10 Kue Lebaran yang Bikin Kangen Rumah


  • 10 Kue Lebaran yang Bikin Kangen Rumah
    Selain ketupat, opor ayam, rendang, dan sambal goreng ati, ternyata ada berbagai kue Lebaran tradisional yang bikin kamu makin kangen rumah. (Foto: Dok/Instagram/@catheringdea_palembang)


    Idul Fitri menjadi momen untuk melepas rindu bersama keluarga. Saat bersilaturahim, kamu tentu juga akan menemukan berbagai suguhan ala kampung halaman.

    Selain ketupat, opor ayam, rendang, dan sambal goreng ati, ternyata ada berbagai kue Lebaran tradisional yang bikin kamu makin kangen sama rumah. Ini beberapa di antaranya:



    (Baca juga: Cara Membuat Opor Ayam Enak untuk Lebaran) 


    1. Kaastengels


    (Kaastengels. Foto: Dok/Instagram/@widia_palem)


    Kue kering keju ini berasal dari kata Belanda: kaas (keju) dan stengels (batang). Sejak dulu memang merupakan kue kering yang wajib ada saat Hari Raya Idul Fitri, Natal, maupun Imlek. Aslinya dibuat dari Edam, keju Belanda yang agak keras. Namun sekarang kaastengels bisa dibuat dari keju apa saja, Gouda atau Cheddar. Beda jenis kejunya, beda citarasanya dan beda pula kandungan lemaknya. Rasanya yang gurih dan cheesy membuat kue kering ini disukai siapa saja.


    2. Nastar


    (Nastar. Foto: Dok/DiniFelicitas) 


    Mirip dengan kaastengels, tetapi bentuknya bulat dan ada isian nenasnya. Nenas ini yang membuat citarasa nastar menjadi lebih kaya, ada gurih dan manisnya. Kalau tidak begitu suka manis, isian nenasnya bisa dikurangi. Kue kering ini juga berasal dari bahasa Belanda, ananas dan taart. Selain disajikan saat Lebaran, nastar juga tampak pada perayaan Imlek dan Hari Natal. Karena bahan utamanya tepung terigu, mentega, dan telur, batasi mengonsumsi kue kering ini, ya.


    3. Biji Ketapang 


    (Biji Ketapang. Foto: Dok/Instagram/@breezysnack) 


    Toples kue jangan hanya diisi kaastengels atau nastar. Sesekali isi juga dengan cemilan khas Betawi yang manis dan renyah ini. Bentuknya lonjong, bahan bakunya antara lain tepung terigu, gula pasir, margarin, santan, dan kelapa parut. Agar kue Lebaran tradisional ini teksturnya empuk dan renyah, gunakan tepung terigu protein sedang.


    4. Manisan Kolang-kaling 


    (Manisan kolang-kaling. Foto: Dok/Instagram/@niladriana) 


    Kolang-kaling wajib disajikan masyarakat Betawi saat Idul Fitri. Rasanya yang manis mengibaratkan harapan agar hidup selalu manis di masa datang. Khusus untuk penganan Lebaran, manisan ini dibuat dengan warna yang ngejreng. Dibuat dari kolang kaling, gula pasir, vanili, dan pewarna makanan. Selain enak dimakan begitu saja, manisan kolang-kaling sering dijadikan campuran es campur.


    5. Maksubah 

    "Kalau di Palembang kue Lebaran yang paling dicari itu kue-kue lapis. Yang best seller itu Lapis 8 Jam dan Lapis Maksubah," kata Maya Mustikasari, seorang pembuat berbagai hidangan dan kudapan khas Palembang.

    Maksubah hanya disajikan pada acara-acara khusus seperti pernikahan dan Idul Fitri. Saat lebaran, terutama pengantin baru, kue maksubah menjadi antaran wajib ke rumah orang tua-mertua mereka.

    Harga kue Lebaran tradisional ini lumayan mahal karena bahan bakunya. Maksubah dibuat dari butter Wijsman yang bikin wanginya jadi beda, serta banyak kuning telur dari telur bebek. Selain itu tentunya karena tingkat kesulitan saat membuatnya. Dibutuhkan ketelatenan saat menuang adonan lapis demi lapis. Maksubah lalu dimatangkan dengan cara dipanggang.


    6. Kue 8 Jam

    Kue ini mirip Maksubah, tetapi cara memasaknya berbeda. Kalau Maksubah dipanggang, "Kue 8 Jam itu dikukus selama 8 jam, dan dikasih karamel," sambung Maya. Kue Lebaran tradisional yang bikin kangen rumah ini juga dibuat dari susu kental manis, gula pasir, butter, dan vanili. Jika disimpan di lemari es, kue ini bertahan hingga satu bulan. Supaya tidak berulangkali dihangatkan, potong saja kue ini sesuai kebutuhan. 


    7. Keukarah 


    (Keukarah. Foto: Dok/Instagram/@wikanwis) 


    Tekstur renyah, garing, dengan tampilan berserabut berwarna keemasan -mirip sarang burung. Rasa kue khas Aceh ini manis dan gurih karena campuran tepung dan santan. Toples berisi keukarah atau karah juga akan ditemukan sebagai kue Lebaran tradisional untuk para keluarga dan tamu. Selain itu, keukarah juga dijadikan hantaran pernikahan, upacara adat, suguhan hari raya, dan kenduri. Namun kalau kamu mau menikmatinya sehari-hari dengan kopi atau teh sih, boleh saja.


    8. Timphan 

    Kue Lebaran tradisional ini juga dari Aceh. Dibungkus dengan daun pisang seperti lontong, mirip kue timus dari Sunda atau yang sering disebut kue lemet di Jawa Timur. Bedanya, timus atau lemet dibuat dari singkong parut serta diisi dengan kelapa parut dan gula merah. Sedangkan timphan dibuat dari adonan pisang raja atau adonan labu. Adonan ini lalu dicampur tepung ketan, dan garam, lalu diisi dengan berbagai bahan seperti parutan kelapa, srikaya, nangka, atau kelapa muda. 


    9. Kue Basung 


    (Kue Basung. Foto: Dok/SajianSedap/Grid)


    Orang Minang ternyata punya banyak variasi kue Lebaran. Kue Basung ini juga termasuk penganan Lebaran yang wajib ada. Dibungkus dengan daun pisang yang digulung menjadi kerucut seperti cone es krim. Citarasanya legit karena dibuat dari campuran tepung beras, garam, gula merah, santan, dan air. Kamu cukup mencampur semua adonan tersebut menjadi satu, lalu masukkan adonan ke dalam corong daun pisang. Setelah itu, kukus sampai matang.


    10. Sala Bulek 

    Makanan gorengan ini bentuknya bulat (bulek dalam bahasa Padang artinya bulat) seperti comro, lunak di dalam tapi renyah di luar. Rasanya gurih dan sedikit pedas, karena dibuat dari tepung beras, ikan asin atau udang (untuk isian), kunyit, cabe giling, dan bawang prei. Enak dijadikan kudapan, 10 butir pun tidak akan puas. Bisa juga dijadikan lauk, makanya sering dinikmati dengan ketupat sayur padang, katupek gulai paku, atau sate padang.

    Wow... menggiurkan juga ya, kue Lebaran tradisional ini. Makin tak sabar kan, untuk segera merayakan Idul Fitri bersama keluarga?


    (dari berbagai sumber)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below