Proyek Jurassic Park Di Pulau Komodo Menimbulkan Pro Kontra


  • Proyek Jurassic Park Di Pulau Komodo Menimbulkan Pro Kontra
    Seekor komodo yang berhadapan dengan sebuah truk yang memasuki area konservasi. (Foto: Dok. Instagram/kawanbaikkomodo)

    Proyek ‘Jurassic Park’ di Taman Nasional Komodo menimbulkan pro dan kontra setelah beredarnya foto seekor komodo berhadapan langsung dengan truk proyek bangunan tersebut. Peristiwa ini merupakan kali pertamanya kadal terbesar di dunia tersebut mendengar deru mesin-mesin mobil dan menghirup asapnya, sebagaimana dikatakan oleh akun Instagram @kawanbaikkomodo. Atas peristiwa ini pun tagar #SaveKomodo menjadi trending topic di Twitter.


    (Baca Juga: 5 Pulau Cantik Di Indonesia Yang Wajib Dikunjungi)





    Terdapat beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan di Pulau Rinca ini, seperti Dermaga Loh Buaya, pembangunan pengaman pantai yang berfungsi sebagai jalan setapak untuk akses ke kawasan tersebut, elevated deck agar tidak mengganggu lalu lintas komodo, pusat informasi terintegrasi yang dilengkapi kantor resort, guest house, dan kafetaria, serta penginapan untuk ranger, guide, dan peneliti.


    Seluruh pembangunan itu mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat sejumlah Rp69,96 miliar.


    Kepada Antara pada Senin (07/10/20), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan bahwa penutupan Pulau Komodo ini ditujukan untuk menata destinasi yang eksklusif. Selain itu, Luhut juga mengatakan bahwa pemerintah ingin menjadikan kawasan wisata ini bertaraf internasional seperti di Afrika.


    Pembangunan ini berawal dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Labuan Bajo pada Juli 2019 lalu. Saat itu, Jokowi mengatakan ingin membuat area konservasi yang dipisahkan dengan area wisata dan jumlah kuota turis yang berkunjung pun dibatasi.


    Namun, proyek infrastruktur ini justru menuai kontra dari masyarakat karena pembangunannya yang justru membuat kelangsungan hidup hewan langka warisan dunia tersebut semakin terancam.


    Hal ini ditunjukkan oleh Gregorius Afioma melalui akun Instagramnya. Dalam sebuah unggahan, terdapat video yang menunjukkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) yang memasang sebuah papan bertuliskan “Please keep silent!”. Namun, tulisan tersebut justru kontradiktif dengan yang terjadi sekarang di mana banyak kendaraan yang justru masuk ke area konservasi.




    (Baca Juga: Pesona Pulau Sumba)


    Menanggapi hal ini, penyanyi Melanie Subono juga mengungkapkan kekecewaannya melalui unggahannya di Instagram.


    “Sebelum tidur, mari merenung...apalagi yang belum dihancurkan beliau-beliau. Maafkan kami komodo...hotel dll bukan habitatmu, yang kami ajak bicara hanyalah tembok uang tanpa hati. Batu,” tulisnya pada caption.




    (Penulis: Aurelia Gracia)




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below