4 Hal yang Wajib Diperhatikan Saat Membuat Masker Kain


  • 4 Hal yang Wajib Diperhatikan Saat Membuat Masker Kain
    Meski mudah dilakukan sendiri, ada 4 hal utama yang tak boleh dilewatkan saat membuat masker kain (Foto: Dok. Pexels.com)

    Baru-baru ini pemeritah Indonesia mulai mewajibkan kita untuk menggunakan masker saat keluar rumah. Kabar baiknya, masker yang dipakai pun tak harus N95 atau Surgical Mask yang selama ini banyak habis di pasaran. Masker kain bisa! Kita pun dapat membuatnya sendiri di rumah. Tapi meski begitu, bukan berarti kita sudah bisa bebas keluar rumah seperti biasa, ya. No! Hanya untuk keadaan super darurat, kamu baru boleh mengenakan masker kain saat keluar rumah.

    Nah, sebelum berkeinginan untuk mengkreasikannya, kamu harus tahu dulu beberapa langkah penting yang wajib dipahami sebelum menjahit atau mengaryakan sebuah masker kain. So, cek 4 poin berikut supaya maskermu tak hanya asal jadi tapi juga berfungsi dengan baik.




    1. Kenali jenis virusnya


    (Ilustrasi virus Corona. Foto: Dok. Pexels.com)

    Karena yang akan kamu buat adalah masker untuk menangkal atau meminimalisir persebaran virus Covid-19 atau Corona, maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari tahu seperti apa profil virus yang ingin kamu tangkal ini. Berdasarkan obrolan her world dengan Biomedical Scientist sekaligus dosen di I3L bernama Mutiara Anissa, diketahui bahwa Virus Covid-19 ini ukurannya amat sangat kecil yaitu hanya 0.125 mikron.

    "Masker yang paling bagus saja yang biasa disebut N95, hanya mampu menyaring virus berukuran di atas 1 mikron. Bagaimana dengan virus Covid-19 yang begitu kecil. Tapi meski demikian, virus ini tidak sering mengapung di udara melainkan bercampur dengan tetesan air dalam bentuk droplets yang terpercik saat seseorang batuk, bersin, atau bahkan menempel di benda mati. Oleh sebab itu, masker kain sangat berbeda dengan N95 yang kualitas filtrasinya telah terpantau," ujarnya.

    That's why, sebelum membuat masker, kamu harus pertimbangkan dulu segala sesuatunya termasuk juga pemilihan bahan dan lapisan-lapisan yang akan kamu gunakan untuk memaksimalkan proteksi terhadap diri kamu sendiri.


    2. Tahu bahan yang tepat


    (Ilustrasi bahan yang tepat. Foto: Dok. Pexels.com)


    Berdasarkan artikel berjudul What's the Best Material for a Mask yang diterbitkan oleh New York Times pada 6 April 2020 silam, disebutkan bahwa ada 4 bahan terbaik yang bisa digunakan sebagai material utama dalam pembuatan masker yaitu:

    - HEPA Filter

    - Kain penyaring debu vacuum cleaner (Digunakan beberapa lapis)

    - Tea towel (bisa dilapisi dengan bahan lain)

    - Kain seprei atau sarung bantal dengan thread count 600 (Biasa tertulis di kemasan. Dipakai beberapa lapis juga)

    - Kain Flannel (Disatukan beberapa lapis pula)


    Namun karena permintaan sudah semakin tinggi dan kelangkaannya juga kian terjadi, maka ada 3 bahan alternatif yang bisa jadi pengganti, yaitu 

    - Kain penyaring kopi

    - Scarf

    - Bandana


    Meski demikian, dikutip dari Instagram @mutiaraanissa, daya saring pada bahan-bahan alternatif ini terbilang jauh lebih minimal dibandingkan pada bahan-bahan sebelumnya. Coffee filter dengan tingkat filtrasi medium serta scarf dan bandana dengan tingkat filtrasi rendah. Oleh sebab itu, jika kamu berencana membuatnya dengan scarf atau bandana seperti yang sekarang sering dilihat di media sosial, maka kamu tetap harus memasukkan penyaring tambahan di dalamnya atau membuatnya secara berlapis supaya virus tidak mudah lolos. Memang membuat masker kain sendiri jauh lebih mudah dan juga murah. Tapi jika bahan atau saringannya tidak benar, maka upayamu melindungi diri akan sia-sia. 


    3. Ingat cara menggunakannya


    (Ilustrasi cara penggunaan masker. Foto: Dok. Pexels.com)


    Meski tampak sederhana, tata cara menggunakan dan melepas masker kain terbilang sama dengan masker biasa. Pakai dan lepaskan dari arah tali sehingga kamu TIDAK memegang sisi luar yang justru jadi tempat bernaungnya virus dan bakteri. Namun jika tak sengaja tersentuh, langsung cuci tangan dengan sabun untuk menghindari tangan menyentuh area hidung atau wajah sehabis membuka masker.


    Lalu, jika kamu merasa maskermu kurang higienis atau kurang bisa melindungimu dari virus dan bakteri, JANGAN sekali-kali coba menyemprotkan alkohol ke permukaan masker sebelum kamu pakai. Karena menghirup alkohol secara langsung dalam waktu cukup lama malah akan membuatmu keracunan dan berimbas buruk untuk tubuh. Terakhir, ada anjuran yang menyatakan bahwa masker kain maksimal hanya boleh digunakan selama 4 jam. Lebih dari itu harus langsung dilepas untuk dicuci. Buatlah lebih dari 3 masker supaya kamu bisa menggunakannya secara bergantian dari hari ke hari.


    4. Mengerti cara mencucinya


    (Ilustrasi cara mencuci. Foto: Dok. Pexels.com)


    Karena masker kain sifatnya bisa dipakai berulang kali, maka setiap habis dipakai kamu harus langsung mencucinya dengan deterjen. Selain itu, boleh juga jika kami ingin menambahkan larutan antiseptik yang banyak tersedia di pasaran. Tapi kalau mau menerapkan cara yang lebih higienis, kamu bisa merendamnya dulu dengan air panas atau merebusnya di dalam air mendidih selama 10 menit.


    Lakukanlah sesering kamu memakainya. Sebab sama seperti telapak tangan, kulit, atau rambut yang rentan jadi tempat bersarangnya virus, masker kain yang punya banyak serabut di dalamnya juga akan menampung keberadaan mereka. Oleh sebab itu cara satu-satunya untuk memberantas eksistensi tersebut adalah dengan membilasnya pakai sabun. Setelah itu, pastikan kamu menjemurnya langsung di bawah sinar matahari atau keringkan dengan pengering dalam suhu maksimal.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below