A Chat with BCL: 'Membedah Industri Musik'


  • A Chat with BCL: 'Membedah Industri Musik'
    Bunga Citra Lestari mengungkapkan jatuh bangunnya di industri musik dan apa yang menjadi inspirasinya di masa mendatang. (Foto: Dok/HerworldIndonesia)


    Musisi Bunga Citra Lestari, 36, mengungkapkan momen terindah selama jadi juri Indonesian Idol dan kemajuan industri musik lokal kepada Kiki Riama Priskila.

     



    Hai, Bunga! Kembali menjadi juri Indonesian Idol, ada sesuatu yang baru pada musim ini?

    “Sebenarnya sama saja tapi ada sedikit perubahan pada formasi juri. Mungkin juga dulu masyarakat belum tahu kapasitas saya sebagai juri, tapi sekarang orang mulai menunggu komentar saya yang dianggap lebih relatable dengan para peserta. Mereka juga menunggu fashion saya seperti apa.”


    Bagaimana dengan kriteria peserta, apa ada yang benar-benar ditunggu?

    “Tentu para juri ingin mendapatkan talent yang lebih baik lagi, yang unik dan punya ciri khas, etika kerja dan bisa sukses di industri karena tidak semua juara bisa sukses di industri ini. Sebenarnya Indonesian Idol kemarin hampir semua pesertanya berhasil. Jadi buat saya, it’s a proud moment, dan para juri jadi punya beban untuk mengungguli itu. Untuk bisa mencari bakat yang lebih lagi dari yang sudah kami temukan musim lalu.”


    Apa ada hal baru yang Bunga rasakan selama jadi juri?

    “Musim lalu semuanya adalah hal baru. Saya baru tahu bahwa kita bisa emotionally-involved that deep with everyone. Akhirnya kami jadi keluarga dan sekarang ada perubahan juri, rasanya sedih. Bagi saya sendiri, saya belajar banyak dari anak-anak ini, bagaimana mereka bekerja keras, mengatasi segala masalah, dan berada di atas panggung setiap minggu, dinilai oleh satu Indonesia, apalagi sekarang ada media sosial yang mengijinkan semua orang untuk beropini. It’s not an easy thing. Saya sendiri bukanlah seseorang yang gampang masuk ke industri musik. Untuk jadi penyanyi pun awalnya saya sempat dihujat oleh banyak orang. Ini adalah sesuatu yang bisa dibagikan pada mereka, bahwa dengan menerima banyak kritikan, kita bisa berkaca, apa yang harus diperbaiki agar bisa bertumbuh lebih baik.”



    (Bunga Citra Lestari. Foto: Wong Sim. Stylist Bimo Permadi. Asst stylist Yolanda Deayu. Makeup Bubah Alfian. Hairdo Kiefer Lippens. Nails Studio K. Wardrobe and accessories Gucci).


    Ada nilai positif yang dipetik?

    “Justru selama jadi juri Idol, saya semakin banyak berkaca untuk diri sendiri. Saya jadi lebih mengenal musik, mengenal lagu, lebih mengerti cara berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda. Jadi di acara ini kita tidak hanya belajar soal musik, melainkan jadi sebuah pembelajaran hidup.”


    Lalu, bagaimana dengan industri musik lokal saat ini menurut Bunga?

    “It’s growing, sekarang jenis musik semakin beragam. Anak muda sekarang ini berani mengeluarkan musik yang tidak pasaran, apalagi sejak ada digital platform seperti Youtube dan Spotify. Mereka tak butuh label. Lagu Bahasa Inggris dan musik urban sudah bisa diterima dibanding waktu saya baru mulai, which is a good thing, karena masyarakat jadi punya banyak pilihan, bukan itu-itu saja. Namun peraturan soal royalti masih belum rapi. Jadi dari segi kualitas musiknya sudah bagus, tapi segi bisnisnya masih harus ditingkatkan.”


    Lama bertahan di industri musik, sempat merasa bosan?

    “I love singing, I love music, tapi tak bisa dipungkiri ada momen di mana saya merasa stuck. Saat ingin memulai sesuatu yang baru, tapi bingung harus mulai dari mana? Bagi saya ini adalah hal yang normal dan wajar. Terkadang kita perlu momentum dalam hidup agar merasa terinspirasi. Menurut saya, seni tidak punya deadline. Biasanya saat saya stuck, saya mencoba bergaul dengan orang yang berbeda, ada yang diubah dari rutinitas. Sekarang saya mulai memproduksi album, video klip, dan cover album sendiri. Dulu saya masih takut, tapi sekarang saya merasa kalau para junior saja bisa, kenapa saya tidak bisa, apalagi dengan pengalaman yang dipunya.”


    Ada proyek musik terdekat?

    “Saya ingin menampilkan album berisikan tentang perempuan dan fase-fasenya. Dari remaja, usia 20 hingga 40an, semua punya fase dan masalahnya sendiri. Saya ingin album ini bisa menampilkan hal itu. Saya juga ingin membuat karya yang bisa menginspirasi sesama perempuan, tidak saling menjatuhkan, because only women understand women.”


    Tip bagi musisi pemula dari BCL?

    “Sekarang kita bisa menciptakan musik dengan mudah, tapi yang harus diperhatikan adalah umur lagu dan umur karier bisa lebih pendek dibanding dulu karena penyampaiannya yang lebih cepat. Maka dari itu, musisi perlu tahu etika kerja, punya kesabaran, tahu menempatkan diri. Kini, untuk bisa break through sudah mudah, kita punya semua media, tapi untuk bertahan, tidaklah mudah. Penting juga untuk tahu cara berkomunikasi dengan sesama musisi, fans, media, dan bisnis dalam musik. Know your crowd, know your market, know your music, know yourself.”


    Petikan wawancara dari cover story Herworld Indonesia edisi Agustus 2019. Foto cover: (Bunga Citra Lestari. Foto: Wong Sim. Stylist Bimo Permadi. Asst stylist Yolanda Deayu. Makeup Bubah Alfian. Hairdo Kiefer Lippens. Nails Studio K. Wardrobe and accessories Gucci).





 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below