Mengenal Social Distance: Manfaat & Cara Cegah Virus Corona


  • Mengenal Social Distance: Manfaat & Cara Cegah Virus Corona
    Ilustrasi social distance atau jaga jarak sosial untuk cegah virus corona menyebar(Foto:Dok/Pexels)


    Apa itu 'Social Distance'?

    Social distance atau jaga jarak sosial jadi upaya yang dipercaya untuk mencegah penyebaran virus corona dengan cepat. Cara ini juga yang dianjurkan selain mencuci tangan dan menggunakan masker saat berada di keramaian. Namun, apa sebenarnya social distance

    Secara sederhana, social distance merupakan pembatasan diri dengan lingkungan sekitar dan dengan antar manusia. Membatasi kontak langsung bersama kolega, teman, di area seperti perkantoran, tempat umum, sekolah dan lainnya.



    Sejumlah ahli kesehatan pun menjelaskan bahwa cara ini menjadi langkah tepat untuk mencegah penularan virus corona yang jadi pandemi saat ini. Penyebarannya yang cepat melalui sentuhan dan berhubungan jarak dekat dengan mereka yang terinfeksi covid-19, kian diperlukan cara khusus untuk meminimalisir bertambahnya pasien yang terserang virus ini. Oleh karenanya, berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia pun mulai mencoba menerapkan social distance ke seluruh penduduknya.

    "Tiap kali melakukan pengurangan kontak per hari dengan saudara, teman, rekan kerja dan di sekolah, akan memberikan dampak signifikan pada kemampuan virus untuk menyebar ke dalam populasi tertentu," jelas Dr. Gerarfo Chowell ketua Ilmu Kesehatan Populasi di Georgia State University. 

    (Baca Juga: Cara Pacaran Saat Harus Menerapkan Social Distance)


    Tujuan dan manfaat 'Social Distance'

    Sebagai mahluk sosial menerapkan social distance kerap terasa sulit dilakukan. Namun, dengan menjadikannya gaya hidup sementara, hal ini dipercaya dapat memberikan manfaat tak hanya diri sendiri, tapi juga sekitar kita. 

    Melansir laman John Hopkins University, Direktur pusat John Hopkins Center for Health Security Tom Inglesby menjelaskan bahwa tujuan dengan adanya praktik social distance ini tak hanya bisa meminimalisir kemungkinan penyebarannya semakin luas, tapi juga sebagai cara mengurangi beban pada sistem perawatan kesehatan dan pekerja.

    "Tujuan dari jarak sosial di A.S. adalah untuk menurunkan laju dan tingkat penyebaran Covid-19 di kota atau komunitas mana pun," jelasnya.

    "Jika itu bisa terjadi, maka akan ada lebih sedikit orang dengan penyakit, dan lebih sedikit orang yang membutuhkan rawat inap dan ventilator pada satu waktu."

    Sehingga saat ini, banyak negara yang telah mengoptimalkan cara ini sebagai penanggulangan virus corona dan berhasil menjalaninya. Di antaranya adalah China, Filiphina, Singapura, dan Thailand.

    (Baca Juga: 10 Cara Mudah Agar Tetap Produktif Saat 'Work From Home')


    Bagaimana cara melakukan 'Social Distance'?

    Sebetulnya social distance atau jaga jarak sosial tidaklah sulit dilakukan. CDC mendefinisikan jarak sosial seperti menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak sekitar 6 kaki atau 2 meter dari orang lain jika memungkinkan seperti dikutip dari laman yang sama. Hal Ini juga berarti tidak melakukan beberapa kontak fisik seperti pelukan dan jabat tangan.

    Jaga jarak ini juga kerap dilakukan saat berada di sekitar orang mungkin mengalami batuk, demam, pilek, dan bersin. Tak terkecuali juga pada orang-orang yang terlihat sehat. Seiring dengan itu, mencuci tangan dengan benar jadi hal utama untuk melindungi dari virus corona atau covid-19

    Pada skala yang lebih luas, sejumlah tindakan juga dapat membantu langkah ini berhasil untuk diterapkan. Di antaranya dengan cara berikut:

    (Baca Juga: Pentingnya Social Media Distancing Selama Work From Home)


    1. Sekolah, perguruan tinggi, dan universitas menangguhkan kelas tatap muka dan mengubah ke instruksi online.

    2. Membatalkan sejumlah acara yang melibatkan banyak orang, termasuk acara olahraga, festival, dan parade.

    3. Tempat kerja mendorong atau mengamanatkan pilihan kerja yang fleksibel dengan menggunakan alat komunikasi, work from home atau kerja dari rumah.

    4. Organisasi dan bisnis membatalkan pertemuan besar, termasuk konferensi

    5. Rumah ibadah melakukan ibadah bersama melalui online.


    Apakah Social Distance efektif untuk menangkal virus corona?

    Melansir laman John Hopkins University sejumlah ahli menunjukkan sejarah yang berhasil melakukan langkah-langkah ini, termasuk dari pandemi influenza Spanyol 1918. Sebuah studi PNAS 2007 menemukan bahwa kota-kota yang menerapkan sistem ini seperti menutup sekolah dan melarang pertemuan publik, memiliki tingkat kematian yang secara signifikan lebih rendah dari pada wilayah lain yang tidak melakukannya.

    Kemudian, pengalaman lain dari kota Ghuangzhou di China yang juga menerapkan social distance saat Covid-19 menyerang, memiliki jumlah pasien yang lebih rendah dibandingkan kota Wuhan yang mulai melakukannya sebulan setelah virus ini menyerang masyarakatnya. Sehingga, cara ini bisa jadi cara efektif untuk mencegah penyebaran virus corona meluas ke berbagai wilayah negara.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below