A Chat with Valen Amijo: Tidak Takut Berimajinasi


  • A Chat with Valen Amijo: Tidak Takut Berimajinasi
    Valen Amijo (Foto: Dok. Chromatiq)


    Sejak didirikan empat tahun lalu, Chromatiq menjadi salah satu label aksesori lokal yang diminati oleh para pencinta mode Indonesia. Desain yang kaya akan detail dan unik menjadi ciri khas tersendiri.

    Kami pun berkesempatan untuk berbincang dengan Valen Amijo selaku pendiri sekaligus creative designer label Chromatiq.





    Hai, Valen! Boleh diceritakan tentang latar belakang berdirinya Chromatiq?

    "Boleh percaya atau tidak, tapi dulu susah banget buat aku untuk mencari produk lokal yang sesuai dengan my style. Dari sana, aku iseng-iseng coba bikin dan jual sendiri. Ternyata kok demand-nya banyak juga. Jadi, aku memutuskan untuk meluncurkan label sendiri, Chromatiq, pada 2015."



    Apa yang membedakan Chromatiq dengan label perhiasan Indonesia lainnya? 

    "Aku suka berimajinasi terutama in terms of design. Jadi Chromatiq lahir dari imajinasi aku sendiri. Memang sih kadang-kadang ada beberapa desain yang agak "aneh" atau beda dengan aksesori yang ada pada umumnya. Jadi gayanya Chromatiq bisa dibilang either you love it or you hate it. But I will take that chance! Haha."

     


    Produk Chromatiq memiliki tingkat detail yang tinggi. Apakah ada tantangan tersendiri dalam membuat setiap produknya? 

    "Yes! Aku lumayan perfectionist kalau soal detail, atau bisa dibilang super picky. Tantangan paling banyak adalah di waktu dan tenaga kerja, karena selama prosesnya, aku masih harus banyak belajar cara-cara yang tidak umum dalam pembuatan koleksi chromatiq, khususnya koleksi ‘Mythical Sea Creatures’."



    Apa yang menjadi inspirasi koleksi ‘Mythical Creatures’? 

    "Koleksi ini adalah kolaborasi dengan seorang teman lama saya. He's an expert di pembuatan kulit, Njl Indonesia. We both love underwater sea creatures. Setiap aku diving atau snorkling, aku merasa lebih peaceful seolah sedang meditasi. Di sana juga lahir ide-ide kreatif yang kadang tak terpikirkan di darat! Haha. It was my 4th time diving, ketika aku sadar bahwa ternyata beberapa makhluk laut yang manusia biasanya tidak suka atau takut untuk mendekat itu ternyata cantik juga loh jika dilihat lebih dekat. Aku percaya ada banyak mysterious but beautiful creatures lainnya di bawah sana yang mungkin saja kita tidak pernah lihat sebelumnya. Nah, dari sana lah kita serius mau buat koleksi yang unik ini. Semua handmade menyerupai makhluk-makhluk dalam laut. The aim is to make a collection that is lively when worn on people, layaknya saat aku melihat di dalam laut betapa hidupnya makhluk laut bawah laut."



    Apakah ada terobosan baru yang digunakan untuk membuat koleksi ‘Mythical sea Creatures’?

    "Yes, banyak sekali salah satunya layering hand beads, molding, sampai pembuatan material dengan injection silicon. Jadi garis besarnya ada banyak proses yang sangat teknikal dalam pembuatan ‘Mythical sea creatures."



    Apakah Anda memiliki produk favorit dari koleksi ‘Mythical Creatures’?

    "Of course ‘Mythical’ body wear, karena proses pembuatannya paling lama dan bikinnya memang paling susah."





    Apakah ada rencana untuk membuat produk selain perhiasan? 

    "Yes, of course. Koleksi kali ini kita ada buat clutch dan hand bags terbatas, semua handstitched dan handbead."


     

    Apakah ada rencana untuk berkolaborasi dengan label/desainer lain lagi?

    "Setelah koleksi 'Chromatiq X Njl' ini saya sih mimpinya mau kolaborasi dengan fashion designers."



    Persaingan industri mode di Indonesia terbilang ketat. Apakah ada tips yang bisa diberikan kepada mereka yang baru terjun ke dunia mode sebagai desainer? 

    "Jangan takut untuk mewujudkan imajinasi. Ketika ada kemauan, kerajinan, dan kreativitas, pasti mimpi akan terwujud."


     

    Harapan untuk industri mode Indonesia kedepannya? 

    "Untuk lebih mengekspos produk lokal Indonesia di taraf internasional."






 
Advertisement - Continue Reading Below