Inspirasi Teknik Quilting Korea Di Koleksi Terbaru Kami


  • Inspirasi Teknik Quilting Korea Di Koleksi Terbaru Kami
    Label modestwear Kami menghadirkan koleksi yang terinspirasi dari teknik quilting Korea berusia 2000 tahun. (Foto: Dok. Alphabet Company)


    Sudah menjadi suatu kebiasan ketika memasuki hari-hari terakhir di bulan Ramadan, mayoritas umat muslim mulai bersiap menyambut hari kemenangan. Namun, di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk melakukan pembatasan sosial, telah mempengaruhi tingkat konsumsi terhadap berbagai produk, termasuk gaya hidup dan fashion.




    Kondisi ini menjadikan tantangan tersendiri bagi industri mode, termasuk label modestwear Kami. Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini brand tersebut mencoba mengeksplor beragam terobosan untuk tetap menghadirkan koleksi baru melalui acara presentasi mode online Raya Stream Fest.


    (Baca Juga: Kemeriahan Presentasi Fashion Online Di Raya Stream Fest)


    Kami menampilkan koleksi busana lebaran yang bernama 'Jana' di Raya Stream Fest. Nama tersebut diambil dari bahasa Slavia yang berarti God’s gracious gift. Sesuai dengan arti namanya, koleksi ini mengajak pemakainya untuk merangkul kepercayaan diri dan menyadari harga diri, bahwa dirinya adalah pemberian berharga dari Tuhan.




    Koleksi ini terinspirasi dari Pojagi, teknik quilting tradisional Korea berusia 2000 tahun yang menggabungkan beberapa jenis kain seperti sutra dan rami, yang kemudian dijahit menjadi satu kain utuh. Pemakaian motif Pojagi pun merupakan bentuk lain untuk menghargai diri sendiri. 


    Sejarah Korea menyebutkan bahwa semua kalangan masyarakat memanfaatkan kain tersebut untuk membungkus hadiah istimewa yang menandakan bahwa pemberi dan penerima sama-sama menghargai hubungannya.


    (Koleksi Raya 'Jana'. Foto: Dok. Alphabet Company)


    Koleksi Raya 'Jana' hadir dalam bentuk pakaian ready-to-wear dari koleksi yang sebelumnya pernah dibawakan oleh Kami di Jakarta Fashion Week 2020. Koleksi ini tetap menonjolkan warna-warna earth tone yang menjadi ciri khasnya yakni hijau tua, cokelat, kuning mustar, serta nuansa terracotta.


    Seperti koleksi Raya tahun sebelumnya, tersedia model pakaian sarimbit, yang cocok untuk pakaian lebaran keluarga. Pilihan model terdiri sembilan look, mulai dari tunik, kimono wrap & long outerwear, dan dress untuk wanita, baju koko untuk pria dan anak, serta dress untuk anak.


    (Baca Juga: Rekomendasi Mukena Brand Lokal Untuk Rayakan Idul Fitri 2020)


    Selain model koleksi sarimbit, yang menarik dari koleksi ini adalah penggunaan teknik pleats yang diaplikasikan pada bagian tertentu seperti bagian lengan dan hem tunik, sehingga memberikan kesan playful dan elegan.


    Elemen bunga dan tulisan kuno menghiasi motif pada koleksi wanita dan anak, kedua elemen ini mengingatkan kembali pada seni dan budaya Korea, asal inspirasi dari Pojagi. Sementara untuk koleksi baju Koko pria dan anak, hadir dalam nuansa warna yang sama namun tanpa elemen bunga.




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below