Saatnya Peduli dan 'Stop Beauty Bullying'


  • Saatnya Peduli dan 'Stop Beauty Bullying'
    Lux dan Maudy Ayunda meluncurkan gerakan #StopBeautyBullying mengajak publik untuk sama-sama berhenti melakukan beauty bullying. (Foto: Dok/Lux)


    Beranjak dari kegelisahan akan maraknya beauty bullying baik itu secara verbal ataupun di media sosial, Maudy Ayunda bersama LUX meluncurkan gerakan Stop Beauty Bullying. Gerakan dengan tagar #StopBeautyBullying tersebut mengajak perempuan Indonesia melawan social beauty bullying dengan bijak berkomentar, dan berani mengekspresikan kecantikannya.

    “Media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Namun, platform ini seringkali disalahgunakan, contohnya melontarkan komentar negatif yang menyerang penampilan fisik atau social beauty bullying," ungkap Maulani Affandi, Head of Skin Cleansing & Baby PT Unilever Indonesia Tbk dalam peluncuran gerakan #STOPBeautyBullying yang berlangsung di The Hermitage, Jakarta, pada Senin (29/7). 



    "Melalui inisiatif #STOPBeautyBullying kami mengajak para perempuan untuk berani mengekspresikan dirinya dan mengesampingkan komentar-komentar negatif orang lain terhadap dirinya,” ujar Maulani. 

    (Baca juga: 7 Posting Instagram yang Harus Dihindari) 

    Senada dengan Maulani, Maudy Ayunda pun menuturkan bagaimana ia juga kerap mendapat komentar negatif di akun instagramnya. Beberapa di antaranya juga kerap membuatnya tak nyaman dan insecure. Berkolaborasi dengan LUX, Maudy Ayunda pun turut menyuarakan inisiatif #STOPBeautyBullying bagi para perempuan Indonesia.


    (Maudy Ayunda. Foto: Dok/Lux/Unilever) 


    “Dulu aku berpikir bahwa menerima komentar negatif tentang penampilan di media sosial merupakan risiko sebagai public figure. Tapi lama-lama aku semakin menyadari bahwa tidak sepatutnya kita tinggal diam," ujarnya. 

    Lebih jauh, ia berharap melalui inisiatif #STOPBeautyBullying, perempuan Indonesia semakin berani untuk menunjukkan bahwa kalau komentar-komentar negatif itu tidak dapat menghalangi untuk mengekspresikan kecantikan dan kemampuan untuk berkarya.

    Fakta beauty bullying 

    Berdasarkan data dari The Cybersmile Foundation, social beauty bullying telah menjadi permasalahan mainstream yang dialami lebih dari 45 juta perempuan di dunia. Ironisnya, tindakan tersebut kerap kali datang dari sesama perempuan, baik dari keluarga, kerabat, rekan sekantor ataupun teman yang dapat mempengaruhi sisi psikologis dari perempuan tersebut.

    Hal ini turut diyakini oleh Nuran Abdat, M.Psi, Psikolog Klinis dari Brawijaya Healthcare. Ia menuturkan perilaku social beauty bullying juga dilakukan oleh perempuan terhadap perempuan lain secara online yang mengomentari penampilan seperti make-up, model rambutnya, fitur fisik, dan lain-lain.

    "Dampak dari tindakan ini dapat mengganggu kondisi mental pelaku dan korbannya. Untuk itu, seseorang harus menghargai dirinya sendiri – agar dapat menghargai orang lain,” ujarnya. 

    Sementara, Lily Puspasari, selaku Programme Management Specialist UN Women yang juga turut hadir dalam acara ini mengatakan, di seluruh dunia, perempuan terus mengalami kekerasan, terlepas dari tingkat pendidikan, status sosial, maupun usia mereka.

    "Bullying sebagai salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan, termasuk di media sosial, seringkali luput dari perhatian dan dianggap sebagai suatu hal yang biasa. Untuk itu, UN Women ingin mengajak seluruh pihak untuk melakukan aksi untuk menghentikan normalisasi atas tindakan kekerasan, serta menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak perempuan yang memungkinkan bagi mereka untuk meraih potensi seutuhnya dan berkontribusi bagi kehidupan bermasyarakat,” ujarnya. 


    (Maulani Affandi dan Maudy Ayunda. Foto: Dok/Lux) 

    Kolaborasi Lux dan Maudy Ayunda 

    Bersamaan dengan peluncurkan inisiatif #STOPBeautyBullying, LUX meluncurkan produk terbarunya berkolaborasi dengan Maudy Ayunda – LUX by Maudy Ayunda, Shimmering Sandalwood Musk. Terinspirasi dari keharuman bunga tuberose yang terpancar bahkan dalam kegelapan, LUX menginspirasi perempuan Indonesia untuk tetap berkarya meski dalam situasi yang tidak diinginkan atau dalam tekanan social beauty bullying.

    “Bersama dengan ini, kami berharap semakin banyak perempuan Indonesia melawan social beauty bullying. There is no such thing as beauty standard, because every women is beautiful,” tutup Maulani.

    Suarakan komitmenmu untuk #STOPBeautyBullying melalui microsite #LUXBeraniCantik yang bisa diakses di website LUX (www.lux.com) per tanggal 1 Agustus 2019.




 

Related Articles

One Stop Paradise: Beauty Bar

One Stop Paradise: Beauty Bar

oleh Dian Sarwono

Saatnya Perbaiki Tekstur Kulit Anda

Saatnya Perbaiki Tekstur Kulit Anda

oleh Kiki Riama Priskila

Saatnya Memperbaharui CV!

Saatnya Memperbaharui CV!

oleh Cindy Egifania

Saatnya Bermain!

Saatnya Bermain!

oleh Anggita Dwinda

Advertisement - Continue Reading Below