Review Film: “Dora and The Lost City of Gold”


  • Review Film: “Dora and The Lost City of Gold”
    Film Dora and The Lost City of Gold. (Foto:Dok/IMDb)


    Di bawah arahan James Bobin sebagai sutradara, film live-action 'Dora And The Lost City of Gold' hadir sebagai film keluarga yang menghibur, menyenangkan, dan penuh tantangan yang menegangkan. 

    Berdurasi dua jam, film ini mengajak para penontonnya berpetualang sambil menunjukkan sosok Dora yang tumbuh sebagai seorang remaja. Selain tangkas dan cerdas, Dora memiliki ransel ajaib yang dapat menampung berbagai kebutuhannya, peta dan perkakas kemah, serta Boots si monyet biru sebagai teman perjalanan.



    Keseruan petualangan beriringan dengan cerita yang sarat muatan kekeluargaan dan persahabatan. Menjadikannya cocok sebagai film yang bisa dinikmati keluarga, dan juga anak-anak.

    (Baca Juga: Review Film: 'The Lion King')



    (Dora dan keluarga.Foto:Dok/IMDb)


    Film 'Dora The Lost City of Gold' dibuka dengan Dora dan sepupunya, Diego yang pergi berjelajah di sebuah hutan. Iringan musik 'Dora The Explorer' mengingatkan versi kartun dari film ini. Setelah berlari dan melompat bersama, mereka kembali ke realita di sebuah mobil mainan dan berakting bak seorang petualang.

    Di bawah didikan mama Elena (Eva Longoria) dan Papa Cole (Michael Pena), Dora kecil (Madelyn Miranda) tumbuh menjadi seorang Dora remaja (Isabela Moner) yang siap untuk memecahkan misteri 'Parapata', sebuah tempat yang penuh dengan emas dan kemewahan. Namun, orang tuanya justru ingin Dora tumbuh menjadi gadis kota yang berpendidikan. Di saat itulah petualangan sesungguhnya baru di mulai.

    Lama tak bertemu dengan sepupunya, Diego (Jeff Wahlberg), membuat keduanya saling berjarak. Ditambah Dora tak pernah menginjak kota, Diego bersusah payah menjaga Dora yang aktif dan ceria.

    (Baca Juga: Review Film: The Meg)



    (Dora berpetualang dengan teman-temannya.Foto:Dok/IMDb)


    Di suatu kesempatan Dora, Diego, Sammy (Madeleine Madden) dan Randy (Nicholas Coombe) serta teman sekolah lainnya pergi mengunjungi sebuah museum. Jiwa petualangan Dora kemudian terpancing untuk mengetahui segala sisi dari museum itu. Sifatnya yang polos, tak membuatnya menduga bahwa dirinya sedang dijebak untuk kembali ke hutan, mengejar orang tuanya untuk mengejar Parapata.

    Di perjalanan melarikan diri bersama teman-temannya, Dora dibantu Alejandro Gutierrez (Eugenio Derbez) untuk melewati segala rintangan di dalam hutan. Pertemanan dan pengkhianatan pun mulai terlihat di setiap alur ceritanya saat menembus 'Parapata' yang tersembunyi. Tak lupa juga dengan hadirnya Boots, sebagai monyet biru yang menolongnya di setiap kesulitan dan Swiper si rubah pesuruh untuk mencuri peta petunjuk jalan.

    (Baca Juga: Review Film: 'Dumbo')

    Film 'Dora The Lost City of Gold' memiliki kisah yang berbeda dari versi kartunnya selama ini. Petualangan yang lebih mendalam serta alur cerita yang lebih menegangkan membuat film ini memberikan sentuhan menghibur lewat canda tawa dan kepolosan Dora selama tinggal di Kota.

    Salah satu nilai plus dari film ini patut disematkan pada Isabela Moner. Menjadi lead actress sebagai Dora, Isabela membawakannya dengan asik dan menyenangkan. Melihatnya selalu merasakan energi yang besar dan penuh rasa ingin tahu. Aktingnya sama mengkilapnya dengan film-film pendahulunya seperti saat bermain di film 'Transformers: The Last Knight', sebagai Lizzy di 'Instant Family; dan atau sebagai Isabel di 'Sicario: Day of the Soldado'. 

    Digarap dengan sangat baik, termasuk visual dan plot yang mudah diikuti, Dora and The Lost City of Gold menjadi salah satu film petualangan yang memenuhi ekspektasi. 

    Film 'Dora and The Lost City of Gold' tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Agustus 2019.




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below