Mengenal Penyakit Kanker yang Dialami Ria Irawan


  • Mengenal Penyakit Kanker yang Dialami Ria Irawan
    Mengenal gejala penyakit kanker endometrium dan getah bening. (Foto:Dok.Ria Irawan/Instagram)


    Jagat hiburan tanah air dirundung duka atas meninggalnya aktris Ria Irawan pada Senin (6/1) pagi di usianya yang ke-50 tahun. Pemain film dan juga penyanyi itu tutup usia setelah berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya. 

    Merunut kembali ke belakang, riwayat sakit kanker yang diidap Ria diketahui berawal dari diketahui adanya tumor jinak di rahim. Ia pun didiagnosa kanker endometrium (kanker dinding rahim) sekitar sepuluh tahun lalu. Pada 2014, Ria menjalani operasi pengangkatan rahim dan biopsi. Dari hasil operasi diketahui kanker di tubuh Ria ternyata sudah menyebar ke kelenjar getah bening pada bagian panggul. (kompas.com)



    Kondisi Ria sempat membaik dan ia pun membintangi sejumlah film diantaranya Bulan Diatas Kuburan, lalu Kuambil Lagi Hatiku dan Wedding Agreement. Pada pertengahan 2019, kanker kembali menyerang tubuhnya dan menyebar organ paru-paru.

    Apa dan bagaimana sebenarnya kanker endometrium dan kelenjar getah bening yang diidap Ria? Dirangkum dari beberapa sumber, berikut beberapa penjelasannya. 

    (Baca Juga: Mengenali Gejala Dan Penyebab Kanker Serviks)


    (Ilustrasi kesehatan. Foto; Dok/Pexels.com) 


    Kanker Endometrium 

    Melansir laman Mayo Clinic, kanker endometrium merupakan jenis kanker yang menyerang rahim, terutama lapisan rahim bagian dalam. Penyakit ini bisa menyerang tiga dari 100 perempuan. 

    Meski tak diketahui penyebab pastinya, penyakit ini ditandai dengan pendarahan di daerah vagina setelah menopause dan merasakan nyeri panggul. Selain itu, tumbuhnya sel kanker ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya sebagai berikut:


    1. Ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Ovarium membuat dua hormon wanita utama, yaitu estrogen dan progesteron. Ketidakseimbangan hormon ini menyebabkan perubahan pada endometrium. Jika jumlah estrogen terus meningkat, sementara progesteron tidak, hal ini bisa meningkatkan risiko kanker endometrium tubuh di dinding rahim.

    2. Menstruasi di usia <12 tahun. Sel kanker endometrium lebih berisiko menyerang wanita yang mengalami menstruasi di usia kurang dari 12 tahun. Hal ini dikarenakan semakin cepat menstruasi, maka hormon estrogen semakin banyak.

    3. Tidak pernah mengalami kehamilan. Tidak pernah mengalami kehamilan meningkatkan risiko tumbuhnya sel kanker endometrium.

    4. Menopause. Seiring bertambahnya usia, tubuh akan mengalami banyaknya penurunan hormon, kekuatan tubuh dan lainnya. Alasan inilah yang bisa menyebabkan kanker endometrium menyerang tubuh.

    5. Obesitas. Berat badan yang berlebih bisa menyebabkan ragam penyakit menghampiri, salah satunya adalah kanker endometrium. Selain lemak yang tak baik, berat badan yang berlebih bisa menyebabkan kelainan hormon.

    6. Terapi hormon untuk kanker payudara. Menjalani terapi hormon dengan obat tamoxifen untuk kanker pyudara bisa meningkatkan risiko kanker endometrium. Ada baiknya sebelum menggunakan terapi ini, konsultasikan dengan dokter.

    7. Sindrom kanker usus yang diwariskan. Lynch Syndrome, juga disebut kanker kolorektal nonpolyposis herediter (HNPCC), adalah sindrom yang meningkatkan risiko kanker usus besar dan kanker lainnya, termasuk kanker endometrium. Lynch Syndrome disebabkan oleh mutasi gen yang diteruskan dari orang tua ke anak. Jika anggota keluarga telah didiagnosis dengan sindrom Lynch, ada baiknya untuk memeriksa tubuh ke dokter secepatnya.

    (Baca Juga: Andalan FE: Tangkal Anemia dengan Pil Kontrasepsi)


    (Ilustrasi kesehatan. Foto: Dok/Pexels.com) 


    Kanker Getah Bening

    Sel Kanker biasanya bisa masuk ke dalam tubuh dan mengalir ke dalam peredarah darah dan berhenti di dalam kelenjar getah bening. Namun, melansir lam WebMD sel ini juga bisa dimulai dari kelenjar itu sendiri. 

    Diketahui getah bening merupakan sistem limfatik yang berfungsi untuk melawan infeksi dari tubuh. Namun, bagian ini juga bisa terserang kanker. Terutama saat usia telah memasuki 20-60 tahun. Lalu apa gejala yang bisa menandai bahwa tubuh terserang kanker kelenjar getah bening?

    Selain adanya pembengkakan getah bening, terasa keras dan muncul kemerahan, berikut gejala lain jika tubuh terserang kanker kelenjar getah bening:


    1. Kesulitan bernapas atau menelan

    2. Berkeringat di malam hari

    3. Demam secara tiba-tiba

    4. Kehilangan berat badan secara tiba-tiba

    5. Mudah merasa lelah


    Cara Mencegah Kanker Endometrium dan Kanker Getah Bening


    1. Konsultasi ke dokter secara teratur. Berbicara dengan dokter tentang risiko pertambahan usia atau pun penyakit lain yang pernah menyerang beberapa keluarga, bisa membantu diri untuk terserang dari kanker. Cara ini juga akan membuat kamu paham dan mengenal tubuh secara detil untuk menjaganya dari serangan penyakit.

    2. Pertimbangkan untuk mengonsumsi pil KB. Jika kamu membutuhkan alat atau obat untuk mencegah kehamilan, ada baiknya untuk mendiskusikan hal ini ke dokter. Kenali efek samping yang akan didapatkan saat mengenakan alat KB atapun obat-obatan yang harus dikonsumsi.

    3. Menjaga berat badan yang sehat. Obesitas meningkatkan risiko kanker endometrium dan kanker kelenjar getah bening, sehingga menjalani pola hidup sehat bisa menjaga tubuh dari serangan berbagai penyakit.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below