Gangguan Kesehatan Saat Puasa Dan Cara Mengatasinya


  • Gangguan Kesehatan Saat Puasa Dan Cara Mengatasinya
    Berpuasa turut memengaruhi kondisi tubuh, dan rentan membuat kesehatan terganggu. Siasati dengan cara berikut. (Foto: Dok/AndrePiacquadio/Pexels.com)

    Berpuasa dengan menahan diri untuk tidak makan dan minum selama 13 jam sehari turut memengaruhi kondisi tubuh. Ada manfaat yang didapat seperti detoksifikasi dan menurunkan berat badan, tapi jika tidak disiplin dan menerapkan pola makan sehat, seseorang bisa saja mengalami gangguan kesehatan.  

    Oleh karenanya, berpuasa di bulan Ramadan yang termasuk kewajiban bagi umat muslim, patut disiasati agar tidak menjadikan tubuh sakit dan justru malah menjadi lebih parah.  



    Dehidrasi, gula darah rendah, asam lambung, sakit kepala dan lainnya bakal sangat menganggu jalannya puasa yang berlangsung sebulan penuh. Sebelum semua terganggu, ketahui beberapa gangguan kesehatan yang rentan terjadi kala puasa berikut ini, dan cara mengatasinya.  

    (Baca juga: Tips Puasa di Tengah Masa Pandemi Covid19) 

    1. Dehidrasi

    Tubuh membutuhkan asupan air putih setidaknya 2,5 liter atau 8 gelas perhari. Oleh karenanya jika saat berbuka dan sahur asupan air ini kurang tercukupi akan membuat tubuh menjadi lemas dan beresiko dehidrasi di siang hari.  

    Untuk mengatasinya, siasati dengan minum air putih cukup, dan juga mengonsumsi makanan/minuman yang menjadi pengganti air, seperti sup, jus, buah kaya air seperti semangka dan lainnya.  (baca: makanan pengganti air putih) 

    2. Tekanan darah rendah

    Kurang tidur, dan sedikitnya cairan yang masuk dalam tubuh juga berpotensi membuat tubuh mengalami tekanan darah rendah. Biasanya ditandai dengan gejala seperti keringat berlebih, lemas, lesu, tak ada energi, serta pusing.  Ini terjadi karena tekanan darah rendah menyebabkan aliran darah di seluruh tubuh menjadi menurun. 

    Untuk mengatasi gangguan satu ini, ada baiknya untuk mengonsumsi air putih cukup,  istirahat serta pola gaya hidup sehat. Bagi yang memiliki riwayat masalah darah rendah dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter jika ingin berpuasa. 


    (Foto: Dok/AndrePiacquadio/Pexels.com)


    3. Susah buang air besar

    Sembelit atau susah buang air besar juga kerap terjadi kala berpuasa. Ini biasanya terjadi karena kurangnya asupan cairan dan serat.  

    Untuk mengatasinya dianjurkan agar saat berbuka dan juga sahur memperbanyak konsumsi makanan kaya serat seperti sayur, dan buah-buahan. Dan lagi-lagi, asupan cairan mesti cukup.  

    4. Gula darah rendah

    Saat berpuasa seseorang tidak makan dan minum, sehingga tubuh akan menggunakan gula yang disimpan di dalam hati dan otot untuk menghasilkan energi. Hal ini kemudian bisa membuat kadar glikogen dan glukosa dalam tubuh menurun dan menyebabkan tubuh mudah berkeringat, lemas, dan sakit kepala.  

    Untuk mengatasinya supaya tidak terganggu, jangan pernah melewatkan sahur dengan konsumsi makanan sehat yang bergizi cukup.  Khusus, bagi pengidap diabetes, dianjurkan untuk melakukan pengecekan gula darah secara reguler ke dokter sebelum berpuasa agar kadar gula darah terkontrol dengan baik. 

    5. Sakit pinggang

    Jika berasa tubuh mulai sakit pinggang, berarti kamu kurang bergerak. Meski berpuasa, jangan sampai mengurangi aktivitas.  

    Untuk mengatasi ini supaya tidak terjadi, terus beraktivitas dan bergerak, dan di samping itu mengonsumsi makanan kaya mineral seperti produk susu, daging, buah dan sayuran.  

    6. Diare

    Konsumsi makanan yang pedas atau berbumbu tajam saat berbuka atau sahur berpotensi membuat tubuh diare keesokan harinya. Apalagi bagi yang perutnya sudah sensitif, ada baiknya lebih menjaga asupan makanan.  

    Untuk mengatasi agar tak diare perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, terutama hindari makanan yang menjadi faktor penyebabnya. 

    7. Asam lambung

    Berpuasa berarti membuat tubuh tidak mendapatkan asupan makan dan minum dalam waktu cukup lama. Ini berpotensi memicu asam lambung, dan kadang bikin nyeri di ulu hati.  

    Untuk mengatasinya, dianjurkan untuk menghindari konsumsi makanan berlemak tinggi, berminyak dan atau minuman berkafein yang tidak ramah buat yang mengidap asam lambung. Pola makan dan gaya hidup sehat menjadi penting agar tidak mengalaminya.  

    8. Sakit kepala

    Biasanya muncul kala siang atau sore hari ketika menjelang waktu berbuka puasa. Ini biasanya terjadi karena dipicu oleh kondisi tubuh yang kurang air, kelelahan atau kurang tidur. Penyebabnya bisa jadi berbeda-beda pada setiap orang.  

    Untuk mengatasinya, adalah disiplin dengan pola makan sehat yang bergizi, cukup cairan, dan juga istirahat yang teratur.  

    Berpuasa mendorong diri untuk lebih disiplin dan menerapkan pola gaya hidup sehat, karena jika tidak maka gangguan kesehatan akan mudah muncul. Oleh karenanya perlu disiasati dengan baik. 

    (dari berbagai sumber) 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below