Tips Public Speaking Untuk Pemula


  • Tips Public Speaking Untuk Pemula
    Selama pandemi, kita menghabiskan banyak waktu di rumah dengan mengisi konten. Public speaking pun jadi skill yang harus dikembangkan. (Foto: Dok. Stocksnap/Pixabay)

    Menjadi warga yang bekerja dari rumah selama masa Pandemi Covid-19 ini, sering dihadapkan pada situasi dimana kita harus ‘tampil’ dengan cara yang berbeda. Online meeting atau jadi peserta dalam webinar sudah jadi hal yang mengisi keseharian kita. Kehadiran media sosial tidak dapat dipungkiri semakin gencar, karena saat semua di rumah saja, media digital-lah yang berperan memberikan update harian buat kita, begitu pun sebaliknya. Kamu pasti juga terdorong untuk ‘tampil’ demi mengabarkan situasi terkini, hal-hal spesial apa yang dilakukan selama masa di rumah aja, atau pun iseng mengklik tombol live di akun media sosial kamu untuk menceritakan behind the scene proses pembuatan Kopi Dalgona pertama kamu.  


    Nah, di momen itu, kemampuan public speaking atau berbicara di depan umum perlu dilatih agar follower yang mendengar juga bisa menikmati konten yang kamu buat. Memang sih, menurut presenter Ucita Pohan yang akrab dipanggil Uchiet, kunci sukses jadi public speaker itu adalah ketika kita bisa benar-benar mengenal dan bisa jadi diri sendiri. “Terlebih untuk siaran live di media sosial, orang lebih suka melihat sesuatu yang asli, riil, dan santai. Yang seperti itulah yang bisa menghibur,” katanya.




    Lalu tips apa lagi yang perlu kita perhatikan supaya mengurangi gugup kala berhadapan dengan kamera dan mic?


    Ice breaking

    Dalam wawancara atau obrolan dengan lawan bicara, kita perlu memerhatikan tahap ini. Adanya topik atau pertanyaan yang bisa memecah kekakuan atau ketegangan. Uchiet menyampaikan, topik pada fase ini tidak perlu yang berat-berat, sesederhana membahas cuaca dan keadaan lalu lintas saja, bisa membuat suasana cair.


    (Baca Juga: 8 Tips Sukses Negosiasi Online Saat 'Work From Home')


    Siap mendengarkan

    Mengenal dengan baik lawan bicara, amat berperan dalam lancar atau tidak nya sesi wawancara, baik offline maupun online. Caranya? Yang utama adalah kita harus siap mendengarkan. Apa cerita yang akan dikisahkan, bagaimana memahami gaya orang tersebut dalam bertutur, dan sebagainya. Jangan sesekali memaksakan pertanyaan pada orang yang tidak suka berbicara panjang. Misalnya, ketika lawan bicara hanya berbicara pendek-pendek, biarkan. Karena mungkin dia memang tidak suka menceritakan itu atau bahkan tidak suka berbicara panjang lebar. 



    (Tips public speaking untuk pemula. Foto: Dok. PourquoiPas/Pixabay)

    Sense of humor

    Enggak masalah kalau kamu memang bukan orang yang punya selera humor. Kita tidak perlu melucu seperti layaknya seorang pelawak. Know yourself, dan jangan maksa untuk tampil sok asik. Salah satu tips adalah dengan mengobservasi dari hal-hal di sekitar kita. Misalnya mencontek celetukan yang sedang nge-tren dari seorang pelawak, public figure ataupun selebritas yang sedang naik daun. Tentu ini juga harus dilakukan pada tempatnya. 


    Wawasan

    Mengetahui hal aktual apa yang sedang terjadi di sekitar membuat kita luwes membawa pembicaraan ke arah mana pun. Dimulai dari wawasan yang memang bersifat lebih dekat dengan kepribadian dan minat kita. Misalnya jika kamu tertarik dengan topik-topik yang berhubungan dengan kesehatan, kecantikan, dunia artis, rajin meng-update diri dengan berita-berita di seputar itu.


    Idola

    Mempunyai sosok idola dalam hal public speaking, bisa menolong kita dalam mepelajari gaya yang ingin ditampilkan. Misalnya, jika kamu mengidolakan Oprah Winfrey atau Ellen DeGeneres, juga Najwa Shihab dalam ketajaman wawancara misalnya. Pasti akan banyak yang bisa dipelajari lebih jauh dari mereka. 




    Punch line

    Dalam dunia siaran, Uchiet menceritakan bahwa seorang pembawa acara atau penyiar, harus punya kalimat penutup yang bersifat witty, surprising, dan out of the box. Diharapkan, pendengar dapat mengingat kalimat ini secara otomatis saat siaran berakhir. Namun kemampuan seseorang membuat punch line memang perlu dilatih. Saran Uchiet, kalimat penutup yang juga bisa disebut sebagai senjata suksesnya sebuah siaran, tidak bisa direncanakan atau pun dihafal. “Punch line harus sudah menjadi lifestyle, atau gaya hidup yang bisa diungkap secara spontan saja.”


    Gugup itu normal

    Bahkan seorang presenter yang sudah hampir 11 tahun bergerak di dunianya, masih sering merasa gugup saat menjelang naik ke panggung. Jadi, gugup atau grogi atau merasa deg-degan itu sangatlah normal. Jika kita menyadari hal ini sebagai sesuatu yang normal, maka akan mengurangi gugup itu sendiri. Positifnya, perasaan deg-degan justru akan membuat kita lebih fokus dalam mepersiapkan penampilan kita. 


    (Baca Juga: 8 Aplikasi Yang Bisa Kamu Andalkan Saat Bekerja Dari Rumah)


    Kalau gagal? Seorang public speaker harus punya mental baja. Kalau gagal, ya coba lagi. Semakin banyak latihan, penampilan tentu akan semakin baik. Evaluasi diri setiap sehabis tampil dengan melihat ulang dari video rekaman, apa yang kurang, dan apa yang perlu ditingkatkan atau dikurangi. Yang terakhir, jangan lupa persiapkan diri kamus ebelum tampil di depan umum, walaupun dalam keadaan di rumah aja. Pakai parfum dan sedikit make up, dijamin bisa membangkitkan mood lebih baik. Dengan begitu, orang-orang yang kamu sapa pun dapat menangkap energi positif dari kamu. 


    (Dirangkum dari wawancara HW dengan Ucita Pohan pada IG Live 8 Mei 2020)




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below