Mengenal Istilah "Fast Fashion"


  • Mengenal Istilah
    Sampai saat ini, Fast Fashion selalu menjadi topik hangat di industri fesyen dunia. Inilah ringkasan menurut Her World Indonesia mengenai Fast Fashion. (Foto:Dok.Rio Lecatompessy/Unsplash)

    Fast Fashion adalah istilah yang digunakan oleh industri tekstil yang memiliki berbagai model fesyen yang silih berganti dalam waktu yang sangat singkat, serta menggunakan bahan baku yang berkualitas buruk, sehingga tidak tahan lama. Fast fashion menjadi salah satu penyebab terbesar polusi limbah fashion yang dapat merusak lingkungan, seperti polusi air, tanah, maupun penghasil gas emisi rumah kaca yang dapat menyebabkan climate change (perubahan iklim).


    (Baca Juga: Hal yang Patut Diketahui Tentang Sustainable Fashion)




    Sejarah

    Sebelum memasuki zaman revolusi industri, fesyen merupakan sebuah produk yang mahal, karena produksinya yang perlu dikerjakan secara detail bahkan dijahit tanpa mesin. Efeknya, fesyen hanya bisa dibeli oleh kalangan tertentu saja.

    Kemudian pada tahun 1980, muncul zaman revolusi industri yang juga beriringan dengan munculnya teknologi. Dari sini lahirlah salah satunya teknologi mesin jahit untuk memproduksi produk fast fashion. Namun, apa itu fast fashion?

    Mengutip laman The Good TradeFast fashion merupakan produksi pakaian dalam jumlah besar dengan cepat. Bahkan, beberapa industri menggunakan bahan baku yang berkualitas rendah, serta dijual dengan harga yang murah. Sehingga fesyen dapat dibeli oleh semua orang yang berasal dari berbagai kalangan. Tetapi efek buruknya produk-produk tersebut tidak bertahan lama dan mudah rusak.


    Tak jarang, banyak sekali baju yang jarang kamu kenakan dan akan terbuang oleh karena pakaian tersebut adalah pakaian produksi Fast Fashion. (Foto:Dok.Pexels)


    Ciri-ciri

    Tentu untuk mempermudahmu mengenali sebuah produk fast fashion, berikut ciri-cirinya :

    - Produk Fast Fashion memiliki banyak model dan selalu mengikuti trend terbaru.

    - Model fashion selalu berganti dalam waktu yang sangat singkat.

    - Diproduksi pada negara Asia dan negara berkembang.

    - Menggunakan bahan baku yang tidak berkualitas dan tidak tahan lama.


    (Baca Juga: 'Fashion Show Virtual' Dan Fakta-fakta Menarik Seputarnya)


    Dampak

    Industri Fast Fashion tentunya memberikan dampak yang buruk terhadap lingkungan, bahkan manusia sendiri. Apa saja?

    1. Industri Fast Fashion biasanya menggunakan pewarna tekstil yang murah dan berbahaya, sehingga dapat menyebabkan pencemaran air dan beresiko terhadap kesehatan manusia.

    2. Poliester adalah salah satu bahan baku yang banyak digunakan industri Fast Fashion yang berasal dari bahan baku fosil, sehingga saat dicuci akan menimbulkan serat mikro yang meningkatkan jumlah sampah plastik.

    3. Bahan katun yang digunakan biasanya dicampur dengan air dan pestisida dalam jumlah yang sangat banyak, sehingga membahayakan para pekerja dan meningkatkan resiko kekeringan, menciptakan tekanan besar pada sumber air, menurunkan kualitas tanah, serta berbagai masalah lingkungan lainnya.

    4. Industri Fast Fashion biasanya juga menjadi penyebab menurunkan jumlah populasi hewan, karena kebanyakan dari mereka juga memanfaatkan kulit binatang sebagai bahan baku dan tentunya akan dicampur dengan berbagai zat kimia, seperti ular, macan, dan hewan lainnya.

    5. Mendorong banyak orang untuk sering berbelanja (konsumtif) karena mereka selalu memproduksi model dengan tren terbaru.


    Jika kamu tergiur membeli baju murah dan trendi, tanpa disadari kamu adalah korban dari Fast Fashion. (Foto:Dok.Pexels)


    6. Kebanyakan industri Fast Fashion terletak di Asia dan di Negara berkembang, seperti Bangladesh, India, bahkan Indonesia. Biasanya mereka mempekerjakan wanita muda, dan imigran (bukan penduduk asli). Para pekerja harus bekerja selama 14 jam/hari, upah rendah, tidak ada jaminan asuransi jiwa atau jaminan keselamatan kerja, serta harus bekerja dalam kondisi yang berbahaya untuk memproduksi produk fast fashion.


    Berangkat dari masalah yang dihasilkan dari Fast Fashion, muncul antitesis yang disebut dengan Slow Fashion, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh Kate Fletcher. Kemudian di tahun 2017, sudah terbentuk sebuah agenda yang mengajak merek fesyen di dunia untuk mengubah sistemnya menjadi Circular Fashion System, yang mengedepankan konsep recyclable material dalam proses desain dan produksi. Bukan hanya itu, saat itu banyak sekali kampanye Suistainable Fashion atau Green Fashion.


    Dari penjelasan di atas, bagaimana pendapatmu soal Fast Fashion?


    (Penulis : Kandela Cikal)




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Ayla Dimitri Dan Andra Alodita Juni 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below