A Chat With Asmara Abigail: Di Balik Layar Film Horor


  • A Chat With Asmara Abigail: Di Balik Layar Film Horor
    Berbincang dengan Asmara Abigail. (Foto:Dok/Instagram/@asmaraabigail)


    Telah lama terjun di dunia perfilman, Asmara Abigail (27) tengah mempersiapkan peran terbarunya untuk film horor besutan Joko Anwar, yaitu 'Perempuan Tanah Jahanam'.

    Ikuti cuplikan petikan wawancara dengannya berikut ini:



    Halo Asmara, apa hal yang paling kamu senangi dalam dunia perfilman?

    Perfilman atau pun pekerjaan memang menyenangkan karena aku suka adrenalin. Jadi seperti sisi horor kan banyak scene-scene berat, nah itu sih yang menurutku menyenangkan banget untuk mendapatkan, seperti adrenaline rush-nya itu.

    Sudah berapa kali kamu bermain film horor?

    Aduh aku tidak menghitungnya ya, lumayan, sepertinya 5 kali ada-lah.

    Dari semua film horor yang kamu geluti, film apa yang paling berat?

    Ini berat banget, karena jauh banget sama karakter aku pribadi sih.

    (Baca Juga: A Chat with Nagita Slavina: Sang Ratu Online)



    Terpilih menjadi salah satu aktor untuk film horor Perempuan Tanah Jahanam, latihan fisik apa yang kamu siapkan?

    Kalau misalnya ditanya fisik yang diuji, sudah keliatan banget dari teaser, dari poster, sudah dibolak-balik. Nah Joko Anwar sendiri sudah bilang sebelum syuting, dari kita persiapan, sudah harus latihan lari ya gitu, karena biar pas syuting, take berulang-ulang juga sudah biasa, sudah tidak mengeluh capek.


    Ada perpedaan pendapat sama Joko Anwar?

    Nggak ada yang bertolak belakang sama pemikiran Joko Anwar, karena aku percaya sih sama apapun yang dibikin sama Joko. Paling bertanya untuk penjelasan, tapi tidak ada yang bertolak belakang, karena biasanya yang abang buat itu aku merasa, itu i felt it too, aku merasa itu benar juga.


    Apa kamu melakukan latihan tersebut? Jika iya, sejak kapan kamu memulainya?

    Aku latihan lari sih, mulai dari reading, tapi karena aku memang orangnya cukup atletik, jadi maksudnya disuruh lari juga ya seneng-seneng aja. Justru, seperti tambah latihan fisik, aku sih seneng gitu.

    (Baca Juga: A Chat with Dian Sastrowardoyo: 'Mewujudkan Mimpi')


    Selain lari, apa kegiatan fisik yang kamu lakukan untuk persiapan proses syuting film ini?

    Engga sih, cukup itu, kalau aku sih emang pada dasarnya senang melakukan yoga, karena buat meditasi juga, buat fleksibelitas juga, mungkin darahnya jadi lebih lancar ya, jadi nggak keburu cepet pusing.  




    Hal-hal apa saja yang membawa suasana mencekam saat proses syuting 'Perempuan Tanah Jahanam'?

    mungkin mencengkam karena rumahnya sendiri sudah mencekam, situasinya sudah mencekam, cuma karena kebetulan kalau proses syuting selalu ada crew dan cast yang rame, jadi menurut aku itu menolong banget, karena kita tahu memang lagi syuting. Tapi, kalau memang di set Joko Anwar, selalu satu, proses syuting yang buat aku sangat spesial dan menyenangkan, karena semua cast and crew tau kalau kita tuh lagi kerja, jadi nggak ada yang bercanda, jadi serius semuanya.


    Banyak orang yang berpendapat bahwa kamu memiliki tampilan yang creepy dan pas untuk bermain film horor, bagaimana pendapatmu mengenai hal tersebut?

    Aku sih senang-senang aja kalau ada orang yang menganggap seperti itu, disyukuri aja. Tapi mudah-mudahan, juga bisa main di genre lain, bisa main karakter lain, jadi sebagai aktris juga lebih free-style, tapi kalau orang memang menganggap mukaku horor, ya terima kasih atas pujiannya.

    (Baca Juga: A Chat with Valen Amijo: Tidak Takut Berimajinasi)


    Apakah ada tekanan mental selama berperan sebagai Ratih untuk film 'Perempuan Tanah Jahanam'?

    Ada beberapa tekanan mental, karena aku memang tidak fasih berbahasa Jawa, sedangkan aku banyak dialog yang berbahasa Jawa. Lebih pada bagaimana caranya supaya menjadi orang Jawa yang asli dari desa itu, bukan orang Jawa yang cuma dua minggu jadi orang Jawa. Sebenarnya, kalo setelah diobrolin sama Joko Anwar, juga ada solusi-solusi yang bisa kita pakai, dan maksudnya kan bisa di-akalin dengan background cerita sih sebenarnya, apa mungkin dia tidak terlalu suka berkomunikasi, bisa diakalin seperti itu.



    Hal apa yang sangat bertolak belakang dengan karaktermu saat menjalani proses syuting untuk film Joko Anwar ini?

    Sebenarnya yang bertolak belakang dari aku background dari Ratih sendiri. Ratihkan backgroundnya dia di desa terpencil, terus abis itu sudah terbiasa dengan tekanan sosial dan hirarki sosial. Kalau aku kebetulan dengan background yang lebih terbuka, terbiasa menentukan pendapat dan nasibnya sendiri. Sedangkan perempuan di desa itu, belum tentu memiliki previlage seperti hidup aku yang sehari-hari, gitu itu sih menurutku. dan bagaimana bisa membuat karakter yang seperti itu menurutku juga suatu tantangan karena memang jauh banget dengan karakter aku sehari-hari.


    Menurut kamu perempuan Jawa itu seperti apa?

    Tiap perempuan, mau Jawa kek, mau Italia kek, mau Arab kek maksud aku, dia harus bisa menjadi dirinya sendiri dan menentukan nasibnya sendiri, karena itulah menurut aku bagaimana kita menadi manusia yang bahagia, adalah mengikuti kata hati kita, jadi menurut aku, mau jadi orang jawa kek, mau jadi alien kek, selama kita bahagia dengan pilihan yang jujur dari hati kita, itulah saat kita menjadi seseorang yang seharusnya kita menjadi.


    Bagaimana cara kamu untuk mendalami karakter Ratih dalam film 'Perempuan Tanah Jahanam'?

    Lebih seperti berusaha mendalami karakter itu dari background story, kebetulan Joko Anwar sangat membantu untuk membuat detail karakter. Karena sekecil apapun karakter itu, pasti sama abang dibikin storyline atau background story yang dia ingin spesifik dari karakter tersebut.