Usai New York, Julianto Hadirkan 'Il Fiore' di Jakarta


  • Usai New York, Julianto Hadirkan 'Il Fiore' di Jakarta
    Usai tampil di peragaan busana New York Fashion Week beberapa waktu lalu, desainer Julianto membawa karya rancangannya ke Jakarta. (Foto: Dok/TimMuaraBagdja)


    Usai menampilkan koleksi rancangannya di New York Fashion Week 2020 beberapa waktu lalu, desainer Julianto mengusung karyanya di Jakarta. Ia menggelar mini show di Chora Room, The Tribrata, Jakarta pada Selasa (24/9) dengan didukung makeup Adi Adrian dan sepatu Regis Bridal Shoes.

    Mengusung tema 'Il Fiore', bahasa Italia yang bermakna 'blossom' atau ‘berkembang’, Julianto mengolah gagasan akan bunga mawar sedemikian rupa. Untuk koleksinya ini, Julianto mengeksploitasi kemampuannya dalam mengolah ide. Mawar yang menjadi gagasan utama meretas jelma menjadi unsur mode yang kuat pada presentasi ini. 



    Olahan gagasan itu ia tuangkan dalam bentuk busana berupa gelombang besar di bagian dada, di pangkal lengan, atau di bagian bawah gaun. Dominasi nuansa feminin ia tambahkan dengan permainan embellishment, yang ditaruh di hampir seluruh bagian busana, tapi tidak berlebihan. Diantara embellishment itu tampak payet dan beads. 

    (Baca juga: 3 Desainer Indonesia Fashion Gallery Gebrak NYFW) 


    (Koleksi Il Fiore di NYFW, AS. Foto: Dok/GettyImages) 


    Koleksi 'Il Fiore' hadir dalam koleksi yang kaya ragam potongan mulai dari atasan strapless, terusan ketat berpotongan lurus, bustier, gaun bertali bahu, gaun panjang fit and flare, jaket, rok pensil, blus berlengan besar, dan celana panjang.

    Untuk warna, ia mengadopsi warna hijau dan pink yang hirau akan tren mode 2020 dan menyisipkannya di antara koleksi hitam dan putih yang menjadi pilihan tambahan di dalam deretan busana yang ditampilkannya. Yang menarik, Julianto tak membatasi dirinya dalam mengekspresikan koleksi Il Fiore. Di antara adibusana, tampak juga busana ready-to-wear yang dihadirkan dalam koleksi. 

    Julianto menampilkan Il Fiore pada 9 September 2019 di panggung peraga utama Spring Studio di pekan New York Fashion Week 2020. Panggung yang sama yang juga diisi oleh sejumlah desainer ternama seperti Oscar de la Renta, Rodarte, Jeremy Scott, hingga Alber Elbaz X Lesportsac. Karya Julianto menjadi satu dari empat desainer dari Indonesia di bawah naungan Indonesia Fashion Gallery, sebuah wadah di bilangan Manhattan, New York yang kerap membantu dan memandu para perancang Indonesia untuk unjuk gaya di panggung mode New York.


    (Koleksi Il Fiore di Jakarta. Foto: Dok/TimMuaraBagdja) 


    Rekam Jejak 

    Siapa Julianto? Diantara nama desainer Indonesia, Julianto tergolong tak begitu populer dan tak banyak yang tahu. Kiprahnya di NYFW memberi kejutan tersendiri. 

    Namun, merunut rekam jejaknya, Julianto sendiri sebenarnya telah merintis karier di dunia mode sejak delapan tahun lalu, dengan menjual berbagai benda mode, terutama busana. Tak berpuas diri dengan itu, Julianto secara otodidak menciptakan baju-baju hasil rancangannya sendiri dan melahirkan label bernama Mojuya.

    Untuk mengasah ilmu mode, ia mengambil kelas di Sparks Fashion Academy, Jakarta sambil memberanikan diri ikut mempresentasikan karyanya di Indonesia Fashion Week 2015.

    Dari mulut ke mulut Mojuya berhasil menuai popularitas, khususnya di kalangan selebriti. Penyanyi Rossa, Raisa, Angel Pieters, Agnes Monica menjadi clientele Mojuya. Kemajuan Mojuya semakin meningkat. Namun melulu melayani keinginan klien tidak dapat memuaskan hasrat Julianto terhadap mode.


    (Julianto dan koleksi Il Fiore. Foto: Dok/TimMuaraBagdja) 


    Mengikuti kata hati dan mendapat dukungan penuh dari para seniornya, perancang muda yang kemudian bersekolah dan lulus dari Istituto di Moda Burgo Italy dan Istituto di Moda Burgo Indonesia ini memperkenalkan label 'Julianto' sebagai lini utama (first line) label miliknya segera setelah kembali dari mendulang ilmu mode di Milan di tahun 2017.

    Julianto memberanikan diri ikut tampil di ajang Jakarta Fashion Week 2018 serta Hongkong Fashion Week 2018. Pada label 'Julianto', selain tetap melayani klien-klien yang ingin dibuatkan busana pengantin dan gaun malam sang desainer lebih banyak memasukkan inspirasi mode dan angan-angan kreatifnya dibandingkan Mojuya yang kini berkonsentrasi pada kebaya dan pesanan yang lebih mendahulukan selera pemesan.