Popularitas Drama Radio: Dulu Dan Kini


  • Popularitas Drama Radio: Dulu Dan Kini
    Sempat tergerus zaman dan teknologi, drama radio (atau drama audio) kini kembali populer. Apa sebab? (Foto: Dok/TirachardKuntanom/Pexels.com)

    Drama radio (atau drama audio) kembali ramai dalam beberapa waktu terakhir. Khusus untuk bulan Ramadan ini, beberapa drama radio mengudara dan menarik banyak peminat. Sebut saja di antaranya drama Balada Cinta Ramadan yang diusung Radio Prambors, dan Ramadan Pak Budi, kolaborasi Netflix Indonesia dan Box2Box via siniar atau podcast.   




    Tak ketinggalan, Base Entertainment mengenalkan karakter dari film produksi terbarunya Guru-Guru Gokil lewat audio series yang disebutkan terinspirasi dari sandiwara radio yang populer di era 90-an. Pengenalan tokoh dan juga sepenggal kisahnya sudah diluncurkan via radio dan diikuti kemudian podcast dan saluran audio lainnya awal Mei ini.  


    Dari radio hingga podcast, drama audio yang mengandalkan dialog, musik dan efek suara ini mulai mencuri perhatian publik. Tak seperti menonton televisi, mendengar drama audio bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, bahkan saat sambil menyelesaikan aktivitas atau pekerjaan. 


    Lalu, bagaimana perkembangan drama radio saat ini?


    (Baca Juga: Film Guru-guru Gokil Perkenalkan Karakter Lewat Audio Series)


    Popularitas drama radio dulu



    Mengurut lagi ke belakang, drama atau sandiwara radio sempat menjadi salah satu hiburan populer di dunia sejak era 1940-1950-an. Kemunculan televisi membuatnya tergeser dan menurun. Di tanah air sendiri, tepatnya di era 1980 dan 90-an, banyak stasiun radio yang memutar drama audio, tak hanya di bulan Ramadan.  


    Diantara yang populer itu, ada Tutur Tinular dan Saur Sepuh. Mendengar narasi pembuka dengan musik pengiringnya yang riuh dengan instrumen tradisional memberi kesan sendiri.  


    "Kuberi nama pedang ini. Naga puspa. Selamatkan dia jangan sampai jatuh ke tangan pendekar berwatak jahat. Hih hih, heaaa."


    Narasi itu begitu ikonik di era 90-an. Tutur Tinular merupakan sebuah sandiwara radio yang menceritakan tentang perjalanan hidup dan pencarian jati diri seorang pendekar yang berjiwa ksatria bernama Arya Kamandanu. Kisah ini berlatar belakang sejarah runtuhnya Kerajaan Singhasari dan berdirinya Kerajaan Majapahit.  


    Sementara Saur Sepuh menghadirkan kisah perjalanan seorang pendekar sakti bernama Brama Kumbara yang kelak menjadi raja di salah satu kerajaan bernama Madangkara. Disiarkan di era 1980-an, drama radio ini mengambil latar pada masa pemerintahan raja Hayam Wuruk, dan ditayangkan di jam tertentu. Berhubung radio sebagai satu-satunya media hiburan rakyat yang langka, untuk mendengarnya orang beramai-ramai ke rumah tetanga yang memiliki radio. Dengan setiap episodenya berdurasi 30 menit dipotong iklan.


    Drama radio membuat nama para pengisi suaranya juga melambung, seperti Ferry Fadly yang mengisi suara Arya Kamandanu (Tutur Tinular), dan Brama Kumbara (Saur Sepuh). Juga, Elly Ermawatie sebagai Mei Shin (Tutur Tinular) dan Mantili (Saur Sepuh).


    Meski sudah berlalu hampir dua dekade, kedua drama radio tersebut bisa didengar lagi lewat podcast yang diunggah oleh beberapa akun, seperti Kedai dan Saur Sepuh. Mendengarkan sandiwara radio 'jadul' ini mengobati kerinduan publik yang ingin bernostalgia dan juga menjadi rekam jejak drama audio penting Indonesia.  


    Drama radio dalam rentang waktu


    (Foto: Dok/AndreaPiacquadio/Pexels.com)

    Tanpa visual, drama radio sangat bergantung pada dialog, musik dan efek suara yang membantu pendengarnya berimajinasi akan karakter dan cerita. Sebelumnya, publik bisa jadi lebih dulu familiar dengan buku audio atau sandiwara di radio, tapi kini juga hadir lewat podcast.

