Benarkah Makanan Kadaluwarsa Aman Dimakan? Ini Penjelasannya


  • Benarkah Makanan Kadaluwarsa Aman Dimakan? Ini Penjelasannya
    Tak semua makanan kadaluwarsa harus segera dibuang saat telah lewat masanya. Kenapa begitu? (Foto: Dok. Pexels.com)

    Selama ini kita sering berpikir bahwa tanggal kadaluwarsa pada pembungkus makanan adalah penanda bahwa makanan tersebut harus lekas dibuang saat sudah melewati tanggal yang tertera karena takut sakit atau keracunan. Padahal, sebenarnya bukan itu maksud dan tujuan dari adanya expire dates. Menurut situs The Guradian dan BBC Inggris, ada perbedaan penting yang harus diperhatikan antara 'Best Before' (baik dikonsumsi sebelum), 'Sell By / display until' (jual sebelum), dan 'Use By' (konsumsi sebelum). 

    Tanda 'Sell By atau Display Until', lebih ditujukan untuk pegawai toko agar tidak menjual makanan tersebut melebihi waktu yang ditentukan. Hal ini bukan berhubungan dengan rasa dari makanan itu sendiri melainkan urusan sirkulasi penjualan atau perputaran produk dagang.

    Lalu, Best Before, sesungguhnya lebih menandakan perihal kualitas makanan itu sendiri. Saat dikonsumsi setelah tanggal yang dicantumkan, bisa jadi rasanya tak seenak sebelum lewat tanggal atau bisa jadi teksturnya sedikit berubah. Di luar itu semua masih layak makan selama disimpan di dalam lemari es atau tempat yang baik. Tidak akan terjadi reaksi tertentu pada tubuh apalagi sampai merugikan kesehatan.



    Terakhir, inilah yang harus jadi perhatian. Kata 'Use By', menginformasikan bahwa makanan atau minuman yang akan kamu minum benar-benar tidak aman dikonsumsi setelah lewat dari tanggal yang ada pada kemasan. Jadi, kamu memang benar-benar harus membuangnya jika tidak ingin keracunan. Selain kata ini, kata lainnya termasuk aman.



    (Menurut riset ilmiah, makanan kaleng termasuk makanan paling tahan lama bahkan sampai bertahun-tahun sekalipun selama disimpan di tempat yang baik. Foto: Dok. Pexels.com)


    Kenapa hal ini perlu dipahami? Sebab pemahaman yang salah mengenai tanggal kadaluwarsa akan berujung pada pembuangan makanan yang luar biasa banyak. Food waste yang berlebihan pada tempat sampah atau tempat pembuangan akhir, akan menjadikan makanan yang sebenarnya masih bisa dimakan dengan kualitas yang amat baik, harus berakhir sia-sia di TPA. Ini yang harus dihindari. Wasting foods is a big no no. Selain buruk bagi lingkungan, buruk juga bagi kemanusiaan di mana sesungguhnya makanan-makanan tersebut masih baik jika diberikan pada siapa saja yang membutuhkan.

    Dalam situs Eat This, seorang penulis buku The Diet Detox, Brooke Alpert, RD, menjelaskan bahwa cara terbaik dalam mengetahui makanan atau minuman adalah dengan menggunakan insting kita sendiri. "A good rule of thumb to follow is to use your senses; if something smells, feels, tastes, or looks bad, it probably is, If you are not sure, always err on the side of caution to avoid foodborne illness." ungkapnya. Bahkan, hasil peneitian dari The Harvard Food Law and Policy Clinic (FLPC) menyatakan bahwa kesalahpahaman dalam membaca petunjuk kadaluwarsa pada makanan berimbas sangat besar terhadap jumlah sampah makanan di Amerika. 

    So, jangan sampai ini terjadi di rumah kita, ya. Karena semakin kita bisa memberlakukan gaya hidup nol sampah, maka akan semakin baik kita pada lingkungan, sesama, bahkan diri kita sendiri. Jangan salah baca lagi. 




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below