Meninggal di Usia 41, Inilah 10 Langkah Karier Virgil Abloh


  • Meninggal di Usia 41, Inilah 10 Langkah Karier Virgil Abloh
    Perjalanan karier Virgil Abloh. (Foto: Dok. Gigi Hadid/Instagram)

    Industri fashion dunia tengah diselimuti rasa duka yang mendalam. Pendiri rumah mode Off-White dan Direktur Artistik Louis Vuitton, Virgil Abloh meninggal pada Minggu, 28 November waktu setempat. Sang desainer yang tak henti mengukir sejarah di industri mode ini menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan kanker langka angiosarcoma yang diidapnya sejak 2019.


    Semasa hidupnya, Virgil Abloh tak berhenti berkarya dan terus mengembangkan kreativitasnya dalam berbagai bidang, khususnya fashion. Untuk mengenang sosoknya yang menginspirasi, inilah langkah karier seorang Virgil Abloh dalam memberikan karya terbaik.




    (Baca Juga: Virgil Abloh Menjadi Direktur Artistik Louis Vuitton)


    1. Belajar menjahit dari sang ibu

    Virgil Abloh lahir di Rockford, Illinois dari keluarga imigran asal Ghana. Sang ayah mengelola sebuah perusahaan cat, sedangkan sang ibu adalah seorang penjahit. Virgil pun belajar menjahit dari sang ibu.


    2. Menempuh studi jurusan teknik sipil dan arsitektur


    Kreativitas Virgil mulai diasah ketika ia menempuh studi di perguruan tinggi. Lulus dengan gelar Bachelor of Science jurusan Teknik Sipil di University of Wisconsin-Madison pada 2002, ia menempuh program pascasarjana di Illinois Institute of Technology pada 2006 dan lulus dengan gelar Master of Architecture.





    3. Tertarik dengan fashion di bangku kuliah


    Tidak hanya pulang membawa gelar secara akademis, bangku kuliah juga membuat Virgil tertarik mendalami dunia fashion. Selagi menjalani program pascasarjananya, ia mendesain kaus serta menulis tentang fashion dan desain untuk sebuah blog ternama, The Brilliance. Kecintaannya pada fashion yang kemudian mempertemukan Virgil dengan musisi dan rapper, Kanye West.


    4. Memiliki kecintaan pada musik, terutama DJ

    Meski nama dan karyanya besar di industri fashion, Virgil menyimpan tempat yang istimewa untuk musik. Sejak remaja, ia aktif menjadi disc jockey (DJ) dalam berbagai pesta ketika duduk di bangku sekolah menengah maupun semasa kuliah. Hobi yang dibarengi dengan ketekunan, Virgil pun juga berhasil mengukir prestasi menjadi DJ.


    Pada 2018, ia merilis single pertamanya bersama DJ sekaligus produser asal Jerman, Boyz Noize bertajuk Orvnge. Lalu pada 2019, Virgil terpilih untuk tampil di Wynn Las Vegas XS Nightclub.


    (Baca Juga: Ini Koleksi Pertama Virgil Abloh Untuk Louis Vuitton)


    5. Tidak menghadiri revisi akhir kuliahnya untuk bekerja dengan Kanye West


    Pertemuannya dengan Kanye West menjadi awal perjalanan karier yang dijalani Virgil semasa kuliah. Ia rela meninggalkan sesi revisi akhir sebelum kelulusannya untuk bertemu dengan manager Kanye saat itu, John Monopoly. Virgil menawarkan selera dan kreativitiasnya untuk merancang merchandise.


    6. Sempat magang di Fendi, bersama dengan Kanye


    Persahabatan dan kolaborasi Kanye bersama Virgil telah berjalan sangat lama. Setelah Virgil mendesain merchandise sang musisi, mereka kembali dipertemukan ketika keduanya jalani program magang di Fendi pada 2009. Pertemuan itulah yang melanggengkan kolaborasi sekaligus hubungan persahabatan keduanya. Ia pun juga terpilih sebagai creative director dari Donda, agensi yang dirintis oleh Kanye West


    Virgil juga dipilih menjadi direktur artistik untuk album kolaborasi Jay-Z dan Kanye West bertajuk Watch The Throne pada 2011 silam. Selain itu, ia berkolaborasi dengan rekan Kanye, Don C dengan membuka sebuah toko ritel bernama RSVP Gallery di Chicago.