    Pada sekitar 1940-an, radio menjadi satu-satunya media hiburan dan populer. Sandiwara radio pun ditunggu-tunggu. Namun, sebelum sandirawa radio hadir, gagasan ini ditengarai beraawal dari theatrophone, atau aktivitas mendengarkan suara dari gelombang yang merambat di udara. Lalu, seiring perkembangannya, muncul adaptasi pertunjukan teater yang khusus dibuat untuk versi radio dengan musik dan efek suara di samping dialog.  


    Naskah drama yang khusus dibuat untuk radio pertama kali adalah A Comedy of Danger oleh Richard Hughes, yang mengudara Januari 1924 di BBC, Inggris. Sementara di AS, drama radio pertama adalah The Wolf yang merupakan adaptasi dari naskah drama Charles Sommerville oleh Eugene Walter, juga di 1924 (bookriot.com). 


    Di Indonesia sendiri sandiwara atau drama radio populer muncul di era 1980-an, lewat Tutur Tinular dan kemudian Saur Sepuh. Tutur Tinular sendiri ditengarai dipancarluaskan di lebih dari 512 pemancara stasiun radio di seluruh Indonesia kala itu.  


    Didominasi cerita silat, selain kedua drama tersebut juga populer Misteri Nini Pelet, Misteri dari Gunung Merapi, Mahkota Mayangkara, Babad Tanah Leluhur dan Kaca Benggala untuk menyebut beberapa diantaranya.  


    Daftar drama audio podcast populer yang menarik untuk diikuti

    1. Balada Cinta Ramadan

    Radio Prambors



    Diluncurkan pada akhir April lalu, drama ini ditujukan sebagai pengisi ramadan sekaligus teman saat publik di rumah selama pandemi virus corona. BCR sendiri sebenarnya program radio unggulan Prambors yang tayang setiap bulan ramadan, dan tahun ini mengangkat tema dari novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella FP. Kisahnya diambil dari ide cerita yang ditulis 10 anak muda terpilih yang mendapat pelatinan menuls skrip dari Prambors. 


    2. Ramadan Pak Budi

    Netflix Indonesia x Box2BoxID



    Alkisah, seorang pensiunan, Pak Budi yang berduka ditinggal istrinya, ingin dekat kembali dengan dua putrinya yang sibuk dengan dunianya masing-masing. Sejak istrinya meninggal, Pak Budi menyadari bahwa ia tak seperti istrinya yang piawai merekatkan keluarga. Bisakah Pak Budi menyatukan kembali hubungan keluarganya yang selama ini renggang? Drama radio ini mengudara mulai 21 April 2020.



    3. Konflik Cinta  

    Ardan Radio



    Drama audio ini diangkat dari kisah cinta anak muda masa kini. Diperankan announcer Ardan Radio Bandung, sesuai judulnya di sini publik bisa mendengar berbagai masalah atau konflik dunia percintaan.  



    4. 2 Doa 1 Dunia

    Kaskus Podcast



    Bekerjasama dengan HiVi, Kaskus podcast meluncurkan drama audio yang terinspirasi dari lagu Hivi berjudul Bumi dan Bulan. Drama ini menghadirkan musisi Calvin Jeremy sebagai Bumi, dan aktris Rachel Amanda sebagai Bulan. Drama yang ditulis Gina S Noer dan Wahana Kreator ini mengudara setiap pukul 17:00 WIB.  



    5. Kelas Puber

    Makna Talks



    Makna Talks menghadirkan konten tentang kelas online yang di dalamnya terdiri dari satu dosen bernama Ray, dan empat mahasiswa dengan sifat yang berbeda. Drama ini tayang setiap pukul 03:00 pagi sebagai teman kala sahur di bulan puasa.




    6. Mau Gak Mau

    Rapot



    Seri podcast ini terinspirasi dari kejadian nyata yang dialami empat personel Rapot. Dalam penggarapannya, mereka bekerjasama dengan penulis naskah Tumpal Tampubolon, serta sound engineer untuk memberi efek pada konten.



    7. Podkesmas special Ramadan

    Podkesmas



    Buat yang ingin mendengar cerita ringan dan menghibur, Podkesmas special Ramadan ini bisa jadi menarik untuk diikuti. Bukan konten drama, tapi lebih mengupas keseharian yang tak kalah seru dan dekat dengan keseharian. 'Drama' ini mengudara reguler setiap Senin dan Kamis.  



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below