point of view dan perasaan seseorang,” cerita Bill Satya Pratama tentang salah satu street photography-nya yang viral di media sosial. Potret seorang anak bersama ayahnya dengan pakaian yang lusuh bersandingan dengan potret ayah dan anak sedang asik bermain sepeda bukanlah yang pertama baginya mengabadikan momen yang unik dan epic. Mulai dari orang yang tertidur di atas trotoar saat panas terik, para pedagang kaki lima, hingga bangunan-bangunan unik di Jakarta memiliki cerita tersendiri dan terus ditemui di jalanan.

    Setelah mencoba banyak jenis fotografi pada 2009, hatinya kemudian jatuh pada street photography dengan nuansa serba hitam-putih. Bahkan, profesinya ini juga dipilih sebagai stress relief baginya. Dengan menelisik aktivitas outdoor yang tinggi menunjukkan banyak momen yang tak jarang mengejutkan dan memiliki nilai sejarah. Hal ini pula yang membuatnya ingin mengubah perspektif kebanyakan orang tentang street photography. “Saat orang melihat karya saya, saya ingin berbagi kepada mereka untuk sadar bahwa ada realita yang perlu dilihat dan masih banyak orang yang masih merasakannya,” tegasnya.

    Ditambah dengan dunia digital yang mendominasi di kehidupan banyak orang saat ini, momen ini jadi kesempatan baginya untuk menyalurkan ilmu sekaligus mengenalkan kemewahan seni fotografi, “Seni fotografi itu mahal dan prosesnya panjang sekali. Banyak mimpi-mimpi sebelum tidur yang bisa tercapai saat saya mendalami fotografi, seperti pergi ke luar negeri gratis, keliling Jakarta dengan helicopter, hingga hidup hanya dengan fotografi dan ternyata itu semua bisa,” ingatnya. Di masa pandemi ini, Bill tak henti mengajak setiap orang untuk mengajarkan seni fotografi lewat hunting foto bersama, berbagi fillter editing, hingga tip fotografi.


    Reza Rahadian, Aktor

    What Reza thinks,"Seni bukan hanya hiburan tapi juga identitas bangsa."

    good men 2021
    (Reza Rahadian Good Men 2021.Foto:Dok/Herworld Indonesia)


    Walaupun sejak duduk di bangku sekolah bercita-cita menjadi seorang atlet dan ingin sekolah penerbangan, ternyata seni menjadi jalan yang ditempuh oleh Reza Rahadian sampai saat ini. “I never imagine, mungkin kalau saya tidak menjadi aktor, saya menjadi seorang perenang atau pilot,” ujar Reza saat membayangkannya. Namun setelah melewati banyak rintangan di awal, kini namanya berhasil dikenal sebagai seorang aktor ternama di Indonesia. Hal ini juga terbukti lewat penghargaan Festival Film Indonesia yang diraihnya dari berbagai film seperti 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta, Habibie & Ainun, My Stupid Boss, dan Rudy Habibie.

    Sejak usia 16 tahun, Reza sudah berkecimpung di dunia seni teater yang kemudian membuka pintu-pintu lainnya di dunia ini. Mulai dari modeling dan berhasil meraih juara favorit hingga bermain film. Baginya, seni bukan lagi sekadar hobi, melainkan juga napas sekaligus darah yang mengalir dan membuatnya jatuh cinta. Terutama saat pria berzodiak Pisces ini memaknai seni peran adalah seni kehidupan yang terus bertumbuh dan adaptif, tak jarang juga sensitif pada isu di sekitarnya. Alasan ini juga yang membentuk kepribadian seorang Reza Rahadian sebagai seorang aktor yang berempati besar dan mudah beradaptasi pada perubahan.

    Di sisi lain, pandangannya mengenai film tak lagi hanya sekadar hiburan tapi juga refleksi sebuah kehidupan tergantung siapa penonton dan pembuatnya. Dampaknya begitu besar bahkan sampai jadi penilaian masyarakat suatu bangsa. “Lewat seni peran, seni film dan tayangan visual apapun itu, kalau mau melihat suatu bangsa maju atau karakternya seperti apa, tonton saja produknya,” ujar Reza.

    Ditambah saat ini dunia digital dan platform film yang hadir membuka banyak kesempatan bagi siapapun yang ingin mencobanya, baik perempuan ataupun laki-laki. Tak menutup kemungkinan juga struggle yang dialami generasi penerus akan jauh lebih berat, “When I was fourteen or fifteen, saya tidak mengetahui soal mental health issue, sekarang remaja di usia itu sudah bisa mengenalnya,” kenang Reza. Sehingga agar bisa bertahan untuk bisa berkecimpung di dunia seni harus memiliki kunci utama menurutnya, di antaranya adalah persistent, commitment, honesty and hard working.




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Ayla Dimitri Dan Andra Alodita Juni 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below