    7. Bisnis pertamanya buka pada 2012

    Pada 2012, sang desainer merintis perjalanan karier sebagai enterpreneur dengan membuka bisnis pertamanya, Pyrex Vision. Membeli sisa-sisa bahan dari Ralph Lauren seharga 40 dolar AS atau setara 573.000 rupiah dan menjual berhasil menjual karyanya hingga mencapai 550 dolar AS atau setara 7,8 juta rupiah.


    Pyrex Vision dirintisnya untuk menggambarkan pentingnya budaya anak muda dengan fokus menggunakan bahan-bahan yang digunakan sebagian besar anak muda. Namun, perusahaan tersebut ia tutup satu tahun kemudian karena Virgil hanya menjadikan Pyrex Vision sebagai eksperimen kreasinya.


    8. Off-White, rumah mode pertamanya

    Virgil Abloh kembali melebarkan sayapnya di dunia bisnis dengan membuka rumah mode bernama Off-White pada 2013. Sebuah perusahaan yang menghadirkan pilihan high-end streetwear dengan desain logo yang terinspirasi dari desainer interior, Ben Kelly.


    “Area abu-abu di antara hitam dan putih adalah warna off-white,” adalah statement yang diungkapkan Virgil ketika menggambarkan brand streetwear yang terpusat di Milan, Italia ini. Off-White pun meluncurkan koleksi pakaian wanita pada 2014 dan dipamerkan di panggung Paris Fashion Week. Koleksi tersebut berhasil mengantarkan Virgil sebagai desainer Amerika yang menjadi finalis LVMH Prize, tetapi kalah dari Marques’Almeida dan Jacquemus.





    9. Berkolaborasi dengan berbagai brand besar


    Virgil Abloh juga bekerjasama dengan Nike untuk mendesain ulang berbagai produk sepatu unggulan dari brand tersebut. Selain itu, ia sempat berkolaborasi dengan IKEA untuk mendesain berbagai furnitur untuk apartemen dan rumah sekaligus meluncurkan tote bags dalam koleksi yang diberi nama Markerad.


    Mulai dari kursi, tempat tidur, kabinet, hingga karpet, Virgil pun terlibat dalama perancangan koleksi kolaborasinya bersama IKEA yang rilis pada 2019.


    10. Mencatat sejarah dalam industri mode dengan menjadi direktur artistik Louis Vuitton

    Sosok Virgil Abloh mengakhiri perjalanan hidupnya dengan sebuah sejarah yang berhasil diukirnya. Berkat kreativitas dan kiprahnya dalam dunia seni, baik fashion maupun interior, Louis Vuitton pun memilih Virgil sebagai direktur artistik untuk koleksi busana pria brand tersebut pada Maret 2018, menggantikan Kim Jones.

    Terpilihnya Virgil sebagai direktur artistik Louis Vuitton menjadikannya orang keturunan Afrika pertama yang merancang koleksi pria keluaran rumah mode tersebut. Ia pun juga menjadi salah satu desainer kulit hitam yang mengepalai rumah mode besar di Prancis. Hingga kepergiannya, Virgil masih memegang perannya sebagai penata artistik untuk koleksi menswear dari Louis Vuitton.


    (Baca Juga: Gaya BTS Dengan 7 Tas Louis Vuitton yang Wajib Dimiliki)


    Inilah perjalanan karier seorang Virgil Abloh, desainer dan pegiat kreatif yang tak henti berikan karya terbaiknya hingga saat ini. Rest in Power and Peace, Virgil.





  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Bunga Citra Lestari Cover Mei 2022
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below