Karya 10 Seniman di Ekshibisi 'Dunia Dalam Berita'


  • Karya 10 Seniman di Ekshibisi 'Dunia Dalam Berita'
    'Tak Kutuk Dadi Watu' karya S. Teddy D. (Foto: Dok. Herworld Indonesia)


    Jika dua ekshibisi di Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) sebelumnya menunjukan karya dari satu dan tiga seniman sekaligus, kali ini museum tersebut menghadirkan pameran survei berskala besar yang menghadirkan karya 10 perupa sekaligus, yaitu Agus Suwage, Fx Harsono, Heri Dono, I Gak Murniasih, I Nyoman Masriadi, Krisna Murti, Mella Jaarsma, S. Teddy D., Taring Padi, dan Tisna Sanjaya. 

    Mengangkat tema “Dunia Dalam Berita”, ekshibisi ini menampilkan efek demokratisasi dan perkembangan teknologi media pada praktik seni kontemporer di periode tersebut. Tema tersebut mengacu pada program berita yang ditayangkan oleh stasiun televisi TVRI sejak tahun 1973 silam.



    (Baca juga artikel: Museum MACAN Usung Pameran Karya Tiga Seniman Asia)

    Ada dua perubahan penting dalam perkembangan seni kontemporer Tanah Air yang ditampilkan di sini, yakni dampak reformasi pada kekaryaan sekelompok seniman lokal yang telah dikenal secara internasional dan pengaruh budaya populer dalam konteks globalisasi di Indonesia.


    'Invasion by the Clowns of Time' karya I Nyoman Masriadi

    ('Invasion by the Clowns of Time' karya I Nyoman Masriadi. Foto: Dok. Herworld Indonesia)


    Para pengunjung akan disambut dengan lini masa peristiwa sosial, ekonomi, dan politik, peristiwa terkait bidang media dan informasi, serta peristiwa seni dan budaya. Mulai dari lukisan hingga instalasi menjadi karya yang dipajang di Museum Macan kali ini. 

    (Baca juga artikel: 5 Museum untuk Dikunjungi Pasangan Pencinta Seni)

    Beberapa lukisan yang ada di sini adalah 'Invasion by the Clowns of Time' karya I Nyoman Masriadi yang terbuat dari campuran media di atas kanvas, dan 'Maka Lahirlah Angkatan '90-an' karya Agus Suwage yang dilukis menggunakan cat minyak di atas kanvas.

    Sejumlah instalasi juga turut ditampilkan, seperti 'Makanan Tidak Mengenal Ras' karya Krisna Murti yang menggabungkan karya instalasi dengan video, dan 'Tak Kutuk Dadi Watu' karya S. Teddy D. yang terbuat dari batu.



    ('Refugee Only' karya Mella Jaarsma. Foto: Dok. Herworld Indonesia)


    Selain itu, perupa Mella Jaarsma juga menghidupkan beberapa karyanya untuk ditampilkan secara langsung di Museum Macan, seperti 'I Eat You Eat Me', di mana para performan yang berpartisipasi saling memesankan makanan & menyuapi, untuk lebih saling mengenal. Karya lain yang turut dihidupkan adalah 'Zipper Zone', '(Wo)man of Quality', 'Refugee Only', dan 'Shameless Gold'.

    Tak hanya menampilkan karya seni saja, Museum Macan juga akan mengadakan diskusi menarik dengan perupa, sastrawan & jurnalis serta buka puasa bersama presenter legendaris TVRI. 




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